Detik.com baru aja memberitakan ‘Kalla Kagumi Sutradara Ayat-Ayat Cinta‘, sebagai akhir dari seri panjang berita gak penting ‘JK Nonton Ayat-Ayat Cinta‘ Komentar gw, satu, berita itu gak penting, dua, gak penting banget sih, tiga, ada yang aneh disini.
Yang aneh disini adalah kecendrungan para punggawa pemerintah ikut menyaksikan film-film yang sedang fenomenal saat ini. Dan yang membuat hal ini aneh adalah media sendiri sepertinya mengakui kalau apa yang dilakukan mereka memang aneh, dengan mem blow-up berita kalau mereka menyaksikan film Indonesia. Masih ingat kan cerita JK & Nagabonar jadi dua? Gw yakin, setelah JK nonton Ayat-Ayat Cinta, berikutnya akan ada seri-seri berita lain yang mungkin berjudul ‘Menteri Jalan Kaki Nonton Ayat-Ayat Cinta’ atau ‘Sebelum Menteri Nonton Ayat-Ayat Cinta Cuci Kaki Dulu, Minum Susu Baru Tidur’. Terasa seperti orde baru
.
Menurut gw, apa yang dilakukan JK dan mungkin perangkat pemerintahan lainnya waktu dulu itu gak lebih dari usaha mereka memperbaiki imej mereka di mata publik. Gak ada yang salah dari itu, cuma terasa banget kepura-puraannya. Buat sutradara dan crew, tentu itu adalah bentuk penghargaan tertinggi dari seorang petinggi negara. Tapi pertanyaan gw, apakah semua film yang sudah pantas mendapat penghargaan setinggi itu mendapat pengakuan serupa? I don’t think so, beibeh
*Salah satu kejadian semacamnya yang menurut gw aneh adalah penghargaan SBY terhadap Kiamat Sudah Dekat. Does SBY wakes up in the middle of the night and the tv’s randomly in SCTV and he watched it accidentally without knowing that the serial is not that good (in my opinion). I don’t know. What i know is that there’s other thing to appreciate other than sinetron. Why don’t SBY invite the whole crew of detik.com? At least they’re the one who like to blow up thing in a series way. :p
