Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Respons Terhadap Artikel Navinot: Mengalahkan Outliers?

drunkbusinessman

Navinot hari ini menulis artikel yang cukup menarik, tentang outliers, sebuah sebutan dalam ilmu statistik yaitu observasi yang hasilnya menyimpang dari semua data yang lain. Sebuah “keajaiban”. Freak of nature. Namun dengan Navinot sebagai sebuah blog yang menulis tentang marketing dan teknologi, tentu dihubungkan dengan kedua ilmu tadi.

Outliers, dalam topik yang diangkat oleh Navinot, adalah sekumpulan orang yang entah muncul darimana, entah bagaimana ceritanya, bisa jadi pemimpin. Pemeran penting dalam suatu bidang kehidupan, yang seakan tumbuh, besar dan dibesarkan dalam lingkungan yang 100% tepat dan membantu peran yang akan mereka jalani di masa depannya. Sebuah kebetulan dan kebetulan,  yang menciptakan kesuksesan.

Dalam judul artikelnya, atau lebih tepatnya, sebagai pertanyaan kritis dari artikelnya, Navinot menanyakan, bagaimana cara mengalahkan outliers? Apakah mungkin, kita mengalahkan orang-orang yang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin?

Jawabannya akan berbagai macam, tentu, sesuai dengan sudut pandang masing-masing pribadi. Tapi ini jawaban gw : Tidak. Tidak bisa.

Loh, kok tidak bisa? Bagaimana mungkin gak bisa?

Hehe. :) Masalahnya berhubungan dengan sebuah filosofi klasik yang agak terlalu rumit untuk dijabarkan disini (sebenernya sih gw yg males :P ). Intinya, saat kita berpikir menggunakan satu pola pikir linear, sebuah sudut pandang akan tercipta. Sebuah sudut pandang, yang akan menghasilkan berbagai solusi yang berbeda juga untuk menyelesaikan satu masalah.

Nah, pada istilah “outliers”, karena memang ia tercipta dari sebuah buku yang diciptakan oleh sebuah manusia dan kepercayaannya sebagai individu, kita diyakinkan untuk mempercayai kepercayaannya. Fair, tentu, karena ya, ada benarnya. Waduh, kontradiktif lagi ya. Well, gw bilang ada benarnya karena kita, yang beragama Islam, atau agama-agama lainnya tentu percaya dengan apa yang disebut faith.

Iya, faith, sebuah “kebetulan” yang lebih tepat disebut kebenaran dalam fatwa Tuhan di setiap relung jiwa kita, saat kita pertama kali melihat dunia. Tapi itu tadi kita hanya berlompat filosofi. Kita hanya mengubah nama “outliers” menjadi bahasa arab, mungkin, tanpa mau menjawab pertanyaan pertama tadi. Bisakah, atau mungkinkah kita mengalahkan outliers?

Sekali lagi gw jawab, tidak.

Kecuali, kita menjadikan diri kita outliers. Oh, gw gak membicarakan tentang motivation bullshit yang mengharuskan anda bangun pagi, gosok gigi terus bekerja dengan giat dan menyelesaikan segala permasalahan. Gw berbicara tentang pikiran. Lebih tepatnya, membuka pikiran.

Tapi tunggu….See? Ini bisa jadi artikel panjang, karena topiknya begitu menarik. Navinot did a great job on topic researching. :D Tapi gw gak akan berpanjang-panjang ria.

Maksud gw membuka pikiran disini adalah, kalau memang tujuan kita mengalahkan outliers, mengalahkan kartu-kartu as, kartu-kartu terbaik dalam permainan blackjack yang dibandari oleh Tuhan, maka kita harus berjudi. Bagaimana itu berjudi? Berjudi berarti adalah memprediksi, mengkalkulasi dan menciptakan asumsi.

Karena outliers adalah sekali lagi, bukan fenomena atau pandangan yang baru. Semua pemimpin yang sukses adalah orang yang paranoid. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa mereka bukan satu-satunya outliers dalam dunia ini. Mereka pada akhirnya tahu, outliers baru, dengan the right environment, the right nurturing & growth akan lahir. Karena itu mereka selalu berjudi, dan dalam berjudi, mereka bisa memilih. Memilih untuk membuka jalan dengan cash out, atau menutup jalan dan terus bermain.

Contoh nyata, terdapat dalam quote-quote berikut yang hadir dari orang-orang yang disebut-sebut sebagai outliers tadi:

Success is a lousy teacher. It seduces smart people into thinking they can’t lose. Bill Gates

Only The Paranoid Survive. Andrew S. Grove, Intel

Berjudi, setelah menjadikan diri kita seorang outliers, hampir pasti dapat menjadi cara mengalahkan outliers. Tapi kita tetap bukan outliers. Definisi outliers tentu terikat pada definisi yang pertama kali diciptakan oleh Malcolm Gladwell. Yang malah memancing pertanyaan baru lagi, dengan kita dan mereka yang telah berdiri di tanah yang berbeda, bagaimana kita dapat mengalahkan mereka? Ini ibarat kita bermain bulutangkis dan memegang raket & shuttlecock dengan mereka memgang baseball & pemukul besinya. Tidak ada common ground, lalu bagaimana kita dapat mengalahkan mereka secara individu?

Haha, itu sebabnya pertanyaan kedua, yaitu apakah mungkin kita mengalahkan outliers, menjadi tidak valid. Outliers adalah sebuah kartu pamungkas Tuhan, maka kita tentu berada dibawahnya. Itu tentu, kalau kita mengikuti definisi dan mengakui kebenaran filosofi kesuksesan seorang Malcolm Gladwell. Berkompetisi tentu mungkin, menghalangi juga mungkin, tapi dengan definisi outliers yang ditulis di Navinot (karena gw belum baca bukunya Gladwell), kesuksesan seperti sesuatu yang absolut, jadi paling tidak untuk gw, jawaban untuk pertanyaan Navinot hari ini adalah tidak mungkin. Kenapa? Karena pertanyaan Navinot adalah pertanyaan jebakan yang gak ada jawabannya.

Ibaratnya gini. Navinot punya laptop, yang bertempelkan stiker “ini warnanya abu-abu” dan memang nyatanya warnanya abu-abu, lalu bertanya ke orang disebelah, apa ini warnanya biru? Definisi outliers menghasilkan kesimpulan tidak mungkin mengalahkan mereka. T_T

Tapi karena gw berpandangan kesuksesan adalah dan ada pada kebesaran diri untuk menerima kekurangan sekaligus mengejar yang lebih baik untuk masa depan, kita masih mungkin, dan kemungkinannya besar menjadi outliers. Pada umur berapapun itu, dimanapun, kapanpun, dalam kondisi apapun. Intinya, sedikit mengquote komentar Fikri Rasyid di Navinot, percaya pada kemampuan diri kita sendiri. Tambah Bukalah Pikiran, dan berjudilah. Toh gak haram berjudi dengan pikiran dan tantangan. :)

Bagaimana dengan yang udah baca tulisan ini atau tulisan navinot? Ada tips atau pandangan lain tentang kemungkinan dan cara mengalahkan outliers?

Tulisan Yang (Mungkin) Berkaitan

 
 

Warning: require(/home/setengmt/public_html/wp-content/themes/default/comments.php) [function.require]: failed to open stream: No such file or directory in /home/setengmt/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 879