Archive for the ‘ Serius ’ Category

Hardy Heron On Its Way (To My) Home

Computer is not a device anymore. It is an extension of your mind and your gateway to other people.

Mark Shuttleworth, Founder & Leader Of Ubuntu Linux Distribution

Ubuntu Logo

Tadinya mau iseng2 ngepost di blog opensuse-id sambil nonton Youtube :D , tapi di situ kayaknya lagi ada masalah, di Wordpress Editornya gak bisa masukin gambar dan gak ada button2 pendukung buat ngepost :( . Jadi ya ngepost disini aja deh….iseng2 daripada ntar dibilang hiatus gak jelas lagi :P

Hardy Heron On Its Way Home

Lanjut →

Fu*ked Up Family Will Sell Fu*ked Up Tutorial

There’s an old saying, when kid gets beat up by his father, at his adult the kid will thanked his father in return for beating him when he’s still kid, and then hits back at his son and his wife.

That’s what happen to me today.

One of the member of some fuc*ed up families talks to me, and we’re debating on some, which to my objectivity, seem didn’t right and i want to make it straight again. I keep telling her about my point and why i think it’s not right, but she keep telling me her stories and her point about my point, which to her experience (she’s old, for sure) are the best things for everyone.

Now, i don’t want to make the wrong impressions. I respect other people’s opinion. A lot, i may say.

But the problem is, after we……er….debates for about fifteen minutes, her tone becomes too high, and she keep cutting me when i want to talk. And after a while, she strike me with her opinion about MY way to talk. She said i’m talking like old guy, but too young…that i have no money to help, so if YOU DON’T HAVE MONEY TO HELP, THEN KEEP YOUR MOUTH SHUT. Ad Hominem? I’m just trying to express my opinion, and hold up to it, while i’m hoping that my partners can challenge me in ideas way, not emotional way.

I love when people challenge my idea, with idea!!! Not with emotional way and keep striking me in personal way. And in final she says, when some fu*ked up families can do it, why don’t you? Wow….my theory has been proved. Woo Hooo!!!

*Baru balik dah debat…pake acara tangis2an lagi :(( kok jadi gini ya…..nambah lagi deh list “gak pantes untuk ngomong” gw :

1. Rambut belom botak? Diem aja deh lu

2. Gak punya duit? Diem aja deh lu

Tuhan…..adilkanlah dunia dan berikan yang terbaik pada mereka……sementara untukku….berikanlah aku ketenangan….amin.

Mimpi & Khayal

Hasil Dari Chat Gw dan Kakak gw pada sore yang dingin itu :

yang membedakan mimpi dan khayalan adalah : Mimpi membuat kita bangun setiap hari dan berusaha mencapainya, sementara khayalan muncul sebelum kita bangun dan mengejar mimpi…

Quoted from Gagah Putra Arifianto yg mendadak dangdutan yok neng wise.

Congratulations To My Beloved Cousin, Dita!!!!

This i write just seconds after the announcement, made by my cousin Dita by the telephone, that she’s just been accepted by one of the greatest university in Indonesia, ITB!!!!! :yahoparty: :yahoparty: :yahoparty:

Perfect Timing!!! Just a day (or less? :-\ ) after i posted Welcome to April, my cousin announce this and reveal her new identity….as……a ‘Mahasiswi ITB’ ;)) ;))

Congrats….and welcome to the new sadistic life in college :yahodevil:

Well, now after hearing, thinking, twisting and writing this announcement, the question now hevily directed to me. What about my future? While in my family the only one with the same age and expectations are Dita….now she’s already found her place in College, so you can guess what will happen….the deadly question number 2 in life which is “Mau kuliah dimana?” will attack me life in every sorta way for the next 2 months.

Hope god help me! #:-S

Oke now here’s your turn, my beloved readers :yahodevil: please help me pray for good future of me and Dita….this announcement not only made me happy…but panic’s starting to raise up in my mind. :(

Buat yang gak ngerti bahasa inggris, post ini jelas adalah Ad Hominem. :))

Eh btw…bukannya setiap mahasiswa/siswi ITB harus punya blog sendiri yak?  :yahodevil:

Orde Baru Dalam Ingatan, Telah Kembali

Demonstrasi 1998
10 Tahun Yang Lalu

Indonesia telah sedemikian maju. Bergerak kedepan, meninggalkan memori lama ketakutan-ketakutan publik terhadap ancaman pemerintah yang kadang super-mengerikan, menjamin ketiadaan masa depan atau bahkan hilangnya masa depan karena matinya nyawa-nyawa muda yang seakan tiada henti pada orde Petrus, sebutan terkenal ‘Penembak Misterius’ yang walau pada jamannya saya masih belum bisa berpikir lurus (masi umur 5 th kali gw), tapi tetep ketakutan jaman itu masih bisa terasa lewat cerita-cerita panas yang gw denger dari semua orang yang berani bercerita.

Selepas masa itu, dan kejatuhan maha raja yang juga sekaligus jadi angels of deathnya Orde Baru, tiada lagi yang perlu dikhawatirkan, kata pemerintah. Pemerintah tidak akan pernah lagi memaksa menutup suatu usaha atau kegiatan hanya karena terlihat tidak baik untuk telinga dan mata pemerintah yang terkenal sebaik moral malaikat itu. Pemerintah tidak akan pernah lagi melancarkan ajian-ajian magis yang kadang berakhir dengan hilangnya nama tanpa nasib yang jelas, karena pemerintah menghargai setiap dissenting opinion. Semuanya akan dihitung, akuntabel, dan akan tercatat. Sekotor apapun itu.

Tapi benarkah surga demokrasi di Indonesia akan bertahan? Ternyata tidak. Selepas 10 tahun gaung Demokrasi sebagai kata ‘penguat rasa’ pada setiap kalimat pidato pemerintah, pembuktian keberhasilan sekaligus konsistensi pemerintah pada kata ini jelas tidak terlihat. Terlalu banyak pelanggaran akan sendi-sendi demokrasi yang terlanggar, tanpa pengawasan yang jelas. Kebanyakan, pengawasan justru berakhir pada tindak anarkis dan over-reacting yang membuktikan ketidak-dewasaan pemerintah pada pengartian definisi Demokrasi itu sendiri.

smuanya bisa
Nomor 16 selalu bisa mengatasi krisis

Contoh yang paling aktual saat ini, adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Isi dari Undang-Undang yang ‘katanya’ bisa melindungi setiap orang yang berinternet ria ini seperti mengulang kebodohan lama pemerintah dengan pasal “pencemaran nama baik” dan “anti sara”nya. Oke, niatnya baik. Oke, internet sekarang seperti wild-wild west yang sulit diatur lagi setiap motivasi yang berputar didalamnya.

Namun pertanyaannya, lalu dimana kontrol rakyat sebagai stake-holder demokrasi di Indonesia? Masa semuanya mau dikontrol pemerintah? Katanya Demokrasi? Perasaan saya, yang semuanya dikontrol pemerintah itu komunisme. Ooooh rupanya pemerintah mau bikin ini ya, Demokrasi Pancasila. Ooooh kita rupanya mau mengulang masa-masa saat Soekarno dan Soeharto menggembar-gemborkan Demokrasi ciptaan mereka sendiri, yang tidak lebih dari mengganti bagian kata dari Diktatorisme.

Kita sekarang sudah masuk ke jalan gelap. Keterbelakangan pemerintah dan kecenderungan untuk mengulang sejarah kebodohan sepertinya tidak pernah habis di negeri yang dibangga-banggakan pernah menguasai dunia lewat ‘kejoyoan Majapahit’.
Ini semua seperti quote yang hari ini saya baca dan resapi :

Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.

George Santayana

Mengheningkan Cipta Untuk Internet Indonesia

Untuk sementara gua akan mengheningkan Cipta.


Menghindari blogwalking dan lari dari kenyataan.


Bahwa Youtube diblokir sebagai keputusan politis.


Bahwa Multiply Ditutup Agar “Bad Content” di Internet bisa Dihindari.


Bahwa Depkominfo ingin menciptakan dunia khayal mereka tanpa kejahatan dan tanpa godaan setan.


Bahwa semua hasil search google “Indonesia Blocks Youtube” hanya akan menghasilkan komentar negatif dari rakyat Dunia atas negara kita.


Bahwa sekarang gua harus pake Proxy Thailand untuk ngebuka materi pelajaran gw sendiri.


Bahwa pada akhirnya, pemerintah selalu merasa bisa mengubah dunia dengan memaksakan kehendak.


Bahwa kita tidak lebih daripada negara munafik pembenci Demokrasi.


Bahwa kini, blog ini akan diistirahatkan.


Terima kasih.

Diblokirnya Youtube. Suatu Bentuk Arogansi Gaya Orde Baru

Notice : Setelah 3 hari mengambang gak keruan, hari ini akhirnya Youtube, Myspace dan Multiply tidak bisa diakses di rumah gw dengan ISP IndosatM2. Kekesalan kini udah berubah jadi kesedihan. Kita yang mengagung2kan Demokrasi ternyata hanya negara yang penuh dengan kemunafikan. Kita ini Komunis. Kenapa gw bilang begitu? Karena kelakuan pemerintah gak beda sama kelakuan China.

Semuanya serperti sudah terbukti. Bagi beberapa orang yang menunggu ‘aksi pemerintah’ sebagai bentuk implementasi UU ITE, berikut adalah berita yang mungkin sudah ditunggu-tunggu itu :

Depkominfo Blokir Youtube

Suatu bentuk pemaksaan dan tanda Depkominfo sudah merasa over-confidence? Belum. Masih ada lagi.

Bukan Cuma Youtube, Myspace juga

Jadi sebuah pertanyaan, kenapa Myspace ikut diblokir. Karena di bagian favorite movies ada Fitna? Karena ada official myspace Fitna? Lalu berikutnya apa? Friendster karena ada yang menyebarkan isu rasisme dan profile palsu SBY? Lalu bagaimana dengan multiply? Bukankah ia salah satu plattform blogging? Bukankah ini tanda M. Nuh sudah meminum air liurnya sendiri yang ia keluarkan saat Pesta Blogger tahun lalu? Bahwa di Indonesia kebebasan blog tidak akan pernah dikekang?

Bukankah ini sangat Orde Baru? Siapa yang menyangka M. Nuh ternyata satu guru satu ilmu dengan Harmoko. Ah sudahlah, mungkin besok blog ini akan ikut diblokir. Karena blog ini membodohi rakyat. Apakah lalu besok saya harus meminta ijin dulu ke Depkominfo untuk membuat blog?

N.B : Buat yang lusa akan menghadap Menkominfo, saya mohon sampaikan pesan saya ini :

Beritahu saya cara membangun bangsa tanpa internet. Karena saya tidak mau satu-satunya website yang bisa dibuka anak saya dimasa depan hanya situs Depkominfo yang berisi foto telanjang pakar telematika

Lalu berikutnya bilang, yang barusan itu pesan dari anak ingusan di depok. Thx.



Hosted in Dracoola Multimedia