Archive for the ‘ Pandangan Pribadi ’ Category

Mengheningkan Cipta Untuk Internet Indonesia

Untuk sementara gua akan mengheningkan Cipta.


Menghindari blogwalking dan lari dari kenyataan.


Bahwa Youtube diblokir sebagai keputusan politis.


Bahwa Multiply Ditutup Agar “Bad Content” di Internet bisa Dihindari.


Bahwa Depkominfo ingin menciptakan dunia khayal mereka tanpa kejahatan dan tanpa godaan setan.


Bahwa semua hasil search google “Indonesia Blocks Youtube” hanya akan menghasilkan komentar negatif dari rakyat Dunia atas negara kita.


Bahwa sekarang gua harus pake Proxy Thailand untuk ngebuka materi pelajaran gw sendiri.


Bahwa pada akhirnya, pemerintah selalu merasa bisa mengubah dunia dengan memaksakan kehendak.


Bahwa kita tidak lebih daripada negara munafik pembenci Demokrasi.


Bahwa kini, blog ini akan diistirahatkan.


Terima kasih.

Diblokirnya Youtube. Suatu Bentuk Arogansi Gaya Orde Baru

Notice : Setelah 3 hari mengambang gak keruan, hari ini akhirnya Youtube, Myspace dan Multiply tidak bisa diakses di rumah gw dengan ISP IndosatM2. Kekesalan kini udah berubah jadi kesedihan. Kita yang mengagung2kan Demokrasi ternyata hanya negara yang penuh dengan kemunafikan. Kita ini Komunis. Kenapa gw bilang begitu? Karena kelakuan pemerintah gak beda sama kelakuan China.

Semuanya serperti sudah terbukti. Bagi beberapa orang yang menunggu ‘aksi pemerintah’ sebagai bentuk implementasi UU ITE, berikut adalah berita yang mungkin sudah ditunggu-tunggu itu :

Depkominfo Blokir Youtube

Suatu bentuk pemaksaan dan tanda Depkominfo sudah merasa over-confidence? Belum. Masih ada lagi.

Bukan Cuma Youtube, Myspace juga

Jadi sebuah pertanyaan, kenapa Myspace ikut diblokir. Karena di bagian favorite movies ada Fitna? Karena ada official myspace Fitna? Lalu berikutnya apa? Friendster karena ada yang menyebarkan isu rasisme dan profile palsu SBY? Lalu bagaimana dengan multiply? Bukankah ia salah satu plattform blogging? Bukankah ini tanda M. Nuh sudah meminum air liurnya sendiri yang ia keluarkan saat Pesta Blogger tahun lalu? Bahwa di Indonesia kebebasan blog tidak akan pernah dikekang?

Bukankah ini sangat Orde Baru? Siapa yang menyangka M. Nuh ternyata satu guru satu ilmu dengan Harmoko. Ah sudahlah, mungkin besok blog ini akan ikut diblokir. Karena blog ini membodohi rakyat. Apakah lalu besok saya harus meminta ijin dulu ke Depkominfo untuk membuat blog?

N.B : Buat yang lusa akan menghadap Menkominfo, saya mohon sampaikan pesan saya ini :

Beritahu saya cara membangun bangsa tanpa internet. Karena saya tidak mau satu-satunya website yang bisa dibuka anak saya dimasa depan hanya situs Depkominfo yang berisi foto telanjang pakar telematika

Lalu berikutnya bilang, yang barusan itu pesan dari anak ingusan di depok. Thx.

Proses Migrasi Selesai!!!!

Wodoooeh #:-S setelah seharian gw dan si empunya hosting Dracoola itu berkutat di migrasi hosting, backup, dan transfer nameserver dari Rumahweb ke Dracoola, akhirnya blog ini bisa up juga, walau ada satu yang kurang :D

Yup ! Mohon maap buat Quelopi yg uda comment di post-an terakhir gw di database yg gak masuk kedalam backup, tadi siang. Mungkin ada juga commentator lain yang merasa commentnya hilang? Gw mohon maap yang sebesar-besarnya ^:)^ ^:)^ .

BTW, gw baru aja selesai nonton Fitna yg gw donlot dari Youtube. Hasilnya? Mata gw pediiih sepedih-pedihnya dan bulu kuduk gw merinding, sementara mulut dan hati gw gak berenti2 melafalkan Naudzubillah Min Dzalik, Astaghfirullah, dan doa kuatkanlah imanku dari apa yang bisa membelengguku di Api Neraka (Tumben-tumbennya gw religius :p ). Yang jelas, film itu, sebagai bentuk propaganda bisa diacungi jempol. Kalo gw mengambil tempat sebagai non-muslim yang sama sekali gak tahu tentang Al-Quran dan jelas tidak percaya ma Allah, gw mungkin bakal percaya kalo Muslim itu sadis, muslim itu kejam. Tapi gw muslim. Muslim dan Islam percaya akan kedamaian. Muslim sejati membenci kekerasan, kecuali kalau kamilah yang didzholimi dan diserang, maka kami harus melindungi diri. Itupun tidak selamanya harus dalam bentuk kekerasan. Semoga setiap muslim dan non-muslim dilindungi oleh godaan-godaan untuk berperang atas sesuatu yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan damai.

Kesimpulan : Konten Fitna sampah, tapi bentuknya sebagai propaganda hampir sempurna. Ingat, gw gak membenarkan propaganda yang ada dalam Fitna. Hanya sayang, kenapa Geert Wilders harus membuang-buang kepintarannya memilih dan mengangkat isu dengan daya merenung yang sangat rendah? Hanya Tuhan yang tahu.

(Note : Gw sekarang lg bikin draft untuk resensi fitna yg bakal gw publish di blog ini. Tapi entah kenapa pas gw bikin, gw jadi terlibat konflik emosi yang melukai nilai objektifitas. Doain aja Draftnya selesai 8-| )

Masih Tentang Hack Situs Depkominfo dan UU ITE

Masih tentang kelanjutan peristiwa dihacknya situs Depkominfo kemarin malam, Detikinet baru aja memberitakan konfirmasi dari Roy Suryo tentang tampangnya yang nangkring bugil di situs Depkominfo.

roy_suryo_on_hacking_situs_depkominfo.jpg

Siapa ‘mereka’ yang dimaksud Roy? “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,” tegas Roy kepada detikINET, Kamis (27/3/2008).

“Saya gak mau terpancing, hacker dan blogger gak pernah saya anggap. Paling saya akan ada di belakang Kominfo, tunggu saja action saya,” lanjutnya, tanpa menyebut langkah yang bakal diambilnya lebih lanjut.

“Banyak sekali milis (mailing list) dan blog yang menyuarakan tidak setuju, dan (reaksi) itu terjadi,” tukasnya.

Setelah membaca berita diatas, gw terdiam. Gw bener-bener emosi dan rasanya gw pengen terbang ke tempat Roy Suryo berada dan mempertanyakan argumen tololnya. Tapi yah, saatnya kita dewasa. Mari kita review komentarnya. ;;)

Tentang ketidaksetujuan blogger dan hacker (ambiguitas yang sangat jelas disini, membandingkan blogger dengan hacker) akan UU ITE, rasanya sangaat wajar. Karena Indonesia adalah negara demokrasi. Dan demokrasi menyerahkan segala pilihan hidup kepada rakyat dari suatu negara, dan menjadikan hidup sebagai pilihan, bukan paksaan atau larangan. Disini, yang saya permasalahkan adalah bukan diblokirnya situs porno. Saya masih bisa hidup tanpa itu. Dan saya yakin hampir semua orang begitu. Yang jadi masalah adalah saat negara mulai memilih hiburan apa yang cocok atau tidak cocok untuk rakyatnya. Disini sendi-sendi demokrasi mulai terluka, parah. Karena yang saya tahu, hanya pemerintah komunis dan pemerintah negara Islam yang aktif menyeleksi hiburan untuk warganya, apalagi di internet. Sebagai contoh, China, Cuba, Burma, Arab Saudi, Iran, dan Mesir adalah beberapa negara yang menyensor konten internet di negaranya. Tentunya ini menjadi suatu pertanyaan, apakah ideologi negara kita sudah berubah menjadi Komunisme atau Agamisme?

Selanjutnya, argumen bahwa internet adalah ruang publik menjadi lelucon yang sangat garing untuk dibicarakan. Mengapa? Karena internet bukanlah ruang terbuka yang bisa dilihat tanpa menggunakan media perantara. Ia harus melewati jendela kecil bernama monitor, sebagai satu bagian dari komputer. Dan saat komputer berada di kamar-kamar pribadi individu, maka ia tidak lagi menjadi ruang publik. Ia adalah ruang privat. Sementara internet yang disediakan di warnet, baru bisa diklasifikasikan sebagai ruang publik. Dan dengan memblokir salah satu jenis konten di internet kepada semua penggunanya, adalah sama saja pemerintah melanggar ruang privat warganya. Kecuali, Undang-Undang yang berlaku membedakan warnet dan komputer pribadi. Ini tentu lebih beradab dan lebih berasaskan demokrasi.

Ketiga, kembali topik lama yang sebenarnya saya sudah capek membahasnya. Komter Roy Suryo yang sangat ambigu, karena menyamaratakan Blogger dengan Hacker. Jelas sangat berbeda. Dan apa yang dikeluarkan dari mulut Roy Suryo di media massa hanya akan membodohi orang-orang yang tidak mengerti apa itu blogging dan siapa itu blogger. Tentunya kita tidak mau besok-besok rumah kita dibakar FPI karena kita blogger kan? Oke, mari kita bandingkan blogger dengan hacker.

Hacker, dalam definisi terdasarnya, adalah seseorang yang menerobos masuk ke dalam jaringan atau suatu sistem elektronik. Konotasinya bisa negatif atau positif. Ada yang disebut white hacker, yang berarti ia menjadi hacker untuk melindungi jaringan atau sistem elektronik yang lemah pertahanannya dari black hacker. Black hacker, adalah berlawanan dari white hacker. Sementara definisi lainnya dari hacker adalah seorang computer freak, seperti sayah. :p

Sementara Blogger, jelas sangat berbeda dengan hacker. Blogger adalah seseorang yang melakukan aktivitas yang disebut blogging, yang berarti menaruh atau memampang tulisan di Internet. Isi tulisannya, terserah si blogger. Dan ini, kembali lagi adalah salah satu esens dari demokrasi, yang menghormati setiap pilihan individu. Jadi sebuah pertanyaan apabila karena satu blog menampilkan tulisan negatif, lalu semua blog menjadi negatif? Kok seperti orde baru saja. Jadi sebenarnya Roy Suryo yang bilang blogger itu negatif itu sebenarnya berkomentar atas dasar apa?

Jangan tanya saya, tanya dia.

25 Maret

“Kita arahkan internet kembali ke kit’ahnya yang memberi manfaat. Sehingga orang tidak takut mengakses internet dengan adanya UU ITE. Walaupun, blogger atau hacker pasti masih akan tetap ada,”

 

Roy Suryo, Pakar Pornomatika, Kompas Online 25 Maret 2008

 

“Pisau Dapur dipakai Koki untuk Masak, tapi bisa juga dipakai untuk membunuh. Jangan larang distribusi pisaunya, tapi beri edukasi kalau membunuh itu tidak baik”

 

Anonimus, Beredar di Internet 25 Maret 2008

 

Mereka Itu Malaikat

Menjaga Kita Dari Marabahaya

Mereka duduk di kursi singgasana

Menunggu pelacur mendatangi masa

Lalu Mereka ambil Pisau Tajam

Mereka Tusuk Ke Dada Mereka

Karena Mereka itu Malaikat

Mereka Menjaga Kita Dari Marabahaya

 

 Gagah Putra Arifianto, On Anggota DPR 25 Maret 2008

 

*Blokir-blokiran dan ancaman berat terhadap penyebar pornografi sudah mengguncang dunia maya. Beberapa forum seperti Bluefame dan Kaskus sudah menutup Adult subforum untuk selamanya. Tapi kita seharusnya tertawa. Loh, kalau si penyebar pornografi saja dihukum 1 Milyar, lalu bagaimana dengan pezinah dan bintang pornonya? Jangan bilang itu hak mereka. Lalu hak kami apa?

JK Nonton Ayat-Ayat Cinta

Detik.com baru aja memberitakan ‘Kalla Kagumi Sutradara Ayat-Ayat Cinta‘, sebagai akhir dari seri panjang berita gak penting ‘JK Nonton Ayat-Ayat Cinta‘ Komentar gw, satu, berita itu gak penting, dua, gak penting banget sih, tiga, ada yang aneh disini.

Yang aneh disini adalah kecendrungan para punggawa pemerintah ikut menyaksikan film-film yang sedang fenomenal saat ini. Dan yang membuat hal ini aneh adalah media sendiri sepertinya mengakui kalau apa yang dilakukan mereka memang aneh, dengan mem blow-up berita kalau mereka menyaksikan film Indonesia. Masih ingat kan cerita JK & Nagabonar jadi dua? Gw yakin, setelah JK nonton Ayat-Ayat Cinta, berikutnya akan ada seri-seri berita lain yang mungkin berjudul ‘Menteri Jalan Kaki Nonton Ayat-Ayat Cinta’ atau ‘Sebelum Menteri Nonton Ayat-Ayat Cinta Cuci Kaki Dulu, Minum Susu Baru Tidur’. Terasa seperti orde baru :(.

Menurut gw, apa yang dilakukan JK dan mungkin perangkat pemerintahan lainnya waktu dulu itu gak lebih dari usaha mereka memperbaiki imej mereka di mata publik. Gak ada yang salah dari itu, cuma terasa banget kepura-puraannya. Buat sutradara dan crew, tentu itu adalah bentuk penghargaan tertinggi dari seorang petinggi negara. Tapi pertanyaan gw, apakah semua film yang sudah pantas mendapat penghargaan setinggi itu mendapat pengakuan serupa? I don’t think so, beibeh

*Salah satu kejadian semacamnya yang menurut gw aneh adalah penghargaan SBY terhadap Kiamat Sudah Dekat. Does SBY wakes up in the middle of the night and the tv’s randomly in SCTV and he watched it accidentally without knowing that the serial is not that good (in my opinion). I don’t know. What i know is that there’s other thing to appreciate other than sinetron. Why don’t SBY invite the whole crew of detik.com? At least they’re the one who like to blow up thing in a series way. :p

Kebiasaan Ber Gua - Elo di YM!

Bukan berita baru, kalo di Internet dunia jadi terasa sempit, dan semua orang yang kita lihat dan temukan terasa seperti teman dekat dan paling akrab untuk dijadikan tempat bertanya. Bagi beberapa orang, hal ini mungkin jadi kelebihan dari dunia maya. Tapi bagi beberapa orang, terutama yang sok pinter dan sok yang paling bener gituh :( ini adalah salah satu kerugian berinteraksi di Internet.

Semuanya Jadi Maya. Palsu.

Salah satu kebiasaan aneh yang menurut gw cuma ada di Internet dan gw sendiri mengalami dan melakukannya, adalah ber-gue-elo dengan orang yang umurnya jauuuh diatas atau dibawah gw. Sebagai contoh, lihat screenshot chatting dibawah ini :

 

gw-elu2.jpg

Bisa dilihat, saat gw chatting sama seseorang yang gak tahu dateng darimana (tahu2 chatting aja =)) ) itu, gw seperti melupakan umur lawan chatting gw yang menurut berita terbaru ternyata adalah mahluk purbakala yang menemukan mesin waktu khusus untuk chatting sama gw ;)) (halah…hahaha becanda :)) ).

Pertanyaan gw, apakah ini normal? Wah gw juga gak tahu deh :p. Mungkin untuk beberapa kalangan, terutama yang gaol, ngomong gw-elo dengan orang yang uda pantas menyandang cucu dan berpoligami mungkin terlihat normal. Tapi jujur aja, kalo gw kenalan langsung sama orang yang dengan jelas terlihat lebih tua dari gw, gw dengan refleks pasti akan manggil mas atau mbak. Dan ini benar-benar terjadi. Contohnya hubungan relationship gw sama pembantu gw, si Tari. Kabar2nya, dia masih berumur 15 tahun yg berarti 2 tahun dibawah gw.

Tapi karena gw nganggep yg namanya helper (istilah kerennya pembantu) itu pasti lebih tua dari majikan dan selalu dipanggil mbak, akhirnya gw selalu manggil dia “mbak…mbak…pijitin bantuin dooong ;))” tanpa mau tahu kalo yg gw panggil itu pantes disebut adek dan gak pantes disuruh mijit, apalagi yg konotasinya negatif dipanggil mbak.

Tapi ya sudahlah, toh gak ada gunanya mikir rumit2. Anggep aja manusia yg gw ajak chatting di internet itu gak nyata, gak riil, toh mereka gak bisa  mukul gw di dunia nyata. Cuma bisa pake b-( doang.

Atau mungkin, internet telah mengakrabkan umat manusia dibanding dunia nyata? (Kayaknya sih gitu :D ) Kalo gw sih, sama Yati & onlen buddy gw yg laen emang solmet…jd ya wajar dong :p

*Post-an diatas hanya bersifat hiburan dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung suatu individu atau lembaga. Bagi yang merasa tersinggung silahkan curhat sama Google :))



Qassia