Hari ini adalah hari yang bersjarah. Tepat 28 Maret 2009 hari ini, World Wide Fund for Nature atau WWF mengadakan kampanye internasional sebagai demonstrasi usaha penyelamatan lingkungan. Hari ini, tepat jam 20:30 malam, Indonesia akan mengikuti Earth Hour. Bersama dengan puluhan negara lainnya di seluruh dunia, rakyat Indonesia diharapkan mematikan lampu rumah dan lingkungannya selama 60 menit. Untuk dunia, bersama dunia, oleh Dunia.
Earth Hour dalam 30 Detik
Gw jujur aja tertarik melihat tipe kampanye global oleh WWF yang satu ini. Diawali oleh WWF Australia & Thailand yang memulai event Earth Hour tahunan sejak 2007, Earth Hour dimata gw adalah salah satu kampanye WWF yang “pintar”. Kenapa?
Pertama, kampanye Earth Hour ini seperti telah memperhitungkan aksi macam apa yang masih bisa diterima warga biasa tanpa menaikkan alis dan mengucapkan “kayaknya lebai deh”. Mematikan lampu berarti alat-alat elektronik yang lain masih bisa dihidupkan, sehingga pengorbanan yang diberikan gak terlalu gede-gede amat. Kedengerannya egois emang, tapi mau gak mau kita harus akui kita hidup di alam yang manusianya egois. Kalo kita bukan mahluk egois, kita tentu gak matiin lampu pas ada kampanye kayak gini aja. Kultur buang sampah sembarangan & penebangan hutan illegal gak bakal ada. Dan alam pun pasti masih baik-baik aja. Karena kita egois-lah, makanya ada kampanye semacam ini.
Kedua, kampanye mematikan lampu ini bertepatan dengan malem minggu. Walau mungkin gw yakin pasti ada yg gak setuju dengan statement yg bakal gw keluarin ini, yah ini kan blog gw. Akhirnya ada alasan malem minggu beremang-remang di depan rumah.
Selain itu kampanye Earth Hour ini sebenarnya bisa juga dimanfaatkan oleh pemilik usaha yang banyak jadi sasaran pasangan-pasangan muda bermalem minggu sebagai “malamnya lilin”. Gw sendiri g begitu ngerti tekhnisnya menggunakan lilin apa ngerusak lingkungan atau gak, tapi paling gak dengan gaya marketing seperti ini pemilik usaha bisa menyelamatkan lingkungan sekaligus menjaga konsumen supaya gak pergi. Win-win solution gak?
Selain kedua poin diatas, satu lagi yang menarik untuk kampanye Earth Hour hari ini adalah adanya dukungan pemerintah. Kali ini setidaknya Pemerintah Daerah Jakarta udah menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan polisi untuk mengamankan daerah-daerah yang akan dipadamkan lampunya oleh Pemda DKI Jakarta. Tahun ini juga tahun pertama Jakarta secara resmi berpartisipasi di kampanye tahunan Earth Hour ini.
Manfaat Earth Hour
Mungkin temen2 yg lagi ngebaca postingan ini bertanya-tanya, emang manfaat Earth Hour apaan sih, terutama buat Jakarta sebagai satu-satunya kota pendukung resmi Earth Hour di Indonesia? Well, mari kita tarik sedikit data dari website Earth Hour Indonesia yang anyway, tampilannya keren banget.
Kenapa Jakarta?
Dari data diatas terlihat pentingnya Earth Hour untuk Jakarta. Cuma untuk Jakarta. Bayangkan kalau seluruh kota di Indonesia resmi mendukung kampanye ini secara sukarela (tanpa harus didekati secara proaktif oleh pihak WWF). Mungkin tanpa sadar dalam sejam aja kita udah menghemat uang pembayar pajak senilai milyaran rupiah (jauh lebih besar dari estimasi penghematan hanya Jakarta sebesar Rp. 200 juta).
Terakhir, Pertanyaan
Meningkatkah kesadaran kita akan bagaimana kelakuan kita sehari-hari membahayakan lingkungan dan pada akhirnya membahayakan masa depan kita sendiri dengan Earth Hour? Pertanyaan ini menjadi penting karena penyelamatan lingkungan dari berbagai ancaman akibat kelakuan kita sendiri gak selesai hanya dengan mematikan lampu selama 60 menit. Dibutuhkan usaha berkelanjutan, dukungan seluruh warga dan kesadaran kita semua untuk mau menghemat penggunaan listrik atau mengubah kelakuan kita. Dan kalo mau jujur, gw ragu. Kenapa ragu, gw yakin para pembaca tahu alasannya. Perubahan sikap hanya dapat terjadi kalau kita hidup dengan sikap siap akan perubahan.
Pokoknya, apapun yang terjadi, nanti malam matikan lampu anda selama 60 menit mulai 20:30 (setengah sembilan) sampe 21:30 (setengah sepuluh) gelap-gelap kita untuk terangnya masa depan, gak ada salahnya kan?
![]()



