Archive for the ‘ Serius ’ Category

Orde Baru Dalam Ingatan, Telah Kembali

Demonstrasi 1998
10 Tahun Yang Lalu

Indonesia telah sedemikian maju. Bergerak kedepan, meninggalkan memori lama ketakutan-ketakutan publik terhadap ancaman pemerintah yang kadang super-mengerikan, menjamin ketiadaan masa depan atau bahkan hilangnya masa depan karena matinya nyawa-nyawa muda yang seakan tiada henti pada orde Petrus, sebutan terkenal ‘Penembak Misterius’ yang walau pada jamannya saya masih belum bisa berpikir lurus (masi umur 5 th kali gw), tapi tetep ketakutan jaman itu masih bisa terasa lewat cerita-cerita panas yang gw denger dari semua orang yang berani bercerita.

Selepas masa itu, dan kejatuhan maha raja yang juga sekaligus jadi angels of deathnya Orde Baru, tiada lagi yang perlu dikhawatirkan, kata pemerintah. Pemerintah tidak akan pernah lagi memaksa menutup suatu usaha atau kegiatan hanya karena terlihat tidak baik untuk telinga dan mata pemerintah yang terkenal sebaik moral malaikat itu. Pemerintah tidak akan pernah lagi melancarkan ajian-ajian magis yang kadang berakhir dengan hilangnya nama tanpa nasib yang jelas, karena pemerintah menghargai setiap dissenting opinion. Semuanya akan dihitung, akuntabel, dan akan tercatat. Sekotor apapun itu.

Tapi benarkah surga demokrasi di Indonesia akan bertahan? Ternyata tidak. Selepas 10 tahun gaung Demokrasi sebagai kata ‘penguat rasa’ pada setiap kalimat pidato pemerintah, pembuktian keberhasilan sekaligus konsistensi pemerintah pada kata ini jelas tidak terlihat. Terlalu banyak pelanggaran akan sendi-sendi demokrasi yang terlanggar, tanpa pengawasan yang jelas. Kebanyakan, pengawasan justru berakhir pada tindak anarkis dan over-reacting yang membuktikan ketidak-dewasaan pemerintah pada pengartian definisi Demokrasi itu sendiri.

smuanya bisa
Nomor 16 selalu bisa mengatasi krisis

Contoh yang paling aktual saat ini, adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Isi dari Undang-Undang yang ‘katanya’ bisa melindungi setiap orang yang berinternet ria ini seperti mengulang kebodohan lama pemerintah dengan pasal “pencemaran nama baik” dan “anti sara”nya. Oke, niatnya baik. Oke, internet sekarang seperti wild-wild west yang sulit diatur lagi setiap motivasi yang berputar didalamnya.

Namun pertanyaannya, lalu dimana kontrol rakyat sebagai stake-holder demokrasi di Indonesia? Masa semuanya mau dikontrol pemerintah? Katanya Demokrasi? Perasaan saya, yang semuanya dikontrol pemerintah itu komunisme. Ooooh rupanya pemerintah mau bikin ini ya, Demokrasi Pancasila. Ooooh kita rupanya mau mengulang masa-masa saat Soekarno dan Soeharto menggembar-gemborkan Demokrasi ciptaan mereka sendiri, yang tidak lebih dari mengganti bagian kata dari Diktatorisme.

Kita sekarang sudah masuk ke jalan gelap. Keterbelakangan pemerintah dan kecenderungan untuk mengulang sejarah kebodohan sepertinya tidak pernah habis di negeri yang dibangga-banggakan pernah menguasai dunia lewat ‘kejoyoan Majapahit’.
Ini semua seperti quote yang hari ini saya baca dan resapi :

Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.

George Santayana

Mengheningkan Cipta Untuk Internet Indonesia

Untuk sementara gua akan mengheningkan Cipta.


Menghindari blogwalking dan lari dari kenyataan.


Bahwa Youtube diblokir sebagai keputusan politis.


Bahwa Multiply Ditutup Agar “Bad Content” di Internet bisa Dihindari.


Bahwa Depkominfo ingin menciptakan dunia khayal mereka tanpa kejahatan dan tanpa godaan setan.


Bahwa semua hasil search google “Indonesia Blocks Youtube” hanya akan menghasilkan komentar negatif dari rakyat Dunia atas negara kita.


Bahwa sekarang gua harus pake Proxy Thailand untuk ngebuka materi pelajaran gw sendiri.


Bahwa pada akhirnya, pemerintah selalu merasa bisa mengubah dunia dengan memaksakan kehendak.


Bahwa kita tidak lebih daripada negara munafik pembenci Demokrasi.


Bahwa kini, blog ini akan diistirahatkan.


Terima kasih.

Diblokirnya Youtube. Suatu Bentuk Arogansi Gaya Orde Baru

Notice : Setelah 3 hari mengambang gak keruan, hari ini akhirnya Youtube, Myspace dan Multiply tidak bisa diakses di rumah gw dengan ISP IndosatM2. Kekesalan kini udah berubah jadi kesedihan. Kita yang mengagung2kan Demokrasi ternyata hanya negara yang penuh dengan kemunafikan. Kita ini Komunis. Kenapa gw bilang begitu? Karena kelakuan pemerintah gak beda sama kelakuan China.

Semuanya serperti sudah terbukti. Bagi beberapa orang yang menunggu ‘aksi pemerintah’ sebagai bentuk implementasi UU ITE, berikut adalah berita yang mungkin sudah ditunggu-tunggu itu :

Depkominfo Blokir Youtube

Suatu bentuk pemaksaan dan tanda Depkominfo sudah merasa over-confidence? Belum. Masih ada lagi.

Bukan Cuma Youtube, Myspace juga

Jadi sebuah pertanyaan, kenapa Myspace ikut diblokir. Karena di bagian favorite movies ada Fitna? Karena ada official myspace Fitna? Lalu berikutnya apa? Friendster karena ada yang menyebarkan isu rasisme dan profile palsu SBY? Lalu bagaimana dengan multiply? Bukankah ia salah satu plattform blogging? Bukankah ini tanda M. Nuh sudah meminum air liurnya sendiri yang ia keluarkan saat Pesta Blogger tahun lalu? Bahwa di Indonesia kebebasan blog tidak akan pernah dikekang?

Bukankah ini sangat Orde Baru? Siapa yang menyangka M. Nuh ternyata satu guru satu ilmu dengan Harmoko. Ah sudahlah, mungkin besok blog ini akan ikut diblokir. Karena blog ini membodohi rakyat. Apakah lalu besok saya harus meminta ijin dulu ke Depkominfo untuk membuat blog?

N.B : Buat yang lusa akan menghadap Menkominfo, saya mohon sampaikan pesan saya ini :

Beritahu saya cara membangun bangsa tanpa internet. Karena saya tidak mau satu-satunya website yang bisa dibuka anak saya dimasa depan hanya situs Depkominfo yang berisi foto telanjang pakar telematika

Lalu berikutnya bilang, yang barusan itu pesan dari anak ingusan di depok. Thx.

Saat Mereka Datang Dan Saat Tiada Pilihan

Hari ini, (kemarin tepatnya, sekarang gw lagi begadang gak jelas, nontonin Cartoon Network :( ) datang orang dari Indosat yang dijanjikan setelah surat pembaca gw muncul di koran Sindo. Dengan cepat, hanya berjarak 2 jam setelah koran Sindo itu gw baca, ada orang Indosat yang nelpon gw, bilang hari ini bakal ada tekhnisi mereka yang datang.

Mereka datang, sudah membawa ketidakjelasan yang jelas. Mereka bilang, kesini untuk “mengecek apa ada masalah koneksi dari komputer gw ke server mereka”. Suatu kalimat yang sudah gw prediksi sebelumnya, based on apa yg gw baca di forum majalah Chip, subforum representatif IndosatM2 yang sampai saat ini tim (atau orang) dari representasi Indosat sama sekali belum muncul menjelaskan masalah apa yang sebenarnya terjadi.

Bla-bla-bla dan Yaba-yaba-yaba, gw males nyeritain detailnya krn selain useless, gw juga capek seharian ini :( , terakhir, saat gw dan mereka berdiskusi di ruang tamu rumah gw, mereka meminta kesepakatan dari gw untuk “gimana deh enaknya mas Gagah aja” ngirimin surat ke Sindo meluruskan masalah ini. Gw pun bilang “Mas. Saya kirim surat ke Sindo itu karena ada masalah. Masalahnya adalah saya cuma dapet 10% dari apa yang saya bayar 100%. Selama masalah itu belum ada penyelesaiannya dari Indosat, maka saya akan tetap ngirimin ke Sindo bahwa belum ada penyelesaian dari pihak Indosat mengenai masalah yang saya dapat”. Done? Ini tentunya menjawab beberapa pertanyaan dari beberapa orang yang e-mail ke gw nanya kalo gw disogok suvenir ma Indosat, kira2 gw diem gak? Jawabannya, Tidak. Dengan T kapital.

Lalu tadi, di forum representatif Indosat forum Chip mendadak muncul post-an yang bernada kontroversial dan mencurigakan. Post-an ini muncul setelah gw melaporkan detail kedatangan orang Indosat kerumah gw. Berikut postingannya :

Walah.. daripada bingung-bingung, ganti ISP aja boss. Kita ngomel-ngomel seperti apapun, kalau memang produknya mereka bilang share up to, ya tetep aja rebutan ama user yang lain.
Kan kalau kita berenti gak ada konsekuensi apa-apa buat kita, gak ada kontrak minimal langganan kan ?

Postingan diatas, dengan cepat menyulut emosi beberapa customer Indosat dan gw sendiri.

Pertama, post-an diatas entah kenapa terasa sangat mencurigakan. Suara ketidakpuasan atas komplain konsumen, kalau dilihat dari sudut pandang konsumen, baru pertama kali ini gw liat terjadi. Apa beliau yang ber-username Encarta di forum CHIP ini adalah orang dari IndosatM2? :-\

Kedua, post-an diatas sangat pointless dan ngaco. Yup, memang paketnya up-to. Tapi gw kira wajar customer ngomel-ngomel karena koneksinya yang mendadak ngaco serentak disemua tempat, dua minggu yang lalu. Dari yang sebelumnya kita dapet speed hasil speed test di speakeasy atau speedtest.net minimal 700 kbps, sekarang cuma bisa maksimal 200 kbps. Gila kan? Itu maksimal loh. Kebanyakan speedtest yang gw dapat berkisar di 100-an kbps. Pertanyaannya adalah, apa konsumen sudah dirugikan? Jelas sudah.

Disini, gw adalah mantan konsumen IndosatM2 paket 384kbps, sebelum diupgrade ke 1mbps. Rasa sakit hati gw mungkin gak akan sesakit rasa customer-customer baru Indosat yang dijanjikan speed up to 1mbps tapi cuma dapet speed 100kbps. Berasa ditipu kan? Wajar dong kita komplain.

Oh ya, mungkin beberapa orang menanyakan kenapa gw kok ribut banget internet gw lambat, sampe nulis surat2 pembaca segala. Jawabannya adalah, karena untuk saat ini, kehidupan gw paling banyak berputar di Internet. Gw berkonsultasi dan belajar tiap hari, kalo gak ada schedule tutor dateng, lewat YM. Kebiasaan gw, invis chat ama Tutor, sambil donlot MP3 atau film. Dulu, kegiatan ini bisa dilakukan dengan nyaman. Tapi sekarang? Hampir selalu kalau gw lakukan kegiatan yg sama, terjadi dc yang berulang2 dan gw pun gak bisa browsing dengan nyaman. Speed browsing terbagi dengan speed download, jadinya lebih parah dari Dial-Up. :(

Lalu sekarang, di Depok gak ada pilihan untuk internet unlimited kecuali wireless yang sama gak stabilnya sama Indosat saat ini. Apa customer dipaksa memilih yang sama buruknya? Indosat eh Indonesia banget sih.

(Surat Pembaca) Koneksi Internet IndosatM2 Yang Payah

Update :

Respon Dari Surat Kabar Sindo (Seputar Indonesia)

Surat Pembaca anda akan kami muat pada edisi 2 April 2008. Terima kasih
atas kepercayaan anda terhadap koran kami.
Pangeran Ahmad Nurdin
Asisten Redaktur Opini

Hasil Speed Test Indosat M2 Cable Personal

Saya adalah pelanggan internet cable personal IndosatM2 sejak pertengahan 2007 dengan Customer ID 071002670. Awalnya, paket langganan yang diberikan Indosat adalah internet cable dengan kecepatan up to 384 kbps. Selama berlangganan paket tersebut, kecepatan yang saya dapat stabil pada 350-380 kbps, dengan keluhan yang sangat minimal.

Namun sejak akhir 2007, tanpa menginformasikan terlebih dahulu kepada saya maupun customer yang lain, telah mengupgrade layanan tersebut ke kecepatan up to 1mbps atau sekitar 1024 kbps. Saya hanya ‘diberitahu’ melalui iklan internet cable personal di cover belakang majalah Indosat M2 yang saya terima, kalau Indosat telah mengupgrade speed layanan ke up to 1mbps untuk pelanggan yang tadinya mendapat speed up to 384 kbps, dengan harga yang sama.

Saya sebagai customer, tentunya senang dengan kabar gembira ini. Saya anggap ini sebagai niat baik Indosat untuk memperbesar nilai saing Indosat sekaligus memberikan pelayanan lebih baik terhadap pelanggan.

Tapi yang ternyata saya dapat, adalah sebaliknya.

Sejak dua minggu yang lalu, speed internet di rumah saya untuk koneksi ke luar negeri mendadak stabil di kisaran 100an kbps dari pagi hingga malam. Ini berarti saya hanya mendapat 10% dari apa yang harusnya saya dapat. Sementara sebelumnya, speed yang saya dapat selalu sekitar 700-900, baik koneksi lokal maupun luar negeri. Berapa kali saya menghubungi customer service Indosat, namun jawabannya tidak ada masalah pada network mereka, lalu sedang dilakukan investigasi.

Saya mencoba mencari informasi apakah pelanggan lain mengalami apa yang saya alami melalui internet, dan menemukan ternyata tidak hanya saya yang merasakan ketidaknyamanan ini. Banyak laporan yang sama di sekitar Jakarta, bahkan Bandung sudah sebulan menghadapi masalah yang sama.

Jawaban Indosat saat dikonfirmasi hanya “sedang dalam investigasi”, tanpa jawaban spesifik mengenai tindakan apa saja yang sudah diambil Indosat untuk menanggulangi masalah ini, dengan ditambah meminta pelanggan mengirimkan hasil-hasil pengetesan di rumah. Saya anggap ini hanya tindakan mengulur waktu, karena dari apa yang saya baca di sebuah forum majalah yang didalamnya terdapat forum representatif IndosatM2 dengan customer yang memiliki keluhan-keluhan yang sama dengan saya, mereka telah mengirimkan data-data tersebut tanpa tindak lanjut yang jelas oleh Indosat.

Sekarang sudah dua minggu lebih saya menghadapi masalah yang sama dengan IndosatM2 cable personal. Hanya mendapat speed 10% dari apa yang harusnya saya dapat, dengan harga 100%. Karena itu, saya minta tindak lanjut Indosat dan konfirmasi tindakan apa saja yang telah diambil Indosat selama ini, dan berapa lama lagi masalah ini akan berlangsung. Apa IndosatM2 memang mau menghancurkan image IndosatM2 dimata masyarakat? Kalau tidak, saya minta tindak lanjutnya, segera.

Apabila tidak ada tindak lanjut, dalam surat ini saya rekomendasikan terhadap peminat layanan Internet broadband untuk menghindari IndosatM2 karena pengalaman saya dua minggu terakhir yang sangat tidak mengenakkan ini.

Terima Kasih,

Gagah Putra Arifianto

Sampai saat ini, surat pembaca dari gw diatas sudah disubmit online ke Suara Pembaca Detik, Media Konsumen, Konsumen.org, Surat Pembaca Koran Seputar Indonesia dan Kaskus. Semoga IndosatM2 mendengar keluhan ini dan bisa lebih terbuka dengan konsumen dan mau memberikan penyelesaian masalah yang tidak merugikan konsumen.

Proses Migrasi Selesai!!!!

Wodoooeh #:-S setelah seharian gw dan si empunya hosting Dracoola itu berkutat di migrasi hosting, backup, dan transfer nameserver dari Rumahweb ke Dracoola, akhirnya blog ini bisa up juga, walau ada satu yang kurang :D

Yup ! Mohon maap buat Quelopi yg uda comment di post-an terakhir gw di database yg gak masuk kedalam backup, tadi siang. Mungkin ada juga commentator lain yang merasa commentnya hilang? Gw mohon maap yang sebesar-besarnya ^:)^ ^:)^ .

BTW, gw baru aja selesai nonton Fitna yg gw donlot dari Youtube. Hasilnya? Mata gw pediiih sepedih-pedihnya dan bulu kuduk gw merinding, sementara mulut dan hati gw gak berenti2 melafalkan Naudzubillah Min Dzalik, Astaghfirullah, dan doa kuatkanlah imanku dari apa yang bisa membelengguku di Api Neraka (Tumben-tumbennya gw religius :p ). Yang jelas, film itu, sebagai bentuk propaganda bisa diacungi jempol. Kalo gw mengambil tempat sebagai non-muslim yang sama sekali gak tahu tentang Al-Quran dan jelas tidak percaya ma Allah, gw mungkin bakal percaya kalo Muslim itu sadis, muslim itu kejam. Tapi gw muslim. Muslim dan Islam percaya akan kedamaian. Muslim sejati membenci kekerasan, kecuali kalau kamilah yang didzholimi dan diserang, maka kami harus melindungi diri. Itupun tidak selamanya harus dalam bentuk kekerasan. Semoga setiap muslim dan non-muslim dilindungi oleh godaan-godaan untuk berperang atas sesuatu yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan damai.

Kesimpulan : Konten Fitna sampah, tapi bentuknya sebagai propaganda hampir sempurna. Ingat, gw gak membenarkan propaganda yang ada dalam Fitna. Hanya sayang, kenapa Geert Wilders harus membuang-buang kepintarannya memilih dan mengangkat isu dengan daya merenung yang sangat rendah? Hanya Tuhan yang tahu.

(Note : Gw sekarang lg bikin draft untuk resensi fitna yg bakal gw publish di blog ini. Tapi entah kenapa pas gw bikin, gw jadi terlibat konflik emosi yang melukai nilai objektifitas. Doain aja Draftnya selesai 8-| )

Menatap Wordpress 2.5 Baru Gw

Yup!!!! Proses upgrade selesai cuma dalam 2 jam. :-o Lama juga ya??? Ya masalahnya gw tadi ketangkep basah lagi invisible di YM, jadi terpaksa dengan senang hati chatting dulu deh :p . Oke, sekarang proses upgrade udah selesai, saatnya menatap Dashboard baru dan melaporkannya pada anda semua.

Pertama, yang paling-paling-paling berbeda ya jelas aja dashboardnya. Berikut screenshotnya :

Setengah Mateng! Dashboard 2.5

Setengah Mateng! Dashboard 2.5

Jujur aja, tampilan Dashboardnya gak terlalu gw suka. Kesannya berantakan dan color managementnya menurut gw jadi kacau gara2 mendadak ada warna merah itu. Jadi sampe disini gw gak terlalu merasa amazed. :D Tapi mari kita lanjutkan laporan pandangan mata ini. Berikutnya, Design Page!!!

Setengah Mateng! Design Page 2.5

Setengah Mateng! Design Page 2.5

Gak ada perubahan yang terlalu menyolok disini. Yaaah biasa ajalah. Lanjuuuut,  Widgets Page  :

Setengah Mateng! Widget Page 2.5

Setengah Mateng! Widget Page 2.5

Nah. Disini akhirnya keliatan juga user-friendly improvementsnya. Kalo di halaman widgets page yang dulu kita harus scroll kebawah dan geser keatas untuk masukin widgetsnya, sekarang cukup geser ke kiri aja. Emang terkesan gak penting, tapi perubahan-perubahan kecil seperti inilah yang menandakan Wordpress bener2 mendengar keluhan penggunannya. Theme Editor, di lain pihak gak ada perubahan yang signifikan. Padahal gw ngarepin ada semacem built-in editor yg bisa ngecheck validnya script yg kita edit. Ah ya sudahlah. :D Sekarang, mari kita lihat Manage Post page :

Setengah Mateng! Manage Post Page 2.5

Setengah Mateng! Manage Post 2.5

Berubah banget. Tapi ya gak ada yang terlalu wah. Mungkin gw kurang explore kali ya :-?  .

Berikutnya untuk menghemat pulsa bandwith dan halaman, adalah halaman Manage Pages, Links, Categories, Tags dan Media Library :

Setelah repot ngupload2 gambar diatas kok gw jadi ngerasa gak penting ya gw ngepost gambar2 ini??? /:) Yaah biarlah. Siapa tahu ada yg buru2 ngupgrade gara2 gw ngepost gambar ini >:)

Well, sampe sini, gw mo bilang perkembangan di Wordpress 2.5 sebenernya kurang memuaskan gw. Gw kira bakal ada perkembangan yang drastis, tapi ternyataaaa……:-o

Pas gw mo bikin post-an ini dan ngeklik tombol Write…..ternyata……..

Setengah Mateng! Write Page 2.5

Perkembangan terbesar justru sangat terasa di write page ini. Semuanya lebih teratur, dengan theme dan color management yang ngebuat kita bisa berjam2 nongkrong di halaman ini untuk mengolah tulisan kita. Sistem add media juga sudah diemplementasikan dengan baik, menggunakan AJAX yang membuatnya menjadi sangat-sangat modern, up to date dan mudah digunakan. Two Thumbs Up buat Wordpress untuk Write Pagenya!!!!!

Conclusion : Sampe saat ini, apalagi dengan dirilisnya Wordpress 2.5 stable ini, walau gw belom nyobain terlalu banyak CMS atau blogging engine, Wordpress adalah yang terbaik. At least against blogger, it’s like the Boeing 737-500 against A380. Small difference in the type, but big difference in the scale, comfort and design. Well done Wordpress!!!!



Qassia