Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Kisah Ponari Yang Lalu Mendunia & Solusinya

ponaridiggKisah Ponari yang mendapat 665 diggs dan Berhasil Muncul di Halaman Depan DIGG

Masih adakah yang meributkan kisah Ponari, sang pemegang batu ajaib penyembuh segala? Ya, kisah ini seperti mendingin dan hilang begitu aja seiring mengalirnya waktu dan munculnya fenomena-fenomena lain yang jauh lebih aneh di Indonesia, dengan mahluk yang jauh lebih aneh pula (contoh : pemilu 2009).

Ponari, anak yang seperti dikutuk (atau diberkahi) dengan “kekuatan penyembuh”nya adalah kisah khas unik cuma di Indonesia. Mendadak jadi terkenal, karena punya batu yang kesamber petir lalu mendadak bisa menyembuhkan segala penyakit. Ceritanya lucu dan ironik. Lucu karena  ngeliat orang komat-kamit gak keruan didepan kuburan ditengah jaman Twitter, Facebook dan iPhone aja kita udah ngerasa aneh, eh ini satu negara yang “katanya” negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia tahu-tahu percaya dan seperti tersihir dengan kisah batu ajaib dan air celupannya yang bisa langsung berkhasiat. Mana nih DPR, Pornografi dilarang tapi Syirik & klenik masih dibolehin. Bukannya syirik adalah dosa paling besar di agama Islam ya? ;)

Anyway, gw disini gak ingin menjabarkan secara panjang-panjang tentang kisah Ponari. Gw yakin pembaca blog ini udah capek dan udah tahu banget ceritanya. Gw justru ingin menceritakan kisah lain (yang lebih geeky) tentang bagaimana akhirnya kisah Ponari mendunia. Melalui Digg, salah satu komunitas online terbesar dan paling populer di dunia.

Apa itu DIGG? Digg, atau Digg.Com, adalah situs semacam LintasBerita & InfoGue. Eh salah deng, justru LintasBerita & InfoGue lah yang meniru konsep Digg. Iya, bener, setelah Digg muncul pertama kali di tahun 2004, situs sejenis banyak muncul di seluruh dunia dengan konsep yang sama. Seperti koran, yang kontennya diisi dan dipilih oleh anggota situsnya, lalu penggunanya bebas memilih berita yang menurut mereka keren, penting dan pantas untuk muncul di halaman depan situsnya. Banyak yang bilang, konsep situs semacam ini adalah Democracy at work atau Demokrasi yang sedang bekerja. Gw setuju. :)

Lalu apa hubungannya DIGG dengan Ponari? Well, kisah ponari ternyata sempet muncul di halaman depan Digg, dan mendapat 600 lebih DIGG dari penggunanya. Mari kita ketawa sama2, hahahaha (apa coba :mrgreen: ). Mengingat halaman depan DIGG setiap harinya dari yg gw denger di DIGGNation dilihat oleh 35 juta orang dari seluruh dunia, kisah Ponari telah mendunia, dan kita harus bangga dong…..kecuali….

Setelah baca komennya. Indonesia, dan Islam, sukses jadi bahan lucu2an.

islamdiggKlik Gambar diatas untuk Versi Lebih Besarnya

Jangan marah dulu. Malah kalo kata gw, buat apa kita marah? Toh kita sendiri (paling gak gw dan seluruh keluarga gw, temen2 gw, dan orang2 waras disekitar gw) menganggap batu ajaibnya Ponari ini adalah fenomena yang terlalu dilebih-lebihkan dan patut untuk jadi lucu-lucuan. Gak cuma sampe lucu-lucuan, tapi juga bahan introspeksi untuk kita orang Indonesia & Umat Islam di Indonesia. Ingin sembuh itu wajar. Mungkin kalo gw punya sodara yg sakit parah jg gw akan berusaha keras mencari cara supaya sodara gw itu bisa sembuh. Tapi mengantri dibelakang ribuan orang, meminum air dari batu yang gak higienis, bahkan dari aer got dan kubangan aer yang “deket” posisinya sama rumah Ponari hanya untuk “kepastian” yang tanpa jaminan dari Ponari bahwa kita akan sembuh adalah sesuatu yang bodoh & memalukan.

Mari kita belajar dari kasus tewasnya salah satu pasien pengobatan alternatif Gus Muh. Pengobatan alternatif yang juga seperti Ponari, bergantung pada one-man-branding yaitu nama Gus Muh ini beberapa waktu lalu dilaporkan ke polisi. karena tuduhan malpraktik. Suami salah satu pasien Gus Muh bernama Mulyadi merasa istrinya yang menderita Kanker Payudara mendapatkan salah pengobatan di klinik Gus Muh yang mengakibatkan kematian setelah sembilan kali terapi. Gw bingung.

WHAT DO YOU EXPECT? Bahwa berobat di klinik alternatif pasti sembuh? Penyakit apapun juga? Pasti gak mati gitu? Wow, si penyembuh ternyata lebih hebat dari nabi, bahkan Tuhan. Lalu kalo di pengobatan alternatif masih bisa mati juga, kenapa masih berobat di pengobatan alternatif? Jawabannya pasti lebih murah. Ooooooh….ternyata alasannya masih sama dengan keunikan & keanehan lain yang ada di Indonesia. Masalah harga.

Terus gimana solusinya Gah? Pasti itu pertanyaannya. Ngapain gw repot-repot nulis panjang-panjang kalo gak ada poinnya sama sekali? Well, walau gw ragu ada yang mau denger pendapat gw yg cuma gw tulisin di blog setengahmateng ini, dalam pandangan gw solusi dari masalah ini ada dan jelas. Solusi, yang membutuhkan kerja sama 2 pemegang saham negeri ini : Pemerintah, dan Rakyat.

Pemerintah : Proaktif dalam program jaminan sosial! Yang sekarang masih kurang banget. Sewa dan kerjasama dengan Public Relation Firm terbaik di negeri ini, kalo perlu firm luar negeri untuk memperaiki sistem sosialiasi Jaminan Kesehatan Miskin. Buat polling nasional multi media (berarti lewat tv, koran, internet, mobile) tentang perfoma rumah sakit milik pemerintah dan rumah sakit milik pemerintah mana yang sangat butuh perbaikan tekhnis dan SDM.

Lalu bagaimana dengan nasib para dukun-dukun ato “penyembuh” alternatif itu? Masa mau dibiarin miskin? Untuk itu, pemerintah harus membuat Undang-Undang yang mengharuskan rumah sakit memiliki divisi khusus non-medik. Intinya, rumah sakit milik pemerintah harus menyediakan semacam Value Added Service (VAS) berupa layanan pengobatan alternatif untuk membantu metode pengobatan standar medik. Pengobatan alternatifnya juga harus diotorisasi oleh pihak rumah sakit untuk menjaga standar keamanannya. Intinya barang-barangnya harus higienik, harus amanlah. Rumah sakit milik pemerintah juga harus menyisihkan dana penelitian untuk pengembangan pengobatan alternatif.

Terus biayanya? Hayah….pasti kan mahal Gah. Heh, tenang. Semuanya bisa dilakukan dengan gratis, atau minimal sedikit biaya. Untuk Public Relation memang pasti membutuhkan biaya. Ya, wajarlah. Mungkin disini biaya terbesar akan muncul. Kurangi biaya dengan tax incentive atau insentif pajak untuk PR firm yang bersedia menjadi partner pemerintah. Berikan fasilitas khusus untuk PR Firm tersebut. Yah, cari-cari caralah untuk membayar tanpa uang. Pemerintah kan punya otoritas penuh.

Lalu untuk polling multimedia, sekali lagi, tax cuts bisa jadi solusi pembayaran. Selain itu juga beriklan gratis untuk spot-spot banner raksasa di aset milik pemerintah. Biaya iklan media yang biasanya mahal tapi digratiskan tentu bisa menarik minat media-media ini untuk menjadi partner pemerintah.

Untuk Rumah Sakit? Untuk para penyembuh-penyembuh itu? Relokasi biasanya jadi hal yang paling sulit di Indonesia kan Gah? Bener banget. Ini yang masih butuh pemikiran lebih lanjut. Apakah ada pembaca yang bisa kasih saran/masukan/solusi? :D

Rakyat : Gak ada solusi yang instan. Yang instan biasanya bukan solusi. Itu yang harus kita bersama sadari kalo gw bilang. Pengobatan non-medik memang menjanjikan kemurahan, dan kadang gak sesakit pengobatan medik. Masalah murah, gw lihat banyak orang kaya yang masih memilih pengobatan gaya ini. Hmm, kenapa ya? Kayaknya jawabannya adalah ingin sembuh. Wajar, tapi gw harap kita masih menggunakan sedikit logika di tengah masalah. Kadang pengobatan alternatif itu gak bersih, gak higienik dan melelahkan (karena banyaknya pasien & yang nyembuhin cuma satu).

Ini pengalaman pribadi. Kakek gw, dua tahun sebelum meninggal harus menjalani operasi belek jari tengah gara-gara dia ngejalanin pengobatan alternatif. Tahu pengobatan alternatif yang dia jalani itu metodenya apa?

Bool ayam. Buat yang gak tahu bool ayam, bool ayam itu tempat beraknya Ayam. Lobang kecil itu tadi, katanya bisa menyembuhkan segala penyakit. Caranya? Masukin jarinya ke situ. Yeap, almarhum kakek gw pernah harus menyodomi ayam cuma buat nyembuhin cantengan. :(

Intinya use your logic before you walk. Solusi emang gak cuma satu, tapi solusi terbaik biasanya adalah satu yang terbaik dari yang terburuk. Harapan gw, gak cuma kisah Ponari yang memalukan aja yang bisa masuk halaman depan DIGG dan mendunia, tapi kabar bahwa negara kita udah berhasil menyelesaikan salah satu masalahnya. :(

*) Btw, salah satu orang yang menyebarkan dan meminta orang-orang yg gw kenal untuk menDIGG itu berita supaya masuk halaman depan adalah gw. :D Dan ternyata sukses! Sehari kemudian orang Amerika pun tahu Ponari itu siapa.

ponaridiggtwit

ponaridiggtwit2

Saking semangatnya sampe salah parah gw ngetik. mad = made

Tulisan Yang (Mungkin) Berkaitan

 
 

Warning: require(/home/setengmt/public_html/wp-content/themes/default/comments.php) [function.require]: failed to open stream: No such file or directory in /home/setengmt/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 879