Archive for April, 2008

Inilah Hari “H”-nya

Hari H? Hari H apaan? Hentai? Bukaaaan hari inilah hari bersejarah dimana blogger se-Indonesia bisa menggantungkan mata golok harapannya atas kebencian Roy Suryo akan Blogger. :D

Hari inilah dimana kita bisa tahu siapa yang sebenarnya penipu. >:)

Yang pasti, semua alat2 sudah dipersiapkan untuk dengerin Live Streaming Disini :

  1. Komputer
  2. Mozilla Firefox, karena di Opera gak tahu kenapa gak muncul streaming playernya :(
  3. Mata Yang Terang. Untuk ini juga dibantu oleh jasa konsultan Mata Terang,  Ian Kasela
  4. Tukang Ojek

Di Kaskus juga pada rame nih…akh…beginilah nasib blogger yang sok seboek. Akhirnya nyesel gak dateng kesana. :(

:roycape:

Kutipan “Bijaksana” Hari Ini : Lukman Hakim (Anggota DPR)

“Kami sudah membesuk Amin, keadaannya baik-baik saja. Dia cerita, tidak benar bahwa dia tertangkap tangan dengan uang 4 juta itu. Kalau cuma 4 juta itu mempermalukan anggota dewan, kalau 4 miliar atau 4 triliun itu baru…,”

Kompas Online : Lukman: Rp 4 Juta Mempermalukan Anggota DPR

Kalimat diatas bisa dilanjutkan dengan :

  • Wajar…seperti yang teman-teman dan saya lakukan
  • Aneh…karena saya aja korupsi lebih dari itu..hehehe *nyengir kuda
  • Gak cukup! Yang bener aja…saya kan harus adil membiayai istri-istri saya yang tersebar dari Sabang sampe Merauke
  • Ketangkep….kan kita korupsinya pake sistem credit card…ada limitnya…hehehe *nyengir kuda lagi

Yang jelas sebuah pernyataan memalukan dari “wakil rakyat” yang katanya terdidik. Argumen ini saya lemparin ke mas Herman Saksono untuk diselidiki dan dianalisa dari segi logicalnya…. ;))

Update : Berikut Ini Hasil Analisa Pakar Telematika Logical Fallacy™, Heman Saksono :

Menurutku itu fallacy jenis red herring (pengalihan), dan lebih spesifik: straw man fallacy, alias kesesatan boneka. Jadi alih-alih mempermasalahkan dugaan tindakan pidana seorang anggota dewan yang menerima uang sebesar 4 juta; Lukman justru mengubah wacana menjadi banyak atau tidaknya suap sebesar 4 juta.

Karena isu banyak-tidak ini relatif sederhana, maka lebih mudah dimentahkah. Makanya disebut kesesatan boneka.

:roycape:

Cara Menghilangkan Rasa Tidak Suka Yang Setengah Mateng!

Hate Not Able

Pernahkah kita merasa gak suka ma orang laen? Sedewa-dewa atau sedewi-dewinya manusia, ketidaksukaan pada suatu pribadi adalah sesuatu yang wajar dan biasanya terjadi secara alami. Ketidaksukaan itu bisa berasal dari ketidak-cocokan pandangan/perbedaan visi, pengalaman pribadi yang tidak mengenakkan dengan pribadi yang tidak disukai itu, atau malah terlalu sama dalam segala hal yang menimbulkan rasa iri saat kesamaan itu mulai luntur.

Kebanyakan orang yang memiliki ketidak-sukaan akan seseorang, akan sebisa mungkin menghindari berurusan dengan orang tersebut. Sebisa mungkin juga, orang tersebut harus ada dibawah si pembenci dalam segala hal. Kalaupun ia ada diatas si pembenci, biasanya si pembenci akan sebisa mungkin memperlihatkan ketidaksukaan itu dengan selalu mengangkat keburukan orang tersebut dalam setiap pembicaraan yang ia lakukan.

Selain kebanyakan teori diatas, dalam prakteknya ketidaksukaan bisa muncul dalam bentuk yang paling mengerikan. Bila ia hadir dalam bentuk ini, biasanya setiap orang yang didiaminya tidak sadar kalau ia mempunyai rasa tersebut. Hubungan antara si pembenci dengan yang dibenci akan berjalan dengan sangat halus, kadang dimata orang malah terlihat seperti hubungan yang sangat harmonis. Biasanya, akhir dari jenis ketidaksukaan ini adalah ucapan ‘tidak menyangka’ yang keluar dari mulut orang-orang di sekeliling mereka.

Ketidaksukaan ini, adalah jenis yang sering hadir di hidup saya.

Entah karena saya ini orangnya sensitif atau apa, ketidak sukaan akan seseorang sering muncul dengan cepat, lengkap dengan rasa marah dan emosi yang kadang berlebihan. Entah juga karena saya ini orangnya sulit dimengerti, kebanyakan orang sering menganggap saya ini enak untuk diajak becanda dan kadang bercanda melewati batas ketersinggungan saya.

Hebatnya, ketersinggungan saya jarang sekali terlihat di mata mereka.

Emosi yang muncul biasanya akan saya habiskan dalam memaksimalkan percandaan yang sedang terjadi. Saya berusaha mengaplikasikan pandangan yang sampai saat ini adalah salah satu (meminjam dari istilah Iyo) bualan yang saya anut.

Laugh At Yourself will Clear Your Eyes From Anger

Dan ternyata, mengejutkan! Sifat cepat tersinggung saya, biasanya hilang tanpa jejak saat saya benar-benar menjalankan pandangan yang saya anut itu. Dari situ, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa ketidaksukaan atau ketersinggungan adalah sesuatu yang, walau mungkin yang baca ini sekarang bakal bilang “Ya iyalah, kemane aje??!”, tapi saya justru baru bisa menyimpulkan bahwa :

Ketidaksukaan dan Ketersinggungan adalah sesuatu yang subjektif. Dua hal yang sebenarnya bisa dilawan dengan memegang teguh nilai objektifitas. Tidak ada gunanya merasa tersinggung apabila kita bisa menertawai kenyataan yang kita hadapi dan dijadikan becandaan orang itu. Ketawain aja diri sendiri.

Dan seakan membenarkan kesimpulan saya, hasil Google Search untuk keyword “Laugh At Yourself” memunculkan salah satu result yang berjudul :

If you can laugh at yourself, you have a firm grip on reality

Walau ternyata ini kalimat penghiburan buat para jomblo, teteup aja bisa dijadiin inspirasi.

Setengah Mateng Semangat!

Orde Baru Dalam Ingatan, Telah Kembali

Demonstrasi 1998
10 Tahun Yang Lalu

Indonesia telah sedemikian maju. Bergerak kedepan, meninggalkan memori lama ketakutan-ketakutan publik terhadap ancaman pemerintah yang kadang super-mengerikan, menjamin ketiadaan masa depan atau bahkan hilangnya masa depan karena matinya nyawa-nyawa muda yang seakan tiada henti pada orde Petrus, sebutan terkenal ‘Penembak Misterius’ yang walau pada jamannya saya masih belum bisa berpikir lurus (masi umur 5 th kali gw), tapi tetep ketakutan jaman itu masih bisa terasa lewat cerita-cerita panas yang gw denger dari semua orang yang berani bercerita.

Selepas masa itu, dan kejatuhan maha raja yang juga sekaligus jadi angels of deathnya Orde Baru, tiada lagi yang perlu dikhawatirkan, kata pemerintah. Pemerintah tidak akan pernah lagi memaksa menutup suatu usaha atau kegiatan hanya karena terlihat tidak baik untuk telinga dan mata pemerintah yang terkenal sebaik moral malaikat itu. Pemerintah tidak akan pernah lagi melancarkan ajian-ajian magis yang kadang berakhir dengan hilangnya nama tanpa nasib yang jelas, karena pemerintah menghargai setiap dissenting opinion. Semuanya akan dihitung, akuntabel, dan akan tercatat. Sekotor apapun itu.

Tapi benarkah surga demokrasi di Indonesia akan bertahan? Ternyata tidak. Selepas 10 tahun gaung Demokrasi sebagai kata ‘penguat rasa’ pada setiap kalimat pidato pemerintah, pembuktian keberhasilan sekaligus konsistensi pemerintah pada kata ini jelas tidak terlihat. Terlalu banyak pelanggaran akan sendi-sendi demokrasi yang terlanggar, tanpa pengawasan yang jelas. Kebanyakan, pengawasan justru berakhir pada tindak anarkis dan over-reacting yang membuktikan ketidak-dewasaan pemerintah pada pengartian definisi Demokrasi itu sendiri.

smuanya bisa
Nomor 16 selalu bisa mengatasi krisis

Contoh yang paling aktual saat ini, adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Isi dari Undang-Undang yang ‘katanya’ bisa melindungi setiap orang yang berinternet ria ini seperti mengulang kebodohan lama pemerintah dengan pasal “pencemaran nama baik” dan “anti sara”nya. Oke, niatnya baik. Oke, internet sekarang seperti wild-wild west yang sulit diatur lagi setiap motivasi yang berputar didalamnya.

Namun pertanyaannya, lalu dimana kontrol rakyat sebagai stake-holder demokrasi di Indonesia? Masa semuanya mau dikontrol pemerintah? Katanya Demokrasi? Perasaan saya, yang semuanya dikontrol pemerintah itu komunisme. Ooooh rupanya pemerintah mau bikin ini ya, Demokrasi Pancasila. Ooooh kita rupanya mau mengulang masa-masa saat Soekarno dan Soeharto menggembar-gemborkan Demokrasi ciptaan mereka sendiri, yang tidak lebih dari mengganti bagian kata dari Diktatorisme.

Kita sekarang sudah masuk ke jalan gelap. Keterbelakangan pemerintah dan kecenderungan untuk mengulang sejarah kebodohan sepertinya tidak pernah habis di negeri yang dibangga-banggakan pernah menguasai dunia lewat ‘kejoyoan Majapahit’.
Ini semua seperti quote yang hari ini saya baca dan resapi :

Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.

George Santayana

Mengheningkan Cipta Untuk Internet Indonesia

Untuk sementara gua akan mengheningkan Cipta.


Menghindari blogwalking dan lari dari kenyataan.


Bahwa Youtube diblokir sebagai keputusan politis.


Bahwa Multiply Ditutup Agar “Bad Content” di Internet bisa Dihindari.


Bahwa Depkominfo ingin menciptakan dunia khayal mereka tanpa kejahatan dan tanpa godaan setan.


Bahwa semua hasil search google “Indonesia Blocks Youtube” hanya akan menghasilkan komentar negatif dari rakyat Dunia atas negara kita.


Bahwa sekarang gua harus pake Proxy Thailand untuk ngebuka materi pelajaran gw sendiri.


Bahwa pada akhirnya, pemerintah selalu merasa bisa mengubah dunia dengan memaksakan kehendak.


Bahwa kita tidak lebih daripada negara munafik pembenci Demokrasi.


Bahwa kini, blog ini akan diistirahatkan.


Terima kasih.

Diblokirnya Youtube. Suatu Bentuk Arogansi Gaya Orde Baru

Notice : Setelah 3 hari mengambang gak keruan, hari ini akhirnya Youtube, Myspace dan Multiply tidak bisa diakses di rumah gw dengan ISP IndosatM2. Kekesalan kini udah berubah jadi kesedihan. Kita yang mengagung2kan Demokrasi ternyata hanya negara yang penuh dengan kemunafikan. Kita ini Komunis. Kenapa gw bilang begitu? Karena kelakuan pemerintah gak beda sama kelakuan China.

Semuanya serperti sudah terbukti. Bagi beberapa orang yang menunggu ‘aksi pemerintah’ sebagai bentuk implementasi UU ITE, berikut adalah berita yang mungkin sudah ditunggu-tunggu itu :

Depkominfo Blokir Youtube

Suatu bentuk pemaksaan dan tanda Depkominfo sudah merasa over-confidence? Belum. Masih ada lagi.

Bukan Cuma Youtube, Myspace juga

Jadi sebuah pertanyaan, kenapa Myspace ikut diblokir. Karena di bagian favorite movies ada Fitna? Karena ada official myspace Fitna? Lalu berikutnya apa? Friendster karena ada yang menyebarkan isu rasisme dan profile palsu SBY? Lalu bagaimana dengan multiply? Bukankah ia salah satu plattform blogging? Bukankah ini tanda M. Nuh sudah meminum air liurnya sendiri yang ia keluarkan saat Pesta Blogger tahun lalu? Bahwa di Indonesia kebebasan blog tidak akan pernah dikekang?

Bukankah ini sangat Orde Baru? Siapa yang menyangka M. Nuh ternyata satu guru satu ilmu dengan Harmoko. Ah sudahlah, mungkin besok blog ini akan ikut diblokir. Karena blog ini membodohi rakyat. Apakah lalu besok saya harus meminta ijin dulu ke Depkominfo untuk membuat blog?

N.B : Buat yang lusa akan menghadap Menkominfo, saya mohon sampaikan pesan saya ini :

Beritahu saya cara membangun bangsa tanpa internet. Karena saya tidak mau satu-satunya website yang bisa dibuka anak saya dimasa depan hanya situs Depkominfo yang berisi foto telanjang pakar telematika

Lalu berikutnya bilang, yang barusan itu pesan dari anak ingusan di depok. Thx.

Saat Mereka Datang Dan Saat Tiada Pilihan

Hari ini, (kemarin tepatnya, sekarang gw lagi begadang gak jelas, nontonin Cartoon Network :( ) datang orang dari Indosat yang dijanjikan setelah surat pembaca gw muncul di koran Sindo. Dengan cepat, hanya berjarak 2 jam setelah koran Sindo itu gw baca, ada orang Indosat yang nelpon gw, bilang hari ini bakal ada tekhnisi mereka yang datang.

Mereka datang, sudah membawa ketidakjelasan yang jelas. Mereka bilang, kesini untuk “mengecek apa ada masalah koneksi dari komputer gw ke server mereka”. Suatu kalimat yang sudah gw prediksi sebelumnya, based on apa yg gw baca di forum majalah Chip, subforum representatif IndosatM2 yang sampai saat ini tim (atau orang) dari representasi Indosat sama sekali belum muncul menjelaskan masalah apa yang sebenarnya terjadi.

Bla-bla-bla dan Yaba-yaba-yaba, gw males nyeritain detailnya krn selain useless, gw juga capek seharian ini :( , terakhir, saat gw dan mereka berdiskusi di ruang tamu rumah gw, mereka meminta kesepakatan dari gw untuk “gimana deh enaknya mas Gagah aja” ngirimin surat ke Sindo meluruskan masalah ini. Gw pun bilang “Mas. Saya kirim surat ke Sindo itu karena ada masalah. Masalahnya adalah saya cuma dapet 10% dari apa yang saya bayar 100%. Selama masalah itu belum ada penyelesaiannya dari Indosat, maka saya akan tetap ngirimin ke Sindo bahwa belum ada penyelesaian dari pihak Indosat mengenai masalah yang saya dapat”. Done? Ini tentunya menjawab beberapa pertanyaan dari beberapa orang yang e-mail ke gw nanya kalo gw disogok suvenir ma Indosat, kira2 gw diem gak? Jawabannya, Tidak. Dengan T kapital.

Lalu tadi, di forum representatif Indosat forum Chip mendadak muncul post-an yang bernada kontroversial dan mencurigakan. Post-an ini muncul setelah gw melaporkan detail kedatangan orang Indosat kerumah gw. Berikut postingannya :

Walah.. daripada bingung-bingung, ganti ISP aja boss. Kita ngomel-ngomel seperti apapun, kalau memang produknya mereka bilang share up to, ya tetep aja rebutan ama user yang lain.
Kan kalau kita berenti gak ada konsekuensi apa-apa buat kita, gak ada kontrak minimal langganan kan ?

Postingan diatas, dengan cepat menyulut emosi beberapa customer Indosat dan gw sendiri.

Pertama, post-an diatas entah kenapa terasa sangat mencurigakan. Suara ketidakpuasan atas komplain konsumen, kalau dilihat dari sudut pandang konsumen, baru pertama kali ini gw liat terjadi. Apa beliau yang ber-username Encarta di forum CHIP ini adalah orang dari IndosatM2? :-\

Kedua, post-an diatas sangat pointless dan ngaco. Yup, memang paketnya up-to. Tapi gw kira wajar customer ngomel-ngomel karena koneksinya yang mendadak ngaco serentak disemua tempat, dua minggu yang lalu. Dari yang sebelumnya kita dapet speed hasil speed test di speakeasy atau speedtest.net minimal 700 kbps, sekarang cuma bisa maksimal 200 kbps. Gila kan? Itu maksimal loh. Kebanyakan speedtest yang gw dapat berkisar di 100-an kbps. Pertanyaannya adalah, apa konsumen sudah dirugikan? Jelas sudah.

Disini, gw adalah mantan konsumen IndosatM2 paket 384kbps, sebelum diupgrade ke 1mbps. Rasa sakit hati gw mungkin gak akan sesakit rasa customer-customer baru Indosat yang dijanjikan speed up to 1mbps tapi cuma dapet speed 100kbps. Berasa ditipu kan? Wajar dong kita komplain.

Oh ya, mungkin beberapa orang menanyakan kenapa gw kok ribut banget internet gw lambat, sampe nulis surat2 pembaca segala. Jawabannya adalah, karena untuk saat ini, kehidupan gw paling banyak berputar di Internet. Gw berkonsultasi dan belajar tiap hari, kalo gak ada schedule tutor dateng, lewat YM. Kebiasaan gw, invis chat ama Tutor, sambil donlot MP3 atau film. Dulu, kegiatan ini bisa dilakukan dengan nyaman. Tapi sekarang? Hampir selalu kalau gw lakukan kegiatan yg sama, terjadi dc yang berulang2 dan gw pun gak bisa browsing dengan nyaman. Speed browsing terbagi dengan speed download, jadinya lebih parah dari Dial-Up. :(

Lalu sekarang, di Depok gak ada pilihan untuk internet unlimited kecuali wireless yang sama gak stabilnya sama Indosat saat ini. Apa customer dipaksa memilih yang sama buruknya? Indosat eh Indonesia banget sih.



Qassia