Saat Mereka Datang Dan Saat Tiada Pilihan

Hari ini, (kemarin tepatnya, sekarang gw lagi begadang gak jelas, nontonin Cartoon Network :( ) datang orang dari Indosat yang dijanjikan setelah surat pembaca gw muncul di koran Sindo. Dengan cepat, hanya berjarak 2 jam setelah koran Sindo itu gw baca, ada orang Indosat yang nelpon gw, bilang hari ini bakal ada tekhnisi mereka yang datang.

Mereka datang, sudah membawa ketidakjelasan yang jelas. Mereka bilang, kesini untuk “mengecek apa ada masalah koneksi dari komputer gw ke server mereka”. Suatu kalimat yang sudah gw prediksi sebelumnya, based on apa yg gw baca di forum majalah Chip, subforum representatif IndosatM2 yang sampai saat ini tim (atau orang) dari representasi Indosat sama sekali belum muncul menjelaskan masalah apa yang sebenarnya terjadi.

Bla-bla-bla dan Yaba-yaba-yaba, gw males nyeritain detailnya krn selain useless, gw juga capek seharian ini :( , terakhir, saat gw dan mereka berdiskusi di ruang tamu rumah gw, mereka meminta kesepakatan dari gw untuk “gimana deh enaknya mas Gagah aja” ngirimin surat ke Sindo meluruskan masalah ini. Gw pun bilang “Mas. Saya kirim surat ke Sindo itu karena ada masalah. Masalahnya adalah saya cuma dapet 10% dari apa yang saya bayar 100%. Selama masalah itu belum ada penyelesaiannya dari Indosat, maka saya akan tetap ngirimin ke Sindo bahwa belum ada penyelesaian dari pihak Indosat mengenai masalah yang saya dapat”. Done? Ini tentunya menjawab beberapa pertanyaan dari beberapa orang yang e-mail ke gw nanya kalo gw disogok suvenir ma Indosat, kira2 gw diem gak? Jawabannya, Tidak. Dengan T kapital.

Lalu tadi, di forum representatif Indosat forum Chip mendadak muncul post-an yang bernada kontroversial dan mencurigakan. Post-an ini muncul setelah gw melaporkan detail kedatangan orang Indosat kerumah gw. Berikut postingannya :

Walah.. daripada bingung-bingung, ganti ISP aja boss. Kita ngomel-ngomel seperti apapun, kalau memang produknya mereka bilang share up to, ya tetep aja rebutan ama user yang lain.
Kan kalau kita berenti gak ada konsekuensi apa-apa buat kita, gak ada kontrak minimal langganan kan ?

Postingan diatas, dengan cepat menyulut emosi beberapa customer Indosat dan gw sendiri.

Pertama, post-an diatas entah kenapa terasa sangat mencurigakan. Suara ketidakpuasan atas komplain konsumen, kalau dilihat dari sudut pandang konsumen, baru pertama kali ini gw liat terjadi. Apa beliau yang ber-username Encarta di forum CHIP ini adalah orang dari IndosatM2? :-\

Kedua, post-an diatas sangat pointless dan ngaco. Yup, memang paketnya up-to. Tapi gw kira wajar customer ngomel-ngomel karena koneksinya yang mendadak ngaco serentak disemua tempat, dua minggu yang lalu. Dari yang sebelumnya kita dapet speed hasil speed test di speakeasy atau speedtest.net minimal 700 kbps, sekarang cuma bisa maksimal 200 kbps. Gila kan? Itu maksimal loh. Kebanyakan speedtest yang gw dapat berkisar di 100-an kbps. Pertanyaannya adalah, apa konsumen sudah dirugikan? Jelas sudah.

Disini, gw adalah mantan konsumen IndosatM2 paket 384kbps, sebelum diupgrade ke 1mbps. Rasa sakit hati gw mungkin gak akan sesakit rasa customer-customer baru Indosat yang dijanjikan speed up to 1mbps tapi cuma dapet speed 100kbps. Berasa ditipu kan? Wajar dong kita komplain.

Oh ya, mungkin beberapa orang menanyakan kenapa gw kok ribut banget internet gw lambat, sampe nulis surat2 pembaca segala. Jawabannya adalah, karena untuk saat ini, kehidupan gw paling banyak berputar di Internet. Gw berkonsultasi dan belajar tiap hari, kalo gak ada schedule tutor dateng, lewat YM. Kebiasaan gw, invis chat ama Tutor, sambil donlot MP3 atau film. Dulu, kegiatan ini bisa dilakukan dengan nyaman. Tapi sekarang? Hampir selalu kalau gw lakukan kegiatan yg sama, terjadi dc yang berulang2 dan gw pun gak bisa browsing dengan nyaman. Speed browsing terbagi dengan speed download, jadinya lebih parah dari Dial-Up. :(

Lalu sekarang, di Depok gak ada pilihan untuk internet unlimited kecuali wireless yang sama gak stabilnya sama Indosat saat ini. Apa customer dipaksa memilih yang sama buruknya? Indosat eh Indonesia banget sih.

Viewing 6 Comments

Trackbacks

close Reblog this comment
blog comments powered by Disqus


Hosted in Dracoola Multimedia