Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

SBY + Prabowo = Hillary

Sebenernya gw mau ngepost tulisan tentang Kedatangan Hillary pagi ini…tapi berhubung tulisannya masi setengahmateng, kita sedikit intermezzo aja dulu ya :)

Barusan aja liat halaman Detik.com, yang dengan tepat menggambarkan persaingan dan panasnya pemilu 2009. Gak tahu lucu apa gak menurut temen2 pembaca, tp gw tadi sempet ketawa juga ngeliatin ironiknya kemunculan penempatan kedua iklan ini yang bisa barengan :

sbyprabowo

Ada tiga hal yang patut diperhatikan dalam halaman ini :

1. SBY Kalah posisi iklan ama Prabowo – Selain dua iklan ini,sebelumnya muncul iklan flash pop-up iklan Gerindra yang menutup tampilan iklan SBY. Apa ini berarti dana periklanan Gerindra lebih besar daripada Demokrat?

2. Pose SBY – Prabowo sama-sama ngangkat tangan – Ada apa ya dengan ngangkat tangan :mrgreen:

3.  Jadi apa maksudnya pasang Hillary di judul artikel? – Gak ada. Karena ini post tentang detik, tahu sendiri, judulnya gaya Detik juga. :)

 
 

Indonesia Merdeka Tahun……..2005????

Dalam dunia jurnalistik, kesalahan adalah satu bagian yang memang wajar dan gak bakal pernah hilang. Tapi saat suatu berita salah memberikan headlines yang akibatnya mengubah sejarah suatu negara, maka media tersebut telah membawanya ke level baru. Level Super Gokil.


Link Asli : Sejak Pengakuan 2005, RI-Belanda Semakin Dewasa

Haduh detik….detik…….

Update : Ada komentar konstruktif yang diberikan oleh mas (atau mbak? :p) Yoyo, katanya yang dimaksudkan “2005″ disini adalah suatu persetujuan bernama Comprehensive Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Menyeluruh) yang memang ditandatangani tahun 2005.

Well, terlepas dari tahu atau tidaknya saya akan eksistensi persetujuan tersebut, dalam artikel asli berita Detik sama sekali tidak disebutkan yang dimaksud “Pengakuan” adalah persetujuan tersebut. Justru pada alinea yang harusnya memberikan garis besar suatu artikel disebutkan tentang “pengakuan proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945″. Berikut kutipan artikel aslinya :

Wassenaar – Hubungan bilateral Indonesia-Belanda selalu naik turun. Namun sejak Belanda mengakui proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945 hubungan kedua pihak telah mencapai tingkat dewasa.

Hal itu disampaikan Dubes RI Den Haag JE Habibie pada resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar di Wisma Duta, Kamis malam (4/9/2008) atau Jumat pagi WIB.

Pertama kali dalam sejarah kesempatan khusus itu dihadiri Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan menteri utama kabinet, antara lain  Menlu Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi Kemlu.

Selain itu juga terlihat Ketua Komisi I Parlemen Hans van Balen, Ketua Komisi Hubungan Luarnegeri Henk Jan Ormel dan para mantan Dubes Belanda yang pernah bertugas di Jakarta, yakni J.H.R.D. van Roijen, Schelto Baron van Heemstra, R.J. Trffers dan Nikolaos van Dam.

“Hubungan Indonesia-Belanda telah berlangsung sejak lama, naik dan turun. Namun sejak pemerintah Belanda menerima secara politik dan moral proklamasi kemerdekaan Indonesia 17/8/1945, hubungan itu telah mencapai tingkat dewasa,” ujar Habibie, akrab disapa Fanny.

Menurut Fanny, Indonesia-Belanda telah mencapai kemitraan murni sejak kedua pihak menyelesaikan Comprehensive Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Menyeluruh). Persetujuan tersebut telah diimplementasikan dan teresonasi dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, imigrasi, transportasi dan pertahanan, yang keseluruhannya telah berkembang baik.

“Resepsi diplomatik ini tidak hanya sebuah saksi dari hubungan produktif yang menguntungkan kedua negara, tetapi juga melahirkan karakter unik dibandingkan dengan sebelumnya,” demikian Fanny, merujuk pada kehadiran Perdana Menteri, para menteri utama kabinet, petinggi parlemen Belanda dan delegasi promosi dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Dapat dengan jelas terlihat, selain di judul artikel tidak terdapat sama sekali tulisan tahun “2005″ maupun penjelasan apa itu pengakuan 2005. Dalam pandangan orang yang awam sekali tentang sejarah hubungan kedua negara, akan diambil kesimpulan kalau Detik salah memberikan judul dan “pengakuan” yang dimaksudkan disini adalah pengakuan tahun 1945, sesuai dengan yang disebutkan di alinea pertama artikel. Jadi, Detik masih ngaco. :P

Makasih banget buat mas Yoyo atas komentarnya, membantu banget untuk menjelaskan kesalahan ini lebih lanjut. ;)

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin