Archive for the ‘ Setengah Serius ’ Category

Depkominfo akan blokir situs ‘negatif’

 pemerintah blokir

Barusan, Detikinet memunculkan berita berjudul “Pemerintah Siap Blokir Akses Situs Negatif”. Dalam beritanya disebutin Menkominfo tengah menyiapkan tiga langkah untuk menangkal akses ke situs-situs yang diklasifikasikan sebagai situs negatif.

salah satunya ialah sosialiasi dan edukasi. Hal ini diyakini akan meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran (self filtering) untuk memilah situs yang baik dan layak.

:)

Kedua, kerjasama dengan pihak yang memiliki jaringan terbatas (limited network) seperti di lingkup kampus, lembaga pendidikan, dan departemen pemerintahan.

Hmm….  /:)

Terakhir, pemerintah juga akan bekerja sama dengan perusahaan penyelenggara jasa internet (Internet Service Provider atau ISP) untuk memblok trafik terhadap situs-situs negatif.

:-o

Calon penerus kontroversi RUU APP berikutnya?

Anda Terlalu Muda Untuk Bisa Bersuara

Menurut lo, aneh gak judul diatas? Menurut gw sih, aneh banget! Pertama, umur gw masih 17 tahun. So…gw gak bisa dibilang tua2 amat kan :lol: . Dan setiap harinya, baik secara langsung maupun tidak langsung, perlakuan seperti judul diatas sering banget gw hadapin. Lucunya, perlakuan-perlakuan kayak begini memang sudah seperti unspoken tradition pada perjalanan kehidupan manusia. Kita semua dilahirkan untuk menjadi tua, untuk mendapatkan banyak pengalaman, dan setelah mengeruk banyak pengalaman dari sesuatu yang bernama kehidupan, maka anda siap untuk dicap “Bijaksana” atau, “Dituakan” atau “Kepala suku”. Eh :???: yang terakhir salah kali ya :lol: …..tapi ya gak terlalu beda jauh sih. Menurut gw sendiri, tindakan atau perlakuan diskriminatif terhadap anak muda itu sendiri terjadi karena dalam sejarahnya, pada masa lalu sekelompok manusia selalu dipimpin oleh kepala suku yang paling tua di kelompoknya. Kenapa begitu? Karena memang pada masa itu tua dijadikan ketua (tuh, namnya aja ke-tua…gak ada yang namanya ke-muda :grin: ) karena ia memiliki pengalaman yang lebih daripada yang lain. Pada masa itu, untuk bertahan hidup yang bisa diandalkan memang hanya pengalaman. Misal, pada suku pemburu paus, yang menjadi  ketua adalah yang paling punya pengalaman dalam berburu paus. Kalau yang dipilih anak muda, yang terjadi ya gak ketangkep Pausnya. Ya eyalah…..gimana bisa nangkep paus kalo perang ngelawan jerawat aja gak menang2 (jayus mode : on :razz: ).

Lalu sekarang pertanyaannya, dengan tradisi masa lalu dan praktek semacam ini yang masih terus (walau tanpa secara langsung dilakukan) terjadi di dunia ini, masih pantaskah kita menganggap yang tua yang bijaksana? Sekarang, gw akan coba memberikan 3 pertanyaan simpel yang harusnya bisa dijawab kaum ‘bijaksana’ dengan mudah. Berikut pertanyaannya :

  1. Pada pemerintahan, golongan umur berapakah yang paling sering tertangkap karena kasus korupsi? Tua atau muda?
  2. Pada saat suatu rezim melakukan kesalahan atau telah bertindak anarkis pada rakyatnya sendiri, golongan umur berapakah yang datang lari-lari mengingatkan untuk melakukan revolusi (atau reformasi)? Tua atau muda?
  3. Setiap 10 tahun, kualitas pendidikan meningkat seiring waktu. Lalu ternyata apa yang dipelajari lulusan S1 tahun 1970-an ternyata hanya pelajaran tingkat SMA pada 2000-an. Lalu siapa yang memiliki tingkat kualitas pendidikan tertinggi? Tua atau muda?

Kalau memang jawaban dari ketiga pertanyaan diatas memang muda, lalu apa alasannya menganggap yang tua yang paling bijaksana. Dalam anggapan gw, yang paling tepat adalah menempatkan seseorang pada tempatnya yang sesuai, bukan karena umur, ras, agama, dan sebagainya. Ini udah millenium bro, dan menurut gw udah saatnya anak belasan tahun memimpin suatu perusahaan karena dia punya ide segar. Wait a minute. Bukankah post yang gw buat ini juga sudah membeda-bedakan manusia berdasarkan umur?

N.B : Postingan ini muncul ke pikiran gw waktu hangout ke Margo City tadi siang. Om gw yang masih berumur 33 tahun, dengan filosofi kehidupan miskin tapi bahagia itu bullshit, gw kasih pertanyaan “Kalo om anak angkat, terus orang tua om yang asli itu orang kayaaa rayaaa banget, sementara orang tua yang ngangkat om biasa-biasa aja, tapi om sudah terbiasa dan sudah sayang banget sama orang tua yang ngangkat om jadi anak. Nah sekarang masalahnya, orangtua om yang asli minta om milih, mau tinggal apa mereka apa sama orang tua om yang udah ngangkat om bertahun2. Berarti disuruh memilih antara uang atau perasaan kan? Nah, om lebih memilih kaya-raya dengan perasaan merana atau perasaan bahagia dengan uang tak seberapa?”. Om gw menjawab, “ya gak bisa dong…kalo ditanya gitu om jawab mau dua-duanya, hak dari orangtua asli dapet, tapi tetep tinggal ama orangtua angkat om” :roll: “ya gak bisa dong….pada kenyataannya manusia kan emang gak pernah bisa memilih dua pilihan waktu dikasih pertanyaan…harus memilih salah satu” eeeeh…om gw langsung bilang gini “ya pokoknya kalimat-kalimat biar miskin yang penting bahagia itu cuma kalimat penghiburan aja, bullshit” ya gw jawab lagi “loh…ya jawab dulu dong mo pilih uang apa perasaan” dan om gw cuma menjawab, “ah…Gagah belom ngerasain apa-apa, umur Gagah baru 17 tahun, belom ngerasain apa-apa dibanding om” dengan kata lain : “umur Gagah baru 17 tahun, jadi gak usah sok-sok berteori deh…” :razz: nah…waktu itulah gw berpikir…apa emang tua itu segalanya? Menurut anda-anda pembaca bagaimana?

Pergi Ke Tanjung Dulu…..^____^

Hello all, gw selama dua minggu kedepan bakal ketanjung dulu, mo njenguk bokap plus ketemu temen2 lama….aseeek :P

P.S : Sori, selama blog ini aktif (uda sekitar 1 bulan ya) gw gak terlalu aktif ngeblog dan blogwalking. Gw juga minta maap kalo blog ini masi keliatan template banget. Ntar kalo uda balik, atau mungkin juga pas ditanjung :D , gw rencanain mo ngedesign header buat blog ini…..jadi stay tune…. :D

Dan…plis…kalo berkunjung commentlah….1 kata dua kata….. :(

Asian Idol

Tahun ini, ada yang sedikit beda dari pertelevisian kita. Untuk pertama kalinya, diadakan sebuah kompetisi yang mengkompetisikan para pemenang idol dari berbagai negara. Ialah, Asian Idol.

Buat pertama kalinya, bisa dibilang ada kompetisi seperti ini di Asia dalam artian punya nilai komersial yang tinggi dalam 10 tahun terakhir. Kalau kita inget2, pada dekade 1990an pernah diadakan acara semacam ini namanya Asia Bagus. Acara ini bisa dibilang memiliki konsep yang sama persis dengan Asian Idol, cuma bedanya yang satu (Asian Idol) melakukan pemilihan pemenangnya dengan SMS, sementara Asia Bagus lewat penilaian para juri. Dan bukan sedikit penyanyi Indonesia yang dihasilkan Asia Bagus. Nama-nama seperti Rio Febrian, Andien, Krisdayanti, Glenn Fredly, Dewi Gita, AB Three, Shakila, dan masih banyak penyanyi Indonesia lainnya ditelurkan dari kompetisi ini, dan yang pasti, semuanya jadi (kecuali Shakila, kyknya agak segmented yg tahu dia ini :D). Asia Bagus, bisa disimpulkan sukses berat. Gak ada orang Indonesia yang gak tahu Najib ali, the same like Dewi Sandra. Dua host Asia Bagus ini jadi. Hmm, jadi artis tentunya :P

Dalam perhelatan Asian Idol kali ini, pemilihan yang ditentukan dengan sms memang sedikit memperbesar dugaan akan adanya penilaian yang kurang tepat. Penggunaan SMS yang bisa dibilang jumlahnya bisa dikatrol oleh suatu negara, membuat gw agak2 takut juga. Gimana kalo misalnya satu negara mutusin buat ngatrol jumlah sms lewat, umm….beli pulsa sebanyak2nya atau bahkan mengerahkan seluruh kepala daerah (seperti yang terjadi di Indonesia) untuk juga mengerahkan dana pemerintahan untuk pendukungan kontestan? Tentunya mungkin kan?

Yang lebih gila lagi, ada beberapa orang yang menilai kompetisi Asian Idol cuma bakal jadi ajang keegoisan suatu negara aja. Maksud gw, siapa sih yang mau ngirim sms buat negara laen? Apalagi negara yang laen itu kebetulan *ehem* negara yg lagi berkasus ama kita?(I’m talking about the “Reok Ponorogo” Snatcher). Ini semua membuat beberapa orang menganalisa yang bakal memenangi Asian Idol adalah kontestan dari India, karena dengan lebih dari 1 milyar penduduk, sepertinya bisa memastikan jumlah pengirim sms yang kalau 20%nya aja ngirimin sms dukung idolnya, we’re dead.

Terlebih dari kontroversi sistem penilaian dan *ehem* katrol nilai dengan duit, Asian Idol tahun ini bisa dibilang bener2 memuaskan gw secara pribadi. Pertama, kontestan yang mewakili Indonesia adalah idol favorit gw dari semua idol yg pernah diadakan di Indonesia, Mike Mohede. Dia itu kayaknya gak ada yang nyaingin dari seluruh penyanyi laki Indonesia. Nothing compares to his angel’s voice. In Indonesia, at least.

Prediksi gw? Gw yakin lo nanya begitu… :D Prediksi gw simpel aja kok, siapa yang bisa impressed penonton pasti menang. Dan sampai saat ini, pukul 22:40 waktu gw bikin artikel ini dan Mike sudah perform dengan satu lagu pertama (Mengejar Matahari), bisa dibilang pesaing Mike satu-satunya cuma kontestan dari Phillipines, yang emang suaranya keren banget. Cuma beda tipe ama Mike. Kalo Mike itu soulful, kalo Mau Marcelo (Philippines) itu lebih ke powerful, walau emang punya soul juga lah jelas. Kalo gak punya soul trus gak ada kakinya dong? hiiiii………… :lol:

Updates : Ternyata, according to Wikipedia, tim produksi Asian Idol sudah menyiapkan anti-cheating measure untuk kecurangan kenegaraan yang udah gw tulis diatas. Setiap sms diharuskan dikirim dalam format dua negara, jadinya kalo ada orang yg ngirim sms ngedukung negaranya, dia juga harus dukung negara lain. Bisa kebayang kalo suatu negara ngirim 20 juta sms buat wakilnya, maka ada 20 juta dukungan juga buat kontestan lain. Wuuuh…… :shock:

Hari Ini Gak Tidur Lageee….

Hari ini gw gak tidur lagi :( . Maen Airline Mogul dari jam 11 ampe sekarang :mrgreen: , ceritanya Airline gw baru beli 10 Curtiss CW-20 buatan tahun 1952 (Airline Mogul sekarang masih Round 1950, dan seperti biasa, karena rasa keingin tahuan gw yang menggebu-gebu baru tahu jenis pesawat ini, akhirnya nyari-nyari di Wikipedia. Dan hasilnya, ternyata pesawat yang namanya Curtiss CW-20 itu gak ada. Yang ada adalah C-46 Commando yang dibuat oleh Curtiss-Wright.

Curtiss C-46F - Photo Copyright Henry Tenby

Kok bisa gak ada ya? Ternyata, Curtiss CW-20 itu ya C-46 itu juga. Cuma karena waktu periode flight testing CW-20 gak mendapat satupun firm Order, Curtis-Wrights yang juga dapet order bwat versi militer dari CW-20, yaitu C-46 memutuskan untuk memproduksi C-46 aja daripada CW-20. Jadi C-46 itu ya bisa dipanggil CW-20. Begitu juga dengan C-46. Kok agak2 kayak banci ya. Kalo siang Budi kalo malem Susi 8O .

Terus tadi jam 4-an, gw dengan keadaan setengah bangun setengah ngorok ngedenger iklan di tipi dibelakang gw. Iklan Susu Kedelai namanya MDL-525 ato apa gitu. Busyet de….siapa sih yang iseng banget ngasih nama susu MDL-525 :| ??? Kok kayak lokomotif aja namanya :lol:



Qassia