Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

(Ekslusif CNN) Video Terakhir Michael Jackson: Gladi Resik Konser 2 Hari Sebelum Kematian Dirilis

Posting pendek aja, ini video terakhir Michael Jackson yang baru saja dirilis CNN, yaitu 2 hari sebelum kematiannya, saat ia menjalani gladi resik preparasi konser yang akan ia jalani di bulan Juli ini.(cnn via HuffingtonPost)

Michael Jackson meninggal 25 juni, pada usia 50 tahun.

 
 

“Kampanye Damai” Rusak Karena Monolog Butet Kartaradjasa?

pemiludamaifoto: vivanews

Detikpemilu beberapa menit lalu memberitakan “Sindiran Menohok Didepan Mata“, yang intinya mengkritik Monolog Butet Kartaradjasa pada acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan KPU kemarin malam. Sindiran Butet dianggap terlalu menusuk dan langsung kedepan muka orangnya.

Berikut kutipan dari artikel detik:

Monolog yang gayeng itu pun berlanjut hingga satu demi satu sindiran terhadap pemerintah yang berkuasa, SBY dilontarkan di depan SBY sendiri, tanpa tendeng aling-aling. Kritikan Butet membombardir mulai dari masalah utang negara, korupsi, hingga banyaknya pesawat Indonesia yang sering jatuh sebelum perang terjadi.

“Kemarin ada Hercules jatuh, sampai-sampai ada anekdot di luar yang mengatakan, wah pesawat Indonesia nggak usah dipakai perang pada jatuh sendiri,” sindir Butet.

Mendengar sindiran butet yang langsung dilihatnya di depan mata, raut muka SBY tampak menahan marah. Padahal sebelumnya, SBY banyak mengumbar senyum lantaran terhibur oleh penampilan putra Bagong Kusudiharjo ini. Sementara, para hadirin lainnya tertawa terpingkal-pingkal.

Berikutnya, Partai Demokrat pun ikut menyatakan kekecewaannya pada terlalu frontalnya monolog Butet. Pernyataan kekecewaan itu dikeluarkan oleh Marzuki Alie, Sekjen Partai Demokrat:

Arena yang seharusnya menonjolkan suasana damai tetapi terjadi provokasi. Membuat masyarakat terprovokasi

KPU pun juga merasakan hal yang sama:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menyesalkan tindakan Butet. Namun, meski menyesalkan, KPU menganggap penampilan Butet wajar karena memang tidak ada aturan khusus dalam penampilan seni budaya oleh para capres-cawapres.

“Memang seyogyanya hari ini adalah kampanye damai tidak menimbulkan perasaan tidak enak pada orang lain,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

Dalam atmosfer demokrasi, hal yang semacam ini memang wajar dan sudah seharusnya diantisipasi. Apalagi yang diundang adalah Butet, seorang yang memang dari dulu terkenal vokal dan berani dalam menyuarakan pendapatnya.

Sebagai contoh di Amerika Serikat dua tahun lalu dalam acara makan malam asosiasi jurnalis gedung putih yang dihadiri Presiden AS George W. Bush, komedian Stephen Colbert dalam sesi lawakan stand-up-nya tak henti-henti menyindir pemerintahan Bush. Tidak tanggung-tanggung, Colbert bahkan menyinggung isu Irak dan kenyataan bahwa disana sebenarnya tidak ada senjata pemusnah masal. Jadi, ya, sekali lagi, dalam atmosfer demokrasi, yang seperti ini tak perlu terlalu diributkan.

Lagipula, acara-acara deklarasi “kampanye damai” seperti ini apakah memang masih diperlukan? Karena kenyataannya toh para Capres berkampanye tidak dengan damai. SBY menyindir Kalla sebagai pengusaha, Kalla menyindir SBY kurang cepat dalam mengambil keputusan. Mega-Pro? Jangan tanya.

Jadi harusnya yang perlu dipertanyakan bukan lagi segi moralitas seorang penampil monolog yang diundang resmi oleh panitia, tapi kenyataan bahwa yang dideklarasikan itu, nyata-nyata tidak dijalankan di lapangan.

UPDATE: Makasih untuk Herman Saksono yang udah memberikan koreksi. :) Memang benar di acara pertemuan jurnalis gedung putih tiap tahunnya selalu ada sesi roasting, tapi dari tahun-ketahun belum pernah ada pelawak yang secara langsung melakukan roasting separah Stephen Colbert. Ini sempat jadi kontroversi, dan setahun setelah Colbert muncul, ia memang tak lagi diundang. Tahun ini, yang diundang oleh Obama adalah komedian Wanda Sykes, dan sasaran lawak lebih diarahkan ke kaum konservatif, lawan terbesar Obama yang dari Demokrat.

 
 

Ibu Prita dan Demokrasi Setengah Mateng

Sementara yang kaya, yang merasa memimpin negara sibuk menyerang satu sama lain, seorang ibu dengan dua anak yang masih berusia balita dipenjara hanya karena komplain yang ia sebarkan lewat milis. Ia terjerat Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang no. 1 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lagi-lagi pasal pencemaran nama baik.

Terlepas dari isi komplain dan bagaimana ia menyampaikannya, rasanya ini adalah suatu perlakuan yang berlebihan. Sebaliknya tidak berlebihan kalau kita membandingkan tuntutan RS Omnni pada ibu Prita bagai Israel yang mengirimkan seluruh pasukannya ke Palestina untuk menghabisi pejuang Hamas yang tanpa henti mengirimkan roket-roket secara sporadis ke tanah jajahan Israel. Suatu respons yang adalah tanpa rasa kemanusiaan. Tapi legal.

Mungkin komplain ibu Prita berlebihan. Mungkin. Wajar kalau RS Omni, yang pelayanannya dikritik oleh ibu Prita, tersinggung, terlebih lagi kritikan ibu Prita disampaikan di internet, sebuah dunia “baru” yang membuat kritikan bisa dengan mudah menjadi sesuatu yang viral.

Tapi disisi lain wajar juga seorang konsumen merasa tidak puas. Begitu juga dengan terjemahan ketidakpuasan yang, mungkin, jauh dari sempurna. Hak mereka menuntut karena tersinggung, hak kita yang membayar ada dimana? Atau lebih penting lagi, masih perlukah nama baik kita, dan emosi dilindungi dalam undang-undang?

Pasal pencemaran nama baik adalah deja vu sebuah era dimana entitas pemerintahan dipegang oleh sekelompok diktator yang takut istananya dijebol oleh kata-kata, dijebol oleh kritik. Kini saat Istana memang sudah waktunya terjebol oleh kritik, sudah waktunya membuka diri terhadap era kebebasan berbicara dan penghargaan lebih terhadap opini.

UU ITE bukan satu-satunya Undang-Undang yang memiliki delik pencemaran nama baik. KUHP dan UU Penyiaran juga memilikinya. Ibu Prita hanya mengkritik pelayanan rumah sakit, dan kini ia meringkuk di penjara. Ngeri membayangkan kalau mendadak figur otoriter seperti Soeharto naik lagi ke tampuk kepemimpinan dan memutuskan menggunakan 3 amunisi paling elegan yang selalu eksis dalam hukum negeri ini. Menghancurkan kepala garuda dengan cakarnya sendiri.

Suatu waktu pernah ada yang bilang, kita salah dan telah kalah karena menganut Demokrasi. Waktu yang lain banyak yang bersuara, demokrasi telah kebablasan. Dan segenap blogger selalu dengan bangga maju bertahan dan melindunginya. Melindungi Demokrasi, yang selama ini seperti agama kedua blogger sebagai penyuara opini warga. Tapi kini gw akui kedua argumen itu ada benarnya. Karena kita telah salah, kalah, dan harus marah, demokrasi yang kita anut adalah demokrasi setengah-setengah.

If the freedom of speech is taken away then dumb and silent we may be led, like sheep to the slaughter

George Washington

Ayo bergabung di Facebook Cause untuk ibu Prita.

More about Prita:

 
 

Mega-Bowo hadir di Twitter, Prabowo asli?

megaprotwitterklik link untuk versi besarnya

Cuma short update aja, walau gw teteup bukan simpatisan Mega-Bowo, atau Mega-Pro, atau in fact, gw bukan fans berat salah satu dari 3 pasangan Capres-Cawapres yang akan maju dalam Pilpres kali ini, tapi jujur, mungkin ini adalah perkembangan paling menarik dari kampanye kepresidenan kali ini, setidaknya di mata gw.

Megawati, Prabowo, berkomunikasi langsung dengan massa. Lewat Twitter.

Pertama, buat yang belum join twitter, joinlah sekarang. Twitter mungkin, dari semua micro-blogging tool yang tersedia saat ini, yang paling stabil, dan yang paling menarik user-basenya. No offense untuk Plurk user, tapi kalo  dari pertumbuhan Plurk dan Twitter sekarang sih, Twitter akan jadi Facebook dan Plurk akan seperti Friendster. Kenapa begitu : Karena Plurk hanya tumbuh di Asia, terutama di Indonesia, sementara Twitter tumbuh di seluruh dunia. 8)

Oke, kembali ke Prabowo dan Twitter, gw sangat-lumayan, hmm, terkaget-kaget dengan perkembangan ini. Kaget karena setelah datangnya email bahwa gw difollow sama @megabowo, gw pun mengecek, dan di Twitter account @megabowo itu ternyata benar-benar terjadi diskusi nyata antara pengguna Twitter dan @megabowo yang mengaku adalah memang Prabowo yang ngetweet dari blackberrynya.

megatweet

Klik buat liat versi gedenya

Jujur, gw masih meragukan keaslian account Twitter Mega-Pro, tapi kalau benar ini Prabowo yang ngetweet, menjawab dan berdiskusi dengan massa, dan sepertinya memang begitu, maka mungkin, Prabowo adalah satu-satunya figur politik, dan politisi pertama yang benar-benar mengerti esensi dari social media. Walau Prabowo sekali lagi bukan favorit gw, harapan gw cuma satu, kalau memang ini Prabowo. Kalau anda menang, saya ingin lihat anda terus ngetweet. Karena yang anda lakukan di Twitter adalah pembelajaran politik untuk politisi yang lain, bahwa komunikasi politisi dan massa bisa berlangsung secara horizontal, tidak selalu harus komunikasi vertikal dari atas ke bawah seperti sekarang.

selamatpagitweet

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin