Kutipan “Bijaksana” Hari Ini : Lukman Hakim (Anggota DPR)

“Kami sudah membesuk Amin, keadaannya baik-baik saja. Dia cerita, tidak benar bahwa dia tertangkap tangan dengan uang 4 juta itu. Kalau cuma 4 juta itu mempermalukan anggota dewan, kalau 4 miliar atau 4 triliun itu baru…,”
Kompas Online : Lukman: Rp 4 Juta Mempermalukan Anggota DPR
Kalimat diatas bisa dilanjutkan dengan :
- Wajar…seperti yang teman-teman dan saya lakukan
- Aneh…karena saya aja korupsi lebih dari itu..hehehe *nyengir kuda
- Gak cukup! Yang bener aja…saya kan harus adil membiayai istri-istri saya yang tersebar dari Sabang sampe Merauke
- Ketangkep….kan kita korupsinya pake sistem credit card…ada limitnya…hehehe *nyengir kuda lagi
Yang jelas sebuah pernyataan memalukan dari “wakil rakyat” yang katanya terdidik. Argumen ini saya lemparin ke mas Herman Saksono untuk diselidiki dan dianalisa dari segi logicalnya…. ![]()
Update : Berikut Ini Hasil Analisa Pakar Telematika Logical Fallacy™, Heman Saksono :
Menurutku itu fallacy jenis red herring (pengalihan), dan lebih spesifik: straw man fallacy, alias kesesatan boneka. Jadi alih-alih mempermasalahkan dugaan tindakan pidana seorang anggota dewan yang menerima uang sebesar 4 juta; Lukman justru mengubah wacana menjadi banyak atau tidaknya suap sebesar 4 juta.
Karena isu banyak-tidak ini relatif sederhana, maka lebih mudah dimentahkah. Makanya disebut kesesatan boneka.

