Archive for March, 2008

Situs Depkominfo Dihack!!!! Ada Gambar Pakar Kita™ Lagi

Perkembangan mengejutkan dari disahkannya UU ITE!!!! :-o Kali ini, situs departemen yang katanya saking canggihnya mau ngeblokir situs-situs porno dari traffic internet Indonesia….sudah dihack!!!! :)) :)) :))

Pada tanggal 26 Maret 2008, pukul 23:30, gw ngecek situs Depkominfo dan menemukan gambar berikut ini :

situs_depkominfo_dihack.jpg     situs_depkominfo_dihack_front_page.jpg

(Resolusi 1152×864)

 

Dan kalo mau yang lebih kecil, ini dia :

 

situs_depkominfo_dihack_resized_2.jpg    situs_depkominfo_dihack_resized.jpg

(Resolusi 800×600)

 

Kakakakakaka =)) =)) =)) =)) =))

 

Yang Paling Kocak Tuh Gambar ini =)) :

akyups1.jpg

 

Berhubung gw gak abis2 ngakaknya, jadi silahkan situ2 aja yang baca deh pada ngebahas ini kejadian… :))

25 Maret

“Kita arahkan internet kembali ke kit’ahnya yang memberi manfaat. Sehingga orang tidak takut mengakses internet dengan adanya UU ITE. Walaupun, blogger atau hacker pasti masih akan tetap ada,”

 

Roy Suryo, Pakar Pornomatika, Kompas Online 25 Maret 2008

 

“Pisau Dapur dipakai Koki untuk Masak, tapi bisa juga dipakai untuk membunuh. Jangan larang distribusi pisaunya, tapi beri edukasi kalau membunuh itu tidak baik”

 

Anonimus, Beredar di Internet 25 Maret 2008

 

Mereka Itu Malaikat

Menjaga Kita Dari Marabahaya

Mereka duduk di kursi singgasana

Menunggu pelacur mendatangi masa

Lalu Mereka ambil Pisau Tajam

Mereka Tusuk Ke Dada Mereka

Karena Mereka itu Malaikat

Mereka Menjaga Kita Dari Marabahaya

 

 Gagah Putra Arifianto, On Anggota DPR 25 Maret 2008

 

*Blokir-blokiran dan ancaman berat terhadap penyebar pornografi sudah mengguncang dunia maya. Beberapa forum seperti Bluefame dan Kaskus sudah menutup Adult subforum untuk selamanya. Tapi kita seharusnya tertawa. Loh, kalau si penyebar pornografi saja dihukum 1 Milyar, lalu bagaimana dengan pezinah dan bintang pornonya? Jangan bilang itu hak mereka. Lalu hak kami apa?

update indonesiaSatu.info (Ajakan Lagi, tapi berubah)

Setelah melakukan pembicaraan panjang lebar dengan beberapa sesepuh dan inspirator sayah :D, didapatkanlah beberapa kesimpulan dibawah ini :

1. Gw sok nasionalis karena milih domain indonesiaSatu.info :(

2. Kok kesannya SBY banget sih? :((

3. Bahkan kalaupun memiliki uang nganggur 5 juta dolar, ogah banget ngehost di tempat yg kyk SBY.

Akhirnya, setelah diskusi dilanjutkan lagi, gw mendapat ide gimana kalo bikin blog agregasi aja. Jadi semacem planet.terasi.net atau merdeka.or.id? Ternyata ide ini disambut lebih hangat oleh sesepuh2 yang gw ajak chat itu, dan pembicaraan pun berlanjut ke segi teknis dan konsep dari indonesiaSatu Agregasi.

Pertama, agregasi atau agregat adalah, seperti yang ditulis mas Priyadi dalam blognya :

Agregat blog adalah sebuah situs yang mengumpulkan tulisan-tulisan dari berbagai blog yang berbeda. Dengan menggunakan agregat blog, pembaca cukup mengunjungi satu situs saja ketimbang mengunjungi beberapa blog satu per satu. Apa bedanya dengan program pembaca feed? Program pembaca feed biasanya berbentuk aplikasi yang dioperasikan oleh penggunanya, sedangkan agregat blog berbentuk mirip seperti blog.

Sehingga, agregasi akan sangat memudahkan pembaca blog yang hanya ingin membaca satu genre dalam banyak blog. Dan indonesiaSatu, akan menjadi situs agregasi khusus tulisan-tulisan berbau nasionalisme.

Lalu nasionalisme seperti apa yg gw maksud? Nasionalisme disini artinya adalah ikut memikirkan keadaan bangsa. Baik itu pro atau kontra terhadap pemerintahan yang ada, bagi gw itu tetap merupakan sikap yang sangat nasionalis. Dan tentu saja, nasionalis disini bukan jenis yang dengan cepat langsung membakar bendera negara tetangga, tapi membiarkan tetangga mati kelaparan.

Back to topic, rencananya soal agregasi-agregasian ini bakal gw pelajarin dulu 2 hari ini, malah mungkin malam ini juga gw bangun, dan besok udah up & running. Amin. Soal teknis, gw berharap google dan orang-orang yang lebih ahli bisa membantu gw. :) Semoga.

Tapi yang jadi masalah disini adalah mencari blog dengan jenis tulisan yang bisa mengisi agregasi indonesiaSatu. Sampai saat ini kandidat yang sudah pasti mengisi adalah gw (creator’s gift ;)), Yati Maulana, seorang blogger muda non-single yang cukup idealis (;)) ), lalu Herman Saksono juga sudah menyatakan kesediaannya untuk menjadi member  agregasi ini. Tapi baru tiga, target gw minimal 10 member sampai akhir bulan April. Karena itu, kalau ada yang punya temen atau sendirinya :p suka nulis-nulis tulisan politik, tolong banget kontak gw. Okeh. Thanks berat semua bantuannya. :)

indonesiaSatu.info (Ajakan Nih)

3 hari yang lalu, waktu gw iseng-iseng browsing dan nulis2 draft di blog gw yang satu lagi, muncul keinginan di kepala gw untuk membelikan domain dan hosting sendiri buat blog gw yang satu itu. Entah karena emang di otak gw cuma ada 5 kata mistik, spending money while you can, atau memang itu perlu (gw sendiri meragukan perlunya beli domain buat blog itu :)) ), gw gak tahu, yang pasti gw gak mau langsung mematikan ide yang muncul mendadak seperti itu. Kadang, walau ide yang muncul pertama kali terkesan gak penting, tapi dengan penyesatan pengarahan yang benar, ide yang muncul bisa menjadi ide setengahmateng dan siap release di blog gw :D. Eh?

Yup. Ide yang awalnya cuma maen2 aja, menjadi sesuatu yang serba kebetulan. Gw yang lagi browsing liat2 harga domain di godaddy.com, menemukan kalau domain .info harganya cuma $2.99. Wah, bisa digunakan nih kartu kredit & paypal nyokap gw =P~ . Pikir gw waktu itu. Bertanyalah gw kepada nyokap, “Nyok, boleh gak pake kartu kredit” “Ma, boleh gak pake kartu kredit?” yang dijawab dengan cepat oleh nyokap gw, “Buat apa?” wadoeh ~X( uda waktunya nih bikin proposal CC tambahan ke bokap gw. “Buat beli domain ama hosting, iseng2 aja cuma abis 80 ribu kok paling.” kata gw, sedikit bingung dengan jawaban 80 ribu itu. Gila aja, domain sama hosting 80 ribu…dimana coba. Coba gw punya temen reseller hosting #-o…..

Dengan proses tipu-menipu diskusi yang tepat, cerdas dan bersemangat, gw pun mengantongi izin dari nyokap untuk pake Paypal account dia. Gw langsung menuju GoDaddy untuk beli domain .info. Tapi karena awalnya iseng-iseng, gw jadi bingung sendiri. Beli domain .info….rasanya semua jadi jelek. Yang cocok pake domain .info di kepala gw cuma nama2 domain yang agak resmi dan kaku. Gw pun mencoba cari wangsit di rumah mayangsari, dan diatas sajadah cinta di depan komputer tercinta, ketemunya adalah nama-nama patriotis dan sotoy abis. Kayak anakindonesia.info, pedulindonesia.info, dsb. Gw males banget kalo buat blog maen2 aja namanya berat banget. Lagi bingung begitu, tiba2 muncul ide baru. Kenapa gw gak beli aja domain dan hosting, terus spacenya gw kasih ke blogger-blogger muda yang tulisannya bagus, kritis dan punya pandangan unik tapi masih ngeblog di tempat gratisan? Tiba-tiba muncul juga nama domain yang menurut gw lumayan cantik, indonesiaSatu.info.

Gw belilah domain itu kan. Langkah selanjutnya cari hosting harga 50 ribu 8-}.  Jelas bukan sesuatu yang mudah mengingat di Indonesia rata-rata hosting adalah lintah darat, gak transparan, dan kaku abis. Pertama muncul pikiran untuk pake jasa rumahweb. Tapi mengingat (walau gw berafiliasi dengan RumahWeb) saat sebelumnya gw chat sama CSOnya buat upgrade space blog ini, ternyata diharuskan untuk bayar full upgrade ke professional hosting. Jelas bukan solusi yang begitu menarik buat anak SMA kayak guwah.

Untuk mempersingkat cerita /:) (udah panjang banget :)) ), gw dapet hosting murah di Dracoola Multimedia. 50 ribu, 100MB space, 2,5 GB bandwith, dan yang lebih hebat, itu semua custom dikasih sama yang punya hosting. Inilah hebatnya kaskus :>

Terakhir, seperti yang gw bilang di tengah posting panjang ini, domain dan hosting ini (www.indonesiasatu.info) akan gw gunakan untuk mengehost (bener gak kata yang gw pake :p ) blogger-blogger muda yang ingin pindah dari jasa blogging service gratisan macam blogger dan wordpress.com. Kalau ada yang tertarik, silahkan kontak gw langsung ke gagahput3ra@gmail.com atau gunakan buku tamu di www.indonesiasatu.info. Karena memang space dan bandwith yang tersedia masih sangat-sangat sedikit, gw akan berusaha menyeleksi peminat dulu, dan seiring waktu gw baru bakal ngupgrade kapasitas server. Rencananya, bulan depan bakal upgrade ke hosting 400mb. Doain aja ya.

Oh ya, kalo ada yang punya credit card/paypal dan mau donasi buat indonesiaSatu, silahkan klik donate di website indonesiaSatu. Terima kasiiih :D

Jusuf Kalla dan Mulutnya

kalla_ronaldo.jpg

 

“Tak ada ekonomi di dunia ini yang setangguh Indonesia. Semua negara di dunia saat ini kesulitan energi, sementara semuanya ada di Indonesia

 

“Kita mengalami kesulitan hanya karena kita ada subsidi

 

“Pengusaha kita tumbuh dengan deret hitung, sedangkan pengusaha keturunan dapat melesat naik dengan deret ukur

 

H. Jusuf Kalla, Koran Seputar Indonesia 24 Maret 2008

JK Nonton Ayat-Ayat Cinta

Detik.com baru aja memberitakan ‘Kalla Kagumi Sutradara Ayat-Ayat Cinta‘, sebagai akhir dari seri panjang berita gak penting ‘JK Nonton Ayat-Ayat Cinta‘ Komentar gw, satu, berita itu gak penting, dua, gak penting banget sih, tiga, ada yang aneh disini.

Yang aneh disini adalah kecendrungan para punggawa pemerintah ikut menyaksikan film-film yang sedang fenomenal saat ini. Dan yang membuat hal ini aneh adalah media sendiri sepertinya mengakui kalau apa yang dilakukan mereka memang aneh, dengan mem blow-up berita kalau mereka menyaksikan film Indonesia. Masih ingat kan cerita JK & Nagabonar jadi dua? Gw yakin, setelah JK nonton Ayat-Ayat Cinta, berikutnya akan ada seri-seri berita lain yang mungkin berjudul ‘Menteri Jalan Kaki Nonton Ayat-Ayat Cinta’ atau ‘Sebelum Menteri Nonton Ayat-Ayat Cinta Cuci Kaki Dulu, Minum Susu Baru Tidur’. Terasa seperti orde baru :(.

Menurut gw, apa yang dilakukan JK dan mungkin perangkat pemerintahan lainnya waktu dulu itu gak lebih dari usaha mereka memperbaiki imej mereka di mata publik. Gak ada yang salah dari itu, cuma terasa banget kepura-puraannya. Buat sutradara dan crew, tentu itu adalah bentuk penghargaan tertinggi dari seorang petinggi negara. Tapi pertanyaan gw, apakah semua film yang sudah pantas mendapat penghargaan setinggi itu mendapat pengakuan serupa? I don’t think so, beibeh

*Salah satu kejadian semacamnya yang menurut gw aneh adalah penghargaan SBY terhadap Kiamat Sudah Dekat. Does SBY wakes up in the middle of the night and the tv’s randomly in SCTV and he watched it accidentally without knowing that the serial is not that good (in my opinion). I don’t know. What i know is that there’s other thing to appreciate other than sinetron. Why don’t SBY invite the whole crew of detik.com? At least they’re the one who like to blow up thing in a series way. :p

Kebiasaan Ber Gua - Elo di YM!

Bukan berita baru, kalo di Internet dunia jadi terasa sempit, dan semua orang yang kita lihat dan temukan terasa seperti teman dekat dan paling akrab untuk dijadikan tempat bertanya. Bagi beberapa orang, hal ini mungkin jadi kelebihan dari dunia maya. Tapi bagi beberapa orang, terutama yang sok pinter dan sok yang paling bener gituh :( ini adalah salah satu kerugian berinteraksi di Internet.

Semuanya Jadi Maya. Palsu.

Salah satu kebiasaan aneh yang menurut gw cuma ada di Internet dan gw sendiri mengalami dan melakukannya, adalah ber-gue-elo dengan orang yang umurnya jauuuh diatas atau dibawah gw. Sebagai contoh, lihat screenshot chatting dibawah ini :

 

gw-elu2.jpg

Bisa dilihat, saat gw chatting sama seseorang yang gak tahu dateng darimana (tahu2 chatting aja =)) ) itu, gw seperti melupakan umur lawan chatting gw yang menurut berita terbaru ternyata adalah mahluk purbakala yang menemukan mesin waktu khusus untuk chatting sama gw ;)) (halah…hahaha becanda :)) ).

Pertanyaan gw, apakah ini normal? Wah gw juga gak tahu deh :p. Mungkin untuk beberapa kalangan, terutama yang gaol, ngomong gw-elo dengan orang yang uda pantas menyandang cucu dan berpoligami mungkin terlihat normal. Tapi jujur aja, kalo gw kenalan langsung sama orang yang dengan jelas terlihat lebih tua dari gw, gw dengan refleks pasti akan manggil mas atau mbak. Dan ini benar-benar terjadi. Contohnya hubungan relationship gw sama pembantu gw, si Tari. Kabar2nya, dia masih berumur 15 tahun yg berarti 2 tahun dibawah gw.

Tapi karena gw nganggep yg namanya helper (istilah kerennya pembantu) itu pasti lebih tua dari majikan dan selalu dipanggil mbak, akhirnya gw selalu manggil dia “mbak…mbak…pijitin bantuin dooong ;))” tanpa mau tahu kalo yg gw panggil itu pantes disebut adek dan gak pantes disuruh mijit, apalagi yg konotasinya negatif dipanggil mbak.

Tapi ya sudahlah, toh gak ada gunanya mikir rumit2. Anggep aja manusia yg gw ajak chatting di internet itu gak nyata, gak riil, toh mereka gak bisa  mukul gw di dunia nyata. Cuma bisa pake b-( doang.

Atau mungkin, internet telah mengakrabkan umat manusia dibanding dunia nyata? (Kayaknya sih gitu :D ) Kalo gw sih, sama Yati & onlen buddy gw yg laen emang solmet…jd ya wajar dong :p

*Post-an diatas hanya bersifat hiburan dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung suatu individu atau lembaga. Bagi yang merasa tersinggung silahkan curhat sama Google :))



Qassia