Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Teriakan Yang Tenggelam (Untuk Prita)

Mereka yang tersesat, yang tenggelam terdiam.
Mereka yang tenggelam, teriakannya nyaring dan kelam.
Keras, lantang, dan menggema hingga laut dalam.
Sayang, terkurung arus tertahan ombak
Mereka terjebak dalam palung kebohongan.

Dan kita yang berdiri
Memanggil diri kami, menuju satu tujuan hati
Memanggil mereka
Yang muncul dan lalu tenggelam lagi

Sayang, yang disini berdiri.
Senantiasa  selalu tersiram
dan tenggelam kembali.

Hanya satu solusi, AMANDEMEN UU ITE!!!!

 
 

“Kampanye Damai” Rusak Karena Monolog Butet Kartaradjasa?

pemiludamaifoto: vivanews

Detikpemilu beberapa menit lalu memberitakan “Sindiran Menohok Didepan Mata“, yang intinya mengkritik Monolog Butet Kartaradjasa pada acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan KPU kemarin malam. Sindiran Butet dianggap terlalu menusuk dan langsung kedepan muka orangnya.

Berikut kutipan dari artikel detik:

Monolog yang gayeng itu pun berlanjut hingga satu demi satu sindiran terhadap pemerintah yang berkuasa, SBY dilontarkan di depan SBY sendiri, tanpa tendeng aling-aling. Kritikan Butet membombardir mulai dari masalah utang negara, korupsi, hingga banyaknya pesawat Indonesia yang sering jatuh sebelum perang terjadi.

“Kemarin ada Hercules jatuh, sampai-sampai ada anekdot di luar yang mengatakan, wah pesawat Indonesia nggak usah dipakai perang pada jatuh sendiri,” sindir Butet.

Mendengar sindiran butet yang langsung dilihatnya di depan mata, raut muka SBY tampak menahan marah. Padahal sebelumnya, SBY banyak mengumbar senyum lantaran terhibur oleh penampilan putra Bagong Kusudiharjo ini. Sementara, para hadirin lainnya tertawa terpingkal-pingkal.

Berikutnya, Partai Demokrat pun ikut menyatakan kekecewaannya pada terlalu frontalnya monolog Butet. Pernyataan kekecewaan itu dikeluarkan oleh Marzuki Alie, Sekjen Partai Demokrat:

Arena yang seharusnya menonjolkan suasana damai tetapi terjadi provokasi. Membuat masyarakat terprovokasi

KPU pun juga merasakan hal yang sama:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menyesalkan tindakan Butet. Namun, meski menyesalkan, KPU menganggap penampilan Butet wajar karena memang tidak ada aturan khusus dalam penampilan seni budaya oleh para capres-cawapres.

“Memang seyogyanya hari ini adalah kampanye damai tidak menimbulkan perasaan tidak enak pada orang lain,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

Dalam atmosfer demokrasi, hal yang semacam ini memang wajar dan sudah seharusnya diantisipasi. Apalagi yang diundang adalah Butet, seorang yang memang dari dulu terkenal vokal dan berani dalam menyuarakan pendapatnya.

Sebagai contoh di Amerika Serikat dua tahun lalu dalam acara makan malam asosiasi jurnalis gedung putih yang dihadiri Presiden AS George W. Bush, komedian Stephen Colbert dalam sesi lawakan stand-up-nya tak henti-henti menyindir pemerintahan Bush. Tidak tanggung-tanggung, Colbert bahkan menyinggung isu Irak dan kenyataan bahwa disana sebenarnya tidak ada senjata pemusnah masal. Jadi, ya, sekali lagi, dalam atmosfer demokrasi, yang seperti ini tak perlu terlalu diributkan.

Lagipula, acara-acara deklarasi “kampanye damai” seperti ini apakah memang masih diperlukan? Karena kenyataannya toh para Capres berkampanye tidak dengan damai. SBY menyindir Kalla sebagai pengusaha, Kalla menyindir SBY kurang cepat dalam mengambil keputusan. Mega-Pro? Jangan tanya.

Jadi harusnya yang perlu dipertanyakan bukan lagi segi moralitas seorang penampil monolog yang diundang resmi oleh panitia, tapi kenyataan bahwa yang dideklarasikan itu, nyata-nyata tidak dijalankan di lapangan.

UPDATE: Makasih untuk Herman Saksono yang udah memberikan koreksi. :) Memang benar di acara pertemuan jurnalis gedung putih tiap tahunnya selalu ada sesi roasting, tapi dari tahun-ketahun belum pernah ada pelawak yang secara langsung melakukan roasting separah Stephen Colbert. Ini sempat jadi kontroversi, dan setahun setelah Colbert muncul, ia memang tak lagi diundang. Tahun ini, yang diundang oleh Obama adalah komedian Wanda Sykes, dan sasaran lawak lebih diarahkan ke kaum konservatif, lawan terbesar Obama yang dari Demokrat.

 
 

Kerikil Jangan Ditendang

stone

Ini cuma sekedar catatan pendek aja, sekalian pesan untuk masa depan, bertepatan dengan hari ini gw genap setahun lebih tua. :D

Kadang masalah begitu banyak,ribuan kerikil setiap hari datang. Yang kita lakukan adalah tendang, tendang, dan ia pun menjauh, dan hilang. Kita pun dibuat lupa, walau untuk sementara.

Kalau di jalanan mungkin gak masalah. Tapi kerikil yang ini berbeda. Yang ini punya kemampuan khusus menggandakan diri kalau ditendang. Dan area tendangannya pun segi empat, seperti kotak. Jadi mereka selalu terperangkap di pojok, membukit membentuk gunungan.

Lalu tiba-tiba kita mencetak prestasi besar, sebesar topan badai. Kerikil-kerikil itu pun hilang terhisap didalamnya, tidak jelas, menghitam dan berputar. Kita tenang, karena entah kenapa topan ini terasa seperti semilir sejuk yang paling parah hanya berakibat rambut berantakan.

Sayangnya, semua topan tentu ada habisnya.

Dan saat akhir itu datang, segala kerikil akan jatuh ke segala penjuru, menyerang, menghujam dan melukai kulit terluar kita.

Karena itu, gw pikir, saat kerikil bermunculan, jangan fokus pada menendang, fokus pada membuang. Atau malah jangan membuang, tapi daur ulang. Cari cara mengubah masalah menjadi anugerah.

Sehingga paling gak tahun depan jalan hidup gw gak akan dipenuhin kerikil-kerikil lagi. :)

 
 

Seorang PNS Terancam Dipecat Karena Mengkritik di Facebook. Lagi?

censorship-1Entah kita ini memang bangsa merdeka yang menjunjung Demokrasi berpendapat atau orang-orang munafik anti-kritik yang berlindung dibalik kenyamanan hukum otoritarianisme. Setelah kasus Prita yang menarik perhatian sangat besar dari media karena ramainya pemberitaan di internet dan kampanye pembebasan yang sukses berjalan di Facebook, kini muncul lagi kasus yang hampir sama.

Seorang guru yang mengajar sekolah kejuruan terancam dipecat dan dilaporkan ke polisi karena menulis kritik terhadap pemerintah daerah Kotambuagu, Sulawesi Utara yang dianggapnya telah melakukan “korupsi waktu”. Yang lucu, tuntutan terhadapnya telah dilimpahkan ke Kejari Kotambuagu dengan menggunakan Undang-Undang Informasi & Transaksi Elektronik.

Yang menurut beberapa orang belum selesai set peraturan pemerintahnya, sehingga sebenarnya belum boleh digunakan, hingga 2010.

Berikut laporan Suara Merdeka:

Indra mengaku kalau dirinya telah membuat tulisan lewat blog-nya di facebook, yang menyebutkan kalau Pemerintah Kota Kotamubagu telah melakukan korupsi waktu dan dia pun tak menyangka tulisan itu membuat pemerintah kota menjadi berang.

Sementara kabar yang beredar, kausus terebut telah masuk tahap satu dan saat ini sudah dilakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu, dengan menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektroik dengan ancaman enam tahun penjara. “Laporan sudah kami terima dan kasusnya telah dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkap Kapolsek Kotamubagu Iptu Muhammad Monoarfa SSos.

Apa Kejaksaan Negeri sadar bahwa UU ITE belum boleh digunakan? Atau UU ITE memang sudah boleh digunakan saat ini? Ada yang bisa menjelaskan?

Yang lebih penting lagi, munculnya satu-demi-satu kasus tuntutan pencemaran nama baik dan penuntutan, terlepas menggunakan UU ITE atau KUHP melahirkan pertanyaan di kalimat pertama tulisan ini. Mengingat pasal pencemaran nama baik di KUHP sendiri adalah sisa-sisa jajahan Belanda dan alat mereka mengekang opini, kok rasanya, kita seperti menjajah diri sendiri ya?

twit5

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin