Cara Menghilangkan Rasa Tidak Suka Yang Setengah Mateng!

Hate Not Able

Pernahkah kita merasa gak suka ma orang laen? Sedewa-dewa atau sedewi-dewinya manusia, ketidaksukaan pada suatu pribadi adalah sesuatu yang wajar dan biasanya terjadi secara alami. Ketidaksukaan itu bisa berasal dari ketidak-cocokan pandangan/perbedaan visi, pengalaman pribadi yang tidak mengenakkan dengan pribadi yang tidak disukai itu, atau malah terlalu sama dalam segala hal yang menimbulkan rasa iri saat kesamaan itu mulai luntur.

Kebanyakan orang yang memiliki ketidak-sukaan akan seseorang, akan sebisa mungkin menghindari berurusan dengan orang tersebut. Sebisa mungkin juga, orang tersebut harus ada dibawah si pembenci dalam segala hal. Kalaupun ia ada diatas si pembenci, biasanya si pembenci akan sebisa mungkin memperlihatkan ketidaksukaan itu dengan selalu mengangkat keburukan orang tersebut dalam setiap pembicaraan yang ia lakukan.

Selain kebanyakan teori diatas, dalam prakteknya ketidaksukaan bisa muncul dalam bentuk yang paling mengerikan. Bila ia hadir dalam bentuk ini, biasanya setiap orang yang didiaminya tidak sadar kalau ia mempunyai rasa tersebut. Hubungan antara si pembenci dengan yang dibenci akan berjalan dengan sangat halus, kadang dimata orang malah terlihat seperti hubungan yang sangat harmonis. Biasanya, akhir dari jenis ketidaksukaan ini adalah ucapan ‘tidak menyangka’ yang keluar dari mulut orang-orang di sekeliling mereka.

Ketidaksukaan ini, adalah jenis yang sering hadir di hidup saya.

Entah karena saya ini orangnya sensitif atau apa, ketidak sukaan akan seseorang sering muncul dengan cepat, lengkap dengan rasa marah dan emosi yang kadang berlebihan. Entah juga karena saya ini orangnya sulit dimengerti, kebanyakan orang sering menganggap saya ini enak untuk diajak becanda dan kadang bercanda melewati batas ketersinggungan saya.

Hebatnya, ketersinggungan saya jarang sekali terlihat di mata mereka.

Emosi yang muncul biasanya akan saya habiskan dalam memaksimalkan percandaan yang sedang terjadi. Saya berusaha mengaplikasikan pandangan yang sampai saat ini adalah salah satu (meminjam dari istilah Iyo) bualan yang saya anut.

Laugh At Yourself will Clear Your Eyes From Anger

Dan ternyata, mengejutkan! Sifat cepat tersinggung saya, biasanya hilang tanpa jejak saat saya benar-benar menjalankan pandangan yang saya anut itu. Dari situ, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa ketidaksukaan atau ketersinggungan adalah sesuatu yang, walau mungkin yang baca ini sekarang bakal bilang “Ya iyalah, kemane aje??!”, tapi saya justru baru bisa menyimpulkan bahwa :

Ketidaksukaan dan Ketersinggungan adalah sesuatu yang subjektif. Dua hal yang sebenarnya bisa dilawan dengan memegang teguh nilai objektifitas. Tidak ada gunanya merasa tersinggung apabila kita bisa menertawai kenyataan yang kita hadapi dan dijadikan becandaan orang itu. Ketawain aja diri sendiri.

Dan seakan membenarkan kesimpulan saya, hasil Google Search untuk keyword “Laugh At Yourself” memunculkan salah satu result yang berjudul :

If you can laugh at yourself, you have a firm grip on reality

Walau ternyata ini kalimat penghiburan buat para jomblo, teteup aja bisa dijadiin inspirasi.

Setengah Mateng Semangat!


3 Comments

test….

udah,, senyumin ajah…!! works for me juga kok.. kikiki…

btw,, tapi kalo emang seneng ngomongin orang tanpa merasa ndak seneng or benci ke orang itu,, gimana..? cuman seneng aja ngomongin orang,, ya dandanannya,, tingkah lakunya,, tapi pada dasarnya bukannya ndak suka atau benci.. huehe…gimana coba?!

klo mau bersabar, lama2 rasa marah & tersinggung itu emg bs berubah jd rasa geli, lucu.. jd emg pantes klo diketawain..


Leave a Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word



Qassia