Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

(Ekslusif CNN) Video Terakhir Michael Jackson: Gladi Resik Konser 2 Hari Sebelum Kematian Dirilis

Posting pendek aja, ini video terakhir Michael Jackson yang baru saja dirilis CNN, yaitu 2 hari sebelum kematiannya, saat ia menjalani gladi resik preparasi konser yang akan ia jalani di bulan Juli ini.(cnn via HuffingtonPost)

Michael Jackson meninggal 25 juni, pada usia 50 tahun.

 
 

Ambalat: Kita Tersinggung, atau Tidak Percaya Diri?

ganyang

Ada beberapa alasan kita saat ini begitu emosi melihat Ambalat dilewati, dimasuki dan dilanggar kedaulatannya, sebagai salah satu bagian daerah dari NKRI oleh Malaysia.

Pertama adalah rasa tersinggung. Rasa dilanggar, rasa diinjak-injak oleh negara tetangga yang lebih kecil, yang selalu dianggap anak bawang –walau ratusan ribu warga negara kita mencari makan disana-.

Kedua, kita malu, karena kita tidak percaya diri. Pasti semua pernah merasakan saat merasa kurang nyaman, kurang pede dengan tempat kita berada, segala omongan dan aksi orang-orang disekitar kita akan jadi mencurigakan. Ditanya umur jadi bertanya-tanya apa baju yang kita kenakan membuat kita terlihat tua. Ditanya postur tubuh apalagi. Terlebih untuk orang yang posturnya, kalau diekspresikan dengan kata halus orang timur “sehat”. Bisa langsung kabur ke kamar mandi.

Masalahnya wajar kita tidak percaya diri. Kita tahu militer kita secara alutsista lemah. Beberapa minggu lalu Hercules jatuh, dan begitu banyak keributan tentang bagaimana buruknya alutsista kita muncul di media. Entah itu legal atau tidak. Kalau kata Panglima TNI sih illegal. Harusnya segala sesuatu tentang keburukan TNI, menjadi rahasia TNI. Apalagi tentang detail alutsista dan postur pertahanan kita yang buruk. Begitu katanya. Mereka tentu tak nyaman jadi olok-olok di medan perang. Apalagi yang bertugas di perbatasan, yang kabarnya harus berbagi makanan dengan tentara negara lain karena stok dan kiriman makanan yang kecil dan jarang datang. Kalaupun datang isinya hanya nasi dan ikan asin. Tak secanggih makanan kalengan negara yang sekarang sedang kita musuhi dengan segenap hati.

Ada yang bilang rasa tidak percaya diri bisa meningkatkan kemungkinan ketersinggungan. Rasa-rasanya sih benar. Itu untuk individual, untuk masing-masing pribadi. Bisa bayangkan efek kurangnya rasa percaya diri pada suatu negara. Contoh terbesar, walau agak jauh, mungkin Amerika. Bush, pada 2001 seperti syok bahwa pertahanan mereka bisa ditembus. Dengan mudah pesawat bisa dibajak dan diterbangkan ke gedung kembar yang gedenya gak ketulung-tulung. Pesawat itu pun besar, tapi beberapa teroris Arab berhasil masuk dan menghancurkan kedua-duanya.

Mendadak kestabilan, kemegahan dan keberhasilan Amerika seperti dihancurkan. Dan kita bisa lihat, rasa tidak percaya diri Bush pada sistem pertahanannya menimbulkan Doktrin Bush. Sebuah doktrin yang berteriak “serang dulu sebelum kita diserang” mengarahkannya ke tempat yang salah. Iraq yang dituju, padahal Bin Laden selalu berputar-putar di Afghanistan dan Pakistan. Jutaan orang harus tewas demi entah apa, dan biang pelakunya sampai sekarang belum tertangkap.

Mungkin juga justru kita terlalu percaya diri. Toh dua paragraf sebelum paragraf ini masih bisa dibaca dengan normal dan masuk diakal dengan mengganti kata “tidak” atau “kurang” dengan “terlalu”. Seperti tempat terjauh pantulan pendulum, posisi moral rakyat kita melihat masalah Ambalat. Itu setidaknya yang gw lihat sehari-hari. Antara yang takut kita kalah perang, tapi masih ingin perang demi nasionalisme –toh kita dulu menang hanya bermodalkan bambu tajam- dan yang berapi-api ingin perang karena Malaysia sudah kelewatan. Kata mereka, dengan jumlah pasukan kita yang jauh lebih banyak, kita pasti menang.

Alasan-alasan diatas tentu wajar dan bisa dimengerti. Gw pun mengerti dan hanya bisa ikut memanas-manasi situasi apabila ada obrolan seru soal Ambalat di sekeliling gw. Euforia penyatu rakyat sebesar ini memang entah kenapa seperti dirindukan Mahasiswa. 1998 seperti tahun terakhir saat demonstrasi dipandang sebagai pemersatu opini. Kini semuanya terfraksi, dan kebanyakan Demonstrasi justru dianggap sebagai kerusuhan. Entah ini salah media kita yang seperti tidak bisa membedakan antara Demonstrasi yang kalau diinggriskan jadi demonstration dengan Kerusuhan yang apabila diinggriskan jadi riot. Perbedaan kata yang membedakan makna.

Selain alasan-alasan dibalik begitu emosinya kita menghadapi kasus Ambalat, adakah yang benar-benar tahu alasan dibalik mengapa kita tidak begitu emosi melihat ada warga kita di perbatasan yang memilih menjadi warga negara Malaysia? Alutsista kita begitu kurang terawat dan tua usia? Korupsi, buruknya birokrasi dan kacaunya moral penegak hukum? Kemiskinan, pengangguran, di dalam negeri?

Ambalat punya dua alasan untuk kita maju perang terhadap Malaysia. Ribuan masalah lain didalam negeri punya jutaan alasan untk kita maju perang terhadap sikap dan kedewasaan kita sendiri. Apa anda akan maju berkelahi dengan kaki dan tangan yang senantiasa berkhianat karena rusaknya koordinasi  fisik, itu terserah anda. Karena nanti kalau sudah keburu maju, gak mungkin lagi kabur ke kamar mandi mendengar tertawaan dan serangan dari sana-sini.

 
 

Diskusi kecil dengan Mega-Pro (di Twitter)

twit1twit2twit3twit4

Karena harga kambing hitam itu (mungkin) murah, dan jadi Presiden adalah tentang didikte menteri (atau Wapres).

 
 

Mega-Bowo hadir di Twitter, Prabowo asli?

megaprotwitterklik link untuk versi besarnya

Cuma short update aja, walau gw teteup bukan simpatisan Mega-Bowo, atau Mega-Pro, atau in fact, gw bukan fans berat salah satu dari 3 pasangan Capres-Cawapres yang akan maju dalam Pilpres kali ini, tapi jujur, mungkin ini adalah perkembangan paling menarik dari kampanye kepresidenan kali ini, setidaknya di mata gw.

Megawati, Prabowo, berkomunikasi langsung dengan massa. Lewat Twitter.

Pertama, buat yang belum join twitter, joinlah sekarang. Twitter mungkin, dari semua micro-blogging tool yang tersedia saat ini, yang paling stabil, dan yang paling menarik user-basenya. No offense untuk Plurk user, tapi kalo  dari pertumbuhan Plurk dan Twitter sekarang sih, Twitter akan jadi Facebook dan Plurk akan seperti Friendster. Kenapa begitu : Karena Plurk hanya tumbuh di Asia, terutama di Indonesia, sementara Twitter tumbuh di seluruh dunia. 8)

Oke, kembali ke Prabowo dan Twitter, gw sangat-lumayan, hmm, terkaget-kaget dengan perkembangan ini. Kaget karena setelah datangnya email bahwa gw difollow sama @megabowo, gw pun mengecek, dan di Twitter account @megabowo itu ternyata benar-benar terjadi diskusi nyata antara pengguna Twitter dan @megabowo yang mengaku adalah memang Prabowo yang ngetweet dari blackberrynya.

megatweet

Klik buat liat versi gedenya

Jujur, gw masih meragukan keaslian account Twitter Mega-Pro, tapi kalau benar ini Prabowo yang ngetweet, menjawab dan berdiskusi dengan massa, dan sepertinya memang begitu, maka mungkin, Prabowo adalah satu-satunya figur politik, dan politisi pertama yang benar-benar mengerti esensi dari social media. Walau Prabowo sekali lagi bukan favorit gw, harapan gw cuma satu, kalau memang ini Prabowo. Kalau anda menang, saya ingin lihat anda terus ngetweet. Karena yang anda lakukan di Twitter adalah pembelajaran politik untuk politisi yang lain, bahwa komunikasi politisi dan massa bisa berlangsung secara horizontal, tidak selalu harus komunikasi vertikal dari atas ke bawah seperti sekarang.

selamatpagitweet

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin