Satu lagi, saya berkomitmen harus menyelesaikan buku pertama saya tahun depan. Entah itu kumpulan puisi, cerpen, novel, atau biografi berjudul “Kesaksian : Bagaimana Seorang Blogger dapat menjadi Milyarder Termuda di Indonesia”

Apa itu Resolusi? Resolusi dalam pandangan saya adalah suatu susunan komitmen yang dihasilkan oleh satu proses pemikiran yang matang, dengan harapan dapat menghasilkan komitmen yang sesuai dengan tujuan awal penyusunan. Dalam prosesnya, penyusunan resolusi harus melewati berbagai macam tingkatan yang sulit, karena setelah melewati semua proses ini, komitmen yang tersisa harus telah tersaring dengan hanya menyisakan yang benar-benar penting dan bisa benar-benar dijalankan.
Dan tiap bulan Desember, proses alot macam ini harus dilewati oleh orang-orang yang sudah terbiasa membuat resolusi Akhir Tahun. Entah karena resolusi tahun sebelumnya telah tercapai atau malah gagal total. Well tahun ini sepertinya ada yang harus saya lakukan sebelum membuat resolusi baru. Mereview Resolusi saya yang lama.
Kenapa begitow? Karena ternyata resolusi saya di tahun sebelumnya masih ada yang belum tercapai. Banyak pula.
Tahun lalu saya menulis, walau cuma ada di pikiran saya…bahwa tahun depan (2008 maksudnya
) saya harus dapat universitas yang bagus. Jawabannya : UI. Yah lumayanlah Hanjrit Naujubilah, siape yang nyangke? Iya gak?
. Well, satu tercapai. Yang kedua, adalah….hilang jerawat dari muka. Jawabannya : Akhir tahun ini tampang saya malah tambah mirip jalan lintas sumatera. Gradagan. Doeh.
Yang ketiga, saya juga minta saya kuliah bisa enak, rajin dan dapet IP yang bagus. Jawabannya : Hayah, gak perlu dibahas lagi, absennya saya sama dengan seringnya nenek saya ngamuk-ngamuk dan bolak-balik gak keruan. Tiap hari bleh
Ujian juga pusing…..Yang keempat? Saya menulis, saya bisa jadi orang yang lebih dewasa. Mungkin yang bisa menilai hanya orang yang pernah bicara dan berdebat langsung dengan saya, tapi menurut saya kadang saya masih terlalu reaktif dalam menilai sesuatu. Nada suara saya pun merdu bak pegunungan, naik turun mengikuti irama detak jantung emosi saya. Yang anehnya, cara bicara saya makin lama makin mirip orang tua saya yang lelaki. Yah jadinya lucu kalo kita dah ngobrol. Ngomongnya sama2 sering keabisan napas.
Maka itu, harapan saya adalah nada suara saya bisa flat, berat, dengan bass yang pas sehingga kharismatik. Jawabannya : Weits, jangan salah…..bass sih nambah, tapi kemampuan suara tinggi malah ilang (loh? kok malah ngebahas suara?). :-?
See? Masih banyak isi dari resolusi saya tahun lalu yang belum terkabul. Itu cuma empat, padahal isi resolusinya ada 9.
Kemungkinan besar saya memang masih belum menjalani proses alot saat penyusunan resolusi dengan benar. Saya lupa ada perbedaan yang cukup jelas antara Resolusi & Mimpi. Walau kadang mimpi adalah fondasi dari kesuksesan seorang manusia. *halah*
Jadi apa resolusi baru saya tahun ini selain komitmen untuk mencapai resolusi tahun lalu? Well, salah satunya adalah sering-sering ngepost di blog! Itulah sebabnya saya ngepost postingan gak penting ini. Selain itu adalah sering blogwalking, dan lebih menghargai pendapat. Satu lagi, saya berharap saya dapat menerbitkan buku pertama saya tahun depan. Entah itu kumpulan puisi, cerpen, novel, atau biografi berjudul “Kesaksian : Bagaimana Seorang Blogger dapat menjadi Milyarder Termuda di Indonesia”.
How about your resolution?
Turun berat badan? Kaya Raya tujuh turunan? Lepas dari jerat narkoba (buset serem amat)? Ayo kita sharing di tempat komentar.
