Archive for the ‘ Dramatic ’ Category

Congratulations To My Beloved Cousin, Dita!!!!

This i write just seconds after the announcement, made by my cousin Dita by the telephone, that she’s just been accepted by one of the greatest university in Indonesia, ITB!!!!! :yahoparty: :yahoparty: :yahoparty:

Perfect Timing!!! Just a day (or less? :-\ ) after i posted Welcome to April, my cousin announce this and reveal her new identity….as……a ‘Mahasiswi ITB’ ;)) ;))

Congrats….and welcome to the new sadistic life in college :yahodevil:

Well, now after hearing, thinking, twisting and writing this announcement, the question now hevily directed to me. What about my future? While in my family the only one with the same age and expectations are Dita….now she’s already found her place in College, so you can guess what will happen….the deadly question number 2 in life which is “Mau kuliah dimana?” will attack me life in every sorta way for the next 2 months.

Hope god help me! #:-S

Oke now here’s your turn, my beloved readers :yahodevil: please help me pray for good future of me and Dita….this announcement not only made me happy…but panic’s starting to raise up in my mind. :(

Buat yang gak ngerti bahasa inggris, post ini jelas adalah Ad Hominem. :))

Eh btw…bukannya setiap mahasiswa/siswi ITB harus punya blog sendiri yak?  :yahodevil:

Inilah Hari “H”-nya

Hari H? Hari H apaan? Hentai? Bukaaaan hari inilah hari bersejarah dimana blogger se-Indonesia bisa menggantungkan mata golok harapannya atas kebencian Roy Suryo akan Blogger. :D

Hari inilah dimana kita bisa tahu siapa yang sebenarnya penipu. >:)

Yang pasti, semua alat2 sudah dipersiapkan untuk dengerin Live Streaming Disini :

  1. Komputer
  2. Mozilla Firefox, karena di Opera gak tahu kenapa gak muncul streaming playernya :(
  3. Mata Yang Terang. Untuk ini juga dibantu oleh jasa konsultan Mata Terang,  Ian Kasela
  4. Tukang Ojek

Di Kaskus juga pada rame nih…akh…beginilah nasib blogger yang sok seboek. Akhirnya nyesel gak dateng kesana. :(

:roycape:

Orde Baru Dalam Ingatan, Telah Kembali

Demonstrasi 1998
10 Tahun Yang Lalu

Indonesia telah sedemikian maju. Bergerak kedepan, meninggalkan memori lama ketakutan-ketakutan publik terhadap ancaman pemerintah yang kadang super-mengerikan, menjamin ketiadaan masa depan atau bahkan hilangnya masa depan karena matinya nyawa-nyawa muda yang seakan tiada henti pada orde Petrus, sebutan terkenal ‘Penembak Misterius’ yang walau pada jamannya saya masih belum bisa berpikir lurus (masi umur 5 th kali gw), tapi tetep ketakutan jaman itu masih bisa terasa lewat cerita-cerita panas yang gw denger dari semua orang yang berani bercerita.

Selepas masa itu, dan kejatuhan maha raja yang juga sekaligus jadi angels of deathnya Orde Baru, tiada lagi yang perlu dikhawatirkan, kata pemerintah. Pemerintah tidak akan pernah lagi memaksa menutup suatu usaha atau kegiatan hanya karena terlihat tidak baik untuk telinga dan mata pemerintah yang terkenal sebaik moral malaikat itu. Pemerintah tidak akan pernah lagi melancarkan ajian-ajian magis yang kadang berakhir dengan hilangnya nama tanpa nasib yang jelas, karena pemerintah menghargai setiap dissenting opinion. Semuanya akan dihitung, akuntabel, dan akan tercatat. Sekotor apapun itu.

Tapi benarkah surga demokrasi di Indonesia akan bertahan? Ternyata tidak. Selepas 10 tahun gaung Demokrasi sebagai kata ‘penguat rasa’ pada setiap kalimat pidato pemerintah, pembuktian keberhasilan sekaligus konsistensi pemerintah pada kata ini jelas tidak terlihat. Terlalu banyak pelanggaran akan sendi-sendi demokrasi yang terlanggar, tanpa pengawasan yang jelas. Kebanyakan, pengawasan justru berakhir pada tindak anarkis dan over-reacting yang membuktikan ketidak-dewasaan pemerintah pada pengartian definisi Demokrasi itu sendiri.

smuanya bisa
Nomor 16 selalu bisa mengatasi krisis

Contoh yang paling aktual saat ini, adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Isi dari Undang-Undang yang ‘katanya’ bisa melindungi setiap orang yang berinternet ria ini seperti mengulang kebodohan lama pemerintah dengan pasal “pencemaran nama baik” dan “anti sara”nya. Oke, niatnya baik. Oke, internet sekarang seperti wild-wild west yang sulit diatur lagi setiap motivasi yang berputar didalamnya.

Namun pertanyaannya, lalu dimana kontrol rakyat sebagai stake-holder demokrasi di Indonesia? Masa semuanya mau dikontrol pemerintah? Katanya Demokrasi? Perasaan saya, yang semuanya dikontrol pemerintah itu komunisme. Ooooh rupanya pemerintah mau bikin ini ya, Demokrasi Pancasila. Ooooh kita rupanya mau mengulang masa-masa saat Soekarno dan Soeharto menggembar-gemborkan Demokrasi ciptaan mereka sendiri, yang tidak lebih dari mengganti bagian kata dari Diktatorisme.

Kita sekarang sudah masuk ke jalan gelap. Keterbelakangan pemerintah dan kecenderungan untuk mengulang sejarah kebodohan sepertinya tidak pernah habis di negeri yang dibangga-banggakan pernah menguasai dunia lewat ‘kejoyoan Majapahit’.
Ini semua seperti quote yang hari ini saya baca dan resapi :

Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.

George Santayana

Mengheningkan Cipta Untuk Internet Indonesia

Untuk sementara gua akan mengheningkan Cipta.


Menghindari blogwalking dan lari dari kenyataan.


Bahwa Youtube diblokir sebagai keputusan politis.


Bahwa Multiply Ditutup Agar “Bad Content” di Internet bisa Dihindari.


Bahwa Depkominfo ingin menciptakan dunia khayal mereka tanpa kejahatan dan tanpa godaan setan.


Bahwa semua hasil search google “Indonesia Blocks Youtube” hanya akan menghasilkan komentar negatif dari rakyat Dunia atas negara kita.


Bahwa sekarang gua harus pake Proxy Thailand untuk ngebuka materi pelajaran gw sendiri.


Bahwa pada akhirnya, pemerintah selalu merasa bisa mengubah dunia dengan memaksakan kehendak.


Bahwa kita tidak lebih daripada negara munafik pembenci Demokrasi.


Bahwa kini, blog ini akan diistirahatkan.


Terima kasih.

Diblokirnya Youtube. Suatu Bentuk Arogansi Gaya Orde Baru

Notice : Setelah 3 hari mengambang gak keruan, hari ini akhirnya Youtube, Myspace dan Multiply tidak bisa diakses di rumah gw dengan ISP IndosatM2. Kekesalan kini udah berubah jadi kesedihan. Kita yang mengagung2kan Demokrasi ternyata hanya negara yang penuh dengan kemunafikan. Kita ini Komunis. Kenapa gw bilang begitu? Karena kelakuan pemerintah gak beda sama kelakuan China.

Semuanya serperti sudah terbukti. Bagi beberapa orang yang menunggu ‘aksi pemerintah’ sebagai bentuk implementasi UU ITE, berikut adalah berita yang mungkin sudah ditunggu-tunggu itu :

Depkominfo Blokir Youtube

Suatu bentuk pemaksaan dan tanda Depkominfo sudah merasa over-confidence? Belum. Masih ada lagi.

Bukan Cuma Youtube, Myspace juga

Jadi sebuah pertanyaan, kenapa Myspace ikut diblokir. Karena di bagian favorite movies ada Fitna? Karena ada official myspace Fitna? Lalu berikutnya apa? Friendster karena ada yang menyebarkan isu rasisme dan profile palsu SBY? Lalu bagaimana dengan multiply? Bukankah ia salah satu plattform blogging? Bukankah ini tanda M. Nuh sudah meminum air liurnya sendiri yang ia keluarkan saat Pesta Blogger tahun lalu? Bahwa di Indonesia kebebasan blog tidak akan pernah dikekang?

Bukankah ini sangat Orde Baru? Siapa yang menyangka M. Nuh ternyata satu guru satu ilmu dengan Harmoko. Ah sudahlah, mungkin besok blog ini akan ikut diblokir. Karena blog ini membodohi rakyat. Apakah lalu besok saya harus meminta ijin dulu ke Depkominfo untuk membuat blog?

N.B : Buat yang lusa akan menghadap Menkominfo, saya mohon sampaikan pesan saya ini :

Beritahu saya cara membangun bangsa tanpa internet. Karena saya tidak mau satu-satunya website yang bisa dibuka anak saya dimasa depan hanya situs Depkominfo yang berisi foto telanjang pakar telematika

Lalu berikutnya bilang, yang barusan itu pesan dari anak ingusan di depok. Thx.

Saat Mereka Datang Dan Saat Tiada Pilihan

Hari ini, (kemarin tepatnya, sekarang gw lagi begadang gak jelas, nontonin Cartoon Network :( ) datang orang dari Indosat yang dijanjikan setelah surat pembaca gw muncul di koran Sindo. Dengan cepat, hanya berjarak 2 jam setelah koran Sindo itu gw baca, ada orang Indosat yang nelpon gw, bilang hari ini bakal ada tekhnisi mereka yang datang.

Mereka datang, sudah membawa ketidakjelasan yang jelas. Mereka bilang, kesini untuk “mengecek apa ada masalah koneksi dari komputer gw ke server mereka”. Suatu kalimat yang sudah gw prediksi sebelumnya, based on apa yg gw baca di forum majalah Chip, subforum representatif IndosatM2 yang sampai saat ini tim (atau orang) dari representasi Indosat sama sekali belum muncul menjelaskan masalah apa yang sebenarnya terjadi.

Bla-bla-bla dan Yaba-yaba-yaba, gw males nyeritain detailnya krn selain useless, gw juga capek seharian ini :( , terakhir, saat gw dan mereka berdiskusi di ruang tamu rumah gw, mereka meminta kesepakatan dari gw untuk “gimana deh enaknya mas Gagah aja” ngirimin surat ke Sindo meluruskan masalah ini. Gw pun bilang “Mas. Saya kirim surat ke Sindo itu karena ada masalah. Masalahnya adalah saya cuma dapet 10% dari apa yang saya bayar 100%. Selama masalah itu belum ada penyelesaiannya dari Indosat, maka saya akan tetap ngirimin ke Sindo bahwa belum ada penyelesaian dari pihak Indosat mengenai masalah yang saya dapat”. Done? Ini tentunya menjawab beberapa pertanyaan dari beberapa orang yang e-mail ke gw nanya kalo gw disogok suvenir ma Indosat, kira2 gw diem gak? Jawabannya, Tidak. Dengan T kapital.

Lalu tadi, di forum representatif Indosat forum Chip mendadak muncul post-an yang bernada kontroversial dan mencurigakan. Post-an ini muncul setelah gw melaporkan detail kedatangan orang Indosat kerumah gw. Berikut postingannya :

Walah.. daripada bingung-bingung, ganti ISP aja boss. Kita ngomel-ngomel seperti apapun, kalau memang produknya mereka bilang share up to, ya tetep aja rebutan ama user yang lain.
Kan kalau kita berenti gak ada konsekuensi apa-apa buat kita, gak ada kontrak minimal langganan kan ?

Postingan diatas, dengan cepat menyulut emosi beberapa customer Indosat dan gw sendiri.

Pertama, post-an diatas entah kenapa terasa sangat mencurigakan. Suara ketidakpuasan atas komplain konsumen, kalau dilihat dari sudut pandang konsumen, baru pertama kali ini gw liat terjadi. Apa beliau yang ber-username Encarta di forum CHIP ini adalah orang dari IndosatM2? :-\

Kedua, post-an diatas sangat pointless dan ngaco. Yup, memang paketnya up-to. Tapi gw kira wajar customer ngomel-ngomel karena koneksinya yang mendadak ngaco serentak disemua tempat, dua minggu yang lalu. Dari yang sebelumnya kita dapet speed hasil speed test di speakeasy atau speedtest.net minimal 700 kbps, sekarang cuma bisa maksimal 200 kbps. Gila kan? Itu maksimal loh. Kebanyakan speedtest yang gw dapat berkisar di 100-an kbps. Pertanyaannya adalah, apa konsumen sudah dirugikan? Jelas sudah.

Disini, gw adalah mantan konsumen IndosatM2 paket 384kbps, sebelum diupgrade ke 1mbps. Rasa sakit hati gw mungkin gak akan sesakit rasa customer-customer baru Indosat yang dijanjikan speed up to 1mbps tapi cuma dapet speed 100kbps. Berasa ditipu kan? Wajar dong kita komplain.

Oh ya, mungkin beberapa orang menanyakan kenapa gw kok ribut banget internet gw lambat, sampe nulis surat2 pembaca segala. Jawabannya adalah, karena untuk saat ini, kehidupan gw paling banyak berputar di Internet. Gw berkonsultasi dan belajar tiap hari, kalo gak ada schedule tutor dateng, lewat YM. Kebiasaan gw, invis chat ama Tutor, sambil donlot MP3 atau film. Dulu, kegiatan ini bisa dilakukan dengan nyaman. Tapi sekarang? Hampir selalu kalau gw lakukan kegiatan yg sama, terjadi dc yang berulang2 dan gw pun gak bisa browsing dengan nyaman. Speed browsing terbagi dengan speed download, jadinya lebih parah dari Dial-Up. :(

Lalu sekarang, di Depok gak ada pilihan untuk internet unlimited kecuali wireless yang sama gak stabilnya sama Indosat saat ini. Apa customer dipaksa memilih yang sama buruknya? Indosat eh Indonesia banget sih.

Menatap Wordpress 2.5 Baru Gw

Yup!!!! Proses upgrade selesai cuma dalam 2 jam. :-o Lama juga ya??? Ya masalahnya gw tadi ketangkep basah lagi invisible di YM, jadi terpaksa dengan senang hati chatting dulu deh :p . Oke, sekarang proses upgrade udah selesai, saatnya menatap Dashboard baru dan melaporkannya pada anda semua.

Pertama, yang paling-paling-paling berbeda ya jelas aja dashboardnya. Berikut screenshotnya :

Setengah Mateng! Dashboard 2.5

Setengah Mateng! Dashboard 2.5

Jujur aja, tampilan Dashboardnya gak terlalu gw suka. Kesannya berantakan dan color managementnya menurut gw jadi kacau gara2 mendadak ada warna merah itu. Jadi sampe disini gw gak terlalu merasa amazed. :D Tapi mari kita lanjutkan laporan pandangan mata ini. Berikutnya, Design Page!!!

Setengah Mateng! Design Page 2.5

Setengah Mateng! Design Page 2.5

Gak ada perubahan yang terlalu menyolok disini. Yaaah biasa ajalah. Lanjuuuut,  Widgets Page  :

Setengah Mateng! Widget Page 2.5

Setengah Mateng! Widget Page 2.5

Nah. Disini akhirnya keliatan juga user-friendly improvementsnya. Kalo di halaman widgets page yang dulu kita harus scroll kebawah dan geser keatas untuk masukin widgetsnya, sekarang cukup geser ke kiri aja. Emang terkesan gak penting, tapi perubahan-perubahan kecil seperti inilah yang menandakan Wordpress bener2 mendengar keluhan penggunannya. Theme Editor, di lain pihak gak ada perubahan yang signifikan. Padahal gw ngarepin ada semacem built-in editor yg bisa ngecheck validnya script yg kita edit. Ah ya sudahlah. :D Sekarang, mari kita lihat Manage Post page :

Setengah Mateng! Manage Post Page 2.5

Setengah Mateng! Manage Post 2.5

Berubah banget. Tapi ya gak ada yang terlalu wah. Mungkin gw kurang explore kali ya :-?  .

Berikutnya untuk menghemat pulsa bandwith dan halaman, adalah halaman Manage Pages, Links, Categories, Tags dan Media Library :

Setelah repot ngupload2 gambar diatas kok gw jadi ngerasa gak penting ya gw ngepost gambar2 ini??? /:) Yaah biarlah. Siapa tahu ada yg buru2 ngupgrade gara2 gw ngepost gambar ini >:)

Well, sampe sini, gw mo bilang perkembangan di Wordpress 2.5 sebenernya kurang memuaskan gw. Gw kira bakal ada perkembangan yang drastis, tapi ternyataaaa……:-o

Pas gw mo bikin post-an ini dan ngeklik tombol Write…..ternyata……..

Setengah Mateng! Write Page 2.5

Perkembangan terbesar justru sangat terasa di write page ini. Semuanya lebih teratur, dengan theme dan color management yang ngebuat kita bisa berjam2 nongkrong di halaman ini untuk mengolah tulisan kita. Sistem add media juga sudah diemplementasikan dengan baik, menggunakan AJAX yang membuatnya menjadi sangat-sangat modern, up to date dan mudah digunakan. Two Thumbs Up buat Wordpress untuk Write Pagenya!!!!!

Conclusion : Sampe saat ini, apalagi dengan dirilisnya Wordpress 2.5 stable ini, walau gw belom nyobain terlalu banyak CMS atau blogging engine, Wordpress adalah yang terbaik. At least against blogger, it’s like the Boeing 737-500 against A380. Small difference in the type, but big difference in the scale, comfort and design. Well done Wordpress!!!!



Hosted in Dracoola Multimedia