Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Kampanye 2.0, Pasti Menang?

barack_obama

Ini 2009. Ini eranya Plurk, Twitter, Facebook & Wordpress. Ini saatnya, mindset kita diubah.


Perubahan mindset. Dua kata itulah yang muncul dari pengamatan saya akan kampanye online yang digelar para Calon Anggota Legislatif & Calon Presiden. Masih dalam lingkup perubahan mindset dan belum practical, apalagi efektif. Kampanye melalui Facebook, misalnya. Hampir semua Caleg yang sadar informasi, suka nonton TV dan sadar Barack Obama kemarin berhasil memenangi pemilu Amerika tiba-tiba rajin buka Facebook. Rajin update status, rajin komen status dan rajin bikin notes. Walau tanpa data akurat, ratusan bahkan mungkin ribuan profile Facebook baru dibuat hanya degan tujuan berkampanye. Sampai situ saja. Efektivitasnya sulit diukur memang, karena yang namanya social media adalah preferensi pribadi atau satu golongan. Tapi sampai sekarang menurut anda yang mungkin lebih sadar politik di Facebook daripada saya, adakah kandidat yang berhasil memanfaatkan Facebook untuk membangun pengikut setia yang bersedia menjadi relawan yang bersedia berkampanya tanpa bayaran? Seperti Barack Obama? Ada?


Tidak hanya di Facebook. Blog pribadi pun digunakan. Micro-blogging? Media Micro-blogging semacam Twitter atau Plurk sebenarnya adalah media yang lebih efektif dan dinamis dalam memperkenalkan diri maupun menjabarkan visi-misi. Melalui Micro-blogging, kita dipersilahkan untuk masuk ke ruang privat dan paling pribadi dari setiap kandidat. Kita jadi tahu apa yang sedang ia lakukan, ia pikirkan dan rencananya kedepan. Kita jadi tahu dia ini penipu atau visioner. Lebih menarik lagi mungkin, apabila ia sudah terpilih, ia bisa menjadi semacam spoke person DPR secara tidak langsung karena kemampuannya melaporkan langsung dari dalam gedung “kramat” tersebut.


Tapi apa ada yang sudah terjun ke alam Micro-Blogging ini? None. Nihil. Setidaknya yang saya tahu. Sekali lagi, kalaupun ada yang sudah terjun ke media kampanye yang satu ini, apa kampanyenya bisa efektif? Atau baru hanya memulai?

 

internet_campaign

 

Sebenarnya Campaign 2.0 atau mugkin kalau di Indonesia lebih cocok diterjemahkan menjadi Kampanye no. 2 (karena masih belum jadi pilihan utama :D ) memang masih menjadi sesuatu yang baru di dunia. Di Amerika Serikat sendiri tren penggunaan Twitter sebagai media komunikasi konstituen dan perwakilannya hanya baru-baru ini saja melonjak tajam. Sekarang hampir semua anggota senat dan Kongres memiliki akun Twitter. Media dan rakyat dengan mudah mendengarkan opini-opini pribadi wakilnya di Twitter sebelum akhirnya terdistorsi oleh penyatuan opini berbendera Partai. Lebih asik, personal  dan lebih akuntabel. Lalu masalahnya?


Indonesia. Masalah. Internet. Tiga kata ini cukup untuk menjelaskan masalah yang menghadang pemilihan internet dan segala aplikasinya sebagai media komunikasi politik yang efektif. Internet walau sudah cukup murah belum masuk dan menyentuh area desa-desa di bagian timur Indonesia, dan menurut penelitian terbaru, masih didominasi remaja. Ini tentunya bisa mengasingkan pemilih tua yang belum sadar internet di desa-desa. Tapi saya justru bertanya lagi, sejak kapan kita punya media komunikasi politik yang efektif? Penggunaan televisi apakah sudah berhasil menjelaskan mengapa anggota DPR sering tidur dan absen saat sidang? Sudahkah? Justru penggunaan micro-blogging, facebook dan blog yang diikuti dengan kesadaran media mainstream semacam tv dan radio untuk menyalurkan komunikasi setiap anggotalah yang bisa mendorong kecepatan dan efektivitas Campaign 2.0. Media, harus menjadi semacam corong proxy dari setiap kanal toa representasi kita di senayan.


Lalu selain itu, apalagi? Terakhir tentunya adalah keinginan. Karena sesungguhnya, media komunikasi politik online adalah media yang sangat-sangat-sangat efektif untuk membangun masa yang setia. Barack Obama sudah berhasil membuktikannya. Tinggal kita, dan orang-orang yang ingin menjadi wakil kita itu untuk terus mencoba dan mempelajari caranya. Jangan menyerah segampang Jusuf Kalla menyerah mempelajari Blackberrynya dan memilih hape jadul samsung itu. :D


Oh ya, jadi gimana kesimpulannya? Kampanye 2.0 apakah membuat si kandidat pasti menang? Hah. Sekarang pertanyaannya dibalik, Kampanye 1.0 dengan uang milyaran dan iklan politik produksi professional pasti menang gak? Gak kan. Jadi salahkan anda sendiri, kalau anda gagal menang.

Tulisan Yang (Mungkin) Berkaitan

 
 

Warning: require(/home/setengmt/public_html/wp-content/themes/default/comments.php) [function.require]: failed to open stream: No such file or directory in /home/setengmt/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 879