Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Berjuang Untuk Negara Teroris

Dua hari yang lalu, ketiga teroris yang mengaku meledakkan dua diskotik di Bali akhirnya dieksekusi. Mereka yang telah divonis mati oleh pengadilan, telah menerima hukumannya, malah meminta untuk dihukum mati dengan cara dipancung, yang menurut mereka adalah hukuman mati cara Islam. Mereka juga mengaku tidak menyesal, dan entah untuk keberapa kalinya, mereka menganggap apa yang mereka lakukan adalah, Jihad.

Namun apa iya yang mereka lakukan Jihad?

Poin apa yang mereka coba buktikan? Jihad, adalah sesuatu yang dalam artinya di agama Islam. Ia membutuhkan keberanian, membutuhkan cinta dan kesetiaan terhadap agama, membutuhkan pengorbanan. Poin dari Jihad adalah memperjuangkan sesuatu atas nama Islam. Mengejar kemaslahatan Umat, demi kebaikan agama.

Namun sekali lagi, dengan pertanyaan yang sedikut diubah, poin apa yang mereka SUDAH buktikan?

Mereka membom dua diskotik di Bali, Indonesia. Salah satu kota paling damai di Indonesia, salah satu kota yang namanya paling terkenal di dunia, kota yang selalu membantu menyebarkan bukti bahwa Indonesia bukan negara “muslim” biasa yang penuh prejudice. Indonesia adalah negara yang ramah, berani menerima perbedaan dan tidak takut menghadapi hal baru. Mereka meletakkan bom di kota ini, di club, menewaskan ratusan nyawa, kebanyakan warga asing dari banyak negara yang sama sekali tidak memiliki masalah dengan Indonesia. Australia, Jepang, Kanada, apa yang mereka sudah lakukan pada Indonesia??? Bahkan walau ada warga negara Amerika yang ikut tewas, yang dalam pengertian beberapa orang adalah “Negara Setan”, mereka tidak pantas mati, hanya karena punya pemerintah yang picik. They’re on vacation in the biggest moslem nation in the world, for god’s sake. Doesn’t that mean they have respect to our religion? Doesn’t that mean they have no prejudice against our beloved, Religion?

Poin yang ingin mereka buktikan? Nihil? Mereka sendiri sepertinya kehabisan alasan yang cukup kuat untuk melakukan pemboman, beralasan bahwa apa yang mereka lakukan adalah “Jihad melawan kaum Kafir”.

Seperti FPI, hanya dengan dosis tambahan nyali dan penyakit jiwa.

Walau menurut beberapa orang bukti belum cukup, toh mereka sudah mengaku melakukan pemboman. Ini membuat pernyataan beberapa orang bahwa mereka tidak pantas mendapatkan hukuman mati menjadi invalid. Tidak sadar mengabaikan fakta terkuat.

Kini mereka sudah dieksekusi, dan yang muncul di tv memunculkan pertanyaan baru yang mengetuk setiap hati. Apa kita sudah berbalik mendukung apa yang mereka lakukan? Apa kita sudah jatuh hati dengan perjuangan mereka, sampai-sampai banyak sekali orang yang bilang mereka sudah pasti “mati sahid” dan “masuk surga”? Sampai-sampai berani mendului Tuhan?

Walau hukuman mati adalah contoh pelanggaran hak asasi manusia terbesar yang sayangnya masih dipraktekkan sampai hari ini, apa yang sudah mereka lakukan dimata saya adalah bukan Jihad. Mereka Teroris, mereka justru adalah musuh Islam, yang memburukkan nama Islam dimata dunia dan dimata para pemeluknya hanya karena pribadi yang bermasalah. Mereka tidak pantas dielu-elukan, ya Allah……mereka yang tewas karena kelaparan, karena diskriminasi kita, Umat Islam yang lupa dengan sesama, mereka yang pantas untuk dielu-elukan! Merekalah yang mengingatkan kita disaat kita lupa, bukan pengecut yang berbuat kriminal dengan berlindung dibawah nama Agama.

Jadi……poin apa yang sudah mereka buktikan?

Ya, mereka sudah berjuang. Mereka berjuang demi mengubah negara ini menjadi negara Teroris.

Tulisan Yang (Mungkin) Berkaitan

 
 

Warning: require(/home/setengmt/public_html/wp-content/themes/default/comments.php) [function.require]: failed to open stream: No such file or directory in /home/setengmt/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 879