Ini cuma sekedar catatan pendek aja, sekalian pesan untuk masa depan, bertepatan dengan hari ini gw genap setahun lebih tua.
Kadang masalah begitu banyak,ribuan kerikil setiap hari datang. Yang kita lakukan adalah tendang, tendang, dan ia pun menjauh, dan hilang. Kita pun dibuat lupa, walau untuk sementara.
Kalau di jalanan mungkin gak masalah. Tapi kerikil yang ini berbeda. Yang ini punya kemampuan khusus menggandakan diri kalau ditendang. Dan area tendangannya pun segi empat, seperti kotak. Jadi mereka selalu terperangkap di pojok, membukit membentuk gunungan.
Lalu tiba-tiba kita mencetak prestasi besar, sebesar topan badai. Kerikil-kerikil itu pun hilang terhisap didalamnya, tidak jelas, menghitam dan berputar. Kita tenang, karena entah kenapa topan ini terasa seperti semilir sejuk yang paling parah hanya berakibat rambut berantakan.
Sayangnya, semua topan tentu ada habisnya.
Dan saat akhir itu datang, segala kerikil akan jatuh ke segala penjuru, menyerang, menghujam dan melukai kulit terluar kita.
Karena itu, gw pikir, saat kerikil bermunculan, jangan fokus pada menendang, fokus pada membuang. Atau malah jangan membuang, tapi daur ulang. Cari cara mengubah masalah menjadi anugerah.
Sehingga paling gak tahun depan jalan hidup gw gak akan dipenuhin kerikil-kerikil lagi.











