Posts Tagged ‘ Indonesia ’

Akhirnya RUU Porno itu Disahkan Juga.


Dan inilah akhir dari jarak yang jelas antara area privat dan area publik yang diatur pemerintah di negeri ini. Disahkannya RUU yang kini berubah menjadi Undang-Undang Pornografi kemarin di lantai DPR yang diwarnai aksi walk out seluruh anggota fraksi PDI-P, PDS dan beberapa anggota Fraksi Golkar adalah jelas sebuah political joke (lelucon politik) yang sepertinya tidak pernah habis diproduksi oleh kawanan pelawak yang bekerja dengan gaji puluhan juta disana. Lelucon tanpa tawa yang muncul kali ini berlindung dibelakang judul yang membuat mereka seperti Satria. Satria penjaga bangsa dari pornografi dengan dua anggota yang membintangi film porno mereka sendiri.

Negatifkah Undang-Undang yang baru disahkan kemarin itu sampai-sampai pro-kontra dengan arus yang dashyat muncul silih berganti, kadang sampai ke tingkat dimana pro-kontra itu sendiri kehilangan substansinya? RUU ini muncul dengan nama yang -maaf- sangat kampungan, sampai-sampai beberapa pihak langsung berteriak lantang “POKOKNYA DUKUNG!” tanpa mau mendiskusikan apa isi UU ini dan apa saja implikasinya terhadap kehidupan bernegara dan penegakan hukum dari si undang-undang itu sendiri dengan pihak yang kontra. Mereka melihat “Undang-Undang ini Anti Pornografi kok. ANTI! Harus didukung dong, kan anti!”. Bentuk dukungan yang seperti ini sebagai akibat pemberian nama yang begitu naif seperti menempatkan orang-orang yang kontra dengan isi dari RUU ini menjadi orang-orang yang PRO PORNOGRAFI.  Dari sini saja UU ini sudah bermasalah. Lalu apa bentuk solusi dari masalah ini yang dimunculkan oleh DPR?

Hmm?

Kesimpulan, Pemilu 2009 & Demokrasi

Menjadi sebuah pertanyaan yang cukup mendasar, apakah reformasi yang telah kita jalani selama kurang lebih 10 tahun terakhir adalah sesuatu yang telah gagal. Reformasi, yang tadinya dibangga-banggakan sebagai jalan terang dan pintu masuk kepada era baru pemerintahan yang mengutamakan rakyat dan mau mendengar segala keluhannya melalui lonceng pagi parlemen ternyata, menurut banyak orang adalah sistem yang gagal. Demokrasi itu mahal, Demokrasi itu bodoh, Demokrasi itu terlalu bebas, terlalu liar! Kata orang. Kembali menjadi satu pertanyaan, benarkah tuduhan akan keberhasilan Demokrasi di Indonesia ini benar adanya? Tergantung dari sudut pandang dalam memandang permasalahan, jawaban dari pertanyaan diatas bisa benar atau salah. Tapi apa sebenarnya dasar dari kesimpulan bahwa reformasi yang menghasilkan Demokrasi dan membebaskan rakyat dari rezim otoriter Soeharto telah dan hanya menghasilkan kegagalan?

Lanjut →

Indonesia Merdeka Tahun……..2005????

Dalam dunia jurnalistik, kesalahan adalah satu bagian yang memang wajar dan gak bakal pernah hilang. Tapi saat suatu berita salah memberikan headlines yang akibatnya mengubah sejarah suatu negara, maka media tersebut telah membawanya ke level baru. Level Super Gokil.


Link Asli : Sejak Pengakuan 2005, RI-Belanda Semakin Dewasa

Haduh detik….detik…….

Update : Ada komentar konstruktif yang diberikan oleh mas (atau mbak? :p;) Yoyo, katanya yang dimaksudkan “2005″ disini adalah suatu persetujuan bernama Comprehensive Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Menyeluruh) yang memang ditandatangani tahun 2005.

Well, terlepas dari tahu atau tidaknya saya akan eksistensi persetujuan tersebut, dalam artikel asli berita Detik sama sekali tidak disebutkan yang dimaksud “Pengakuan” adalah persetujuan tersebut. Justru pada alinea yang harusnya memberikan garis besar suatu artikel disebutkan tentang “pengakuan proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945″. Berikut kutipan artikel aslinya :

Wassenaar - Hubungan bilateral Indonesia-Belanda selalu naik turun. Namun sejak Belanda mengakui proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945 hubungan kedua pihak telah mencapai tingkat dewasa.

Hal itu disampaikan Dubes RI Den Haag JE Habibie pada resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar di Wisma Duta, Kamis malam (4/9/2008) atau Jumat pagi WIB.

Pertama kali dalam sejarah kesempatan khusus itu dihadiri Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan menteri utama kabinet, antara lain  Menlu Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi Kemlu.

Selain itu juga terlihat Ketua Komisi I Parlemen Hans van Balen, Ketua Komisi Hubungan Luarnegeri Henk Jan Ormel dan para mantan Dubes Belanda yang pernah bertugas di Jakarta, yakni J.H.R.D. van Roijen, Schelto Baron van Heemstra, R.J. Trffers dan Nikolaos van Dam.

“Hubungan Indonesia-Belanda telah berlangsung sejak lama, naik dan turun. Namun sejak pemerintah Belanda menerima secara politik dan moral proklamasi kemerdekaan Indonesia 17/8/1945, hubungan itu telah mencapai tingkat dewasa,” ujar Habibie, akrab disapa Fanny.

Menurut Fanny, Indonesia-Belanda telah mencapai kemitraan murni sejak kedua pihak menyelesaikan Comprehensive Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Menyeluruh). Persetujuan tersebut telah diimplementasikan dan teresonasi dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, imigrasi, transportasi dan pertahanan, yang keseluruhannya telah berkembang baik.

“Resepsi diplomatik ini tidak hanya sebuah saksi dari hubungan produktif yang menguntungkan kedua negara, tetapi juga melahirkan karakter unik dibandingkan dengan sebelumnya,” demikian Fanny, merujuk pada kehadiran Perdana Menteri, para menteri utama kabinet, petinggi parlemen Belanda dan delegasi promosi dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Dapat dengan jelas terlihat, selain di judul artikel tidak terdapat sama sekali tulisan tahun “2005″ maupun penjelasan apa itu pengakuan 2005. Dalam pandangan orang yang awam sekali tentang sejarah hubungan kedua negara, akan diambil kesimpulan kalau Detik salah memberikan judul dan “pengakuan” yang dimaksudkan disini adalah pengakuan tahun 1945, sesuai dengan yang disebutkan di alinea pertama artikel. Jadi, Detik masih ngaco. :P

Makasih banget buat mas Yoyo atas komentarnya, membantu banget untuk menjelaskan kesalahan ini lebih lanjut. ;)

Alhamdulillah….

Sori agak basbang….soalnya baru aja nyampe Jakarta kemaren malem….tapi Alhamdullilah banget (sujud2) keterima di Ilmu Filsafat UI….. :))

Yang jelas ini pasti karena doa orangtua dan para pembaca blog ini. :) Karena otak gw terlalu dangkal untuk bisa masuk UI :)) . Well, semoga aja gw bisa kuliah lancar di UI sampe tamat….Amin…..;)

Kelanjutan Pembangunan indonesiaSatu

Tadinya hari ini gak ada niat mo nulis apapun di blog ini :(. Tapi berhubung tadi gw chatting lagi sama Yati dan gara-gara itu mood gw rusak dan badan gw ngilu2 gak jelas :(, jadinya gak jadi pergi dan gw fokusin ke kerjaan yg bisa dikerjain dirumah aja. Gw pun baru teringet, ada masalah di indonesiaSatu yang belom gw selesaikan.

Jadi gini….setelah beberapa hari yang lalu gw ngeluarin pengumuman kalo indonesiaSatu bakal dijadiin agregasi untuk blog-blog yang membahas topik nasionalis, gw langsung cari-cari info soal aggregation plugin yang gw bisa pilih. Dan tak kuduga, tak kusangka(loh?!) ternyata petunjuknya ada di blognya mas Priyadi. Disitu ditulis ada 3 nama aggregation plugin yang bisa gw pilih. Planet Planet, Gregarius, atau FeedWordpress. Dari informasi-informasi palsu yang gw dapet dari pakar kita internet, FeedWordpress paling mudah instalasinya. Entah bener apa gak, gw pun nginstall feedwordpress di indonesiaSatu. Hasilnya ya emang mudah. Cukup upload aja melalui FTP, trus aktifin deh pluginnnya di admin dashboard.

Dan karena membernya dah ada dua yang terdaptar (belom diakui atau disamakan), yaitu blognya Haryati Maulana Nur wartawan Tribun Kaltim ituh ;)) , dan Herman Saksono logical expert ituh ~:> , gw pun masukin feed mereka berdua, dan yang gw pilih pertama bukan feed RSS, tapi Atom. :-"

Berikut formatnya :

http://namablog.blogspot.com/atom.xml

Ternyata oh ternyata, konten feednya gak muncul dengan sukses. :-o Yang muncul cuma judul post aja. Alhasil maintenance mode yang disetel cuma sehari itu pun teuteup bilang ‘please check again tomorrow’ selama 15 hari. Ya gwnya gak ada usaha sama sekali ngebenerinnya. :D

Awalnya, gw kira masalahnya di setelan feednya Yati atau Herman. b-( Tapi ternyata (lagi), masalahnya bukan disitu. Setelah search di google, gw dapet jawaban kalau Feed Wordpress ada incompatibility issue dengan feed atomnya Blogger. Blagh, >:P berarti harus cari cara lagi gimana cara fixnya. Google lagi…ketemu jawaban kalo solusinya, bisa dicoba feednya di-burn di Feedburner. Oke, gw coba burn feednya Yati. Dan……berhasil! Sekarang akhirnya blog indonesiaSatu udah nampilin 25 post terakhirnya Yati (25? Buset….ntar aja deh disetel lagi…agak kebanyakan).

Tapi masalahnya gak selesai ampe disitu. Ternyata feed blognya Herman Saksono, mo diburn atau pake yang default teuteup cuma muncul judulnya aja. :( Wadoeh. Gimana dong nih caranya. Sekarang, gw masih berusaha cari cara benerinnya. Atau kalo gak selesai-selesai juga, mungkin gw ganti aja ke Gregarius atau Planet deh pluginnya (Walau nginstallnya lebih susah dan bisa merangsang insting males gw).

Satu lagi, gw baru sadar hari ini tanggal 29. :( Berarti 2 hari lagi tanggal 1, yang juga berarti indonesiaSatu, sesuai yang gw targetin, harus selesai dalam 3 hari. Waw….berasa mo bikin Prambanan aja gw. :| Yaa….harus berjuang!

*Teuteup ditunggu donasinya di icon ‘donate’ sebelah kiri itu ;)) . Pake Kartu Kredit, gak usah punya account di Paypal, juga bisa. Walau cuma $5 (50rb) tetep membantu. :(

Akhirnya….(Iklan 777 Garuda)

ga773ertempo.jpg

 

 Gilaaaaaaaa =P~=P~=P~

 

Akhirnya, setelah 10 tahun tanpa order dan tanpa progress yang signifikan…..Garuda bener2 jadi memesan 10 unit pesawat Boeing 777-300ER (bukan sekedar gosip atau kata2 kosong™ seperti ini)

 

Sayang ya bukan A340 :-? Tapi semoga aja ini berarti rute Jakarta - Amsterdam dihidupkan lagi dan Ban Uni Eropa dicabut. :D

Depkominfo akan blokir situs ‘negatif’

 pemerintah blokir

Barusan, Detikinet memunculkan berita berjudul “Pemerintah Siap Blokir Akses Situs Negatif”. Dalam beritanya disebutin Menkominfo tengah menyiapkan tiga langkah untuk menangkal akses ke situs-situs yang diklasifikasikan sebagai situs negatif.

salah satunya ialah sosialiasi dan edukasi. Hal ini diyakini akan meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran (self filtering) untuk memilah situs yang baik dan layak.

:)

Kedua, kerjasama dengan pihak yang memiliki jaringan terbatas (limited network) seperti di lingkup kampus, lembaga pendidikan, dan departemen pemerintahan.

Hmm….  /:)

Terakhir, pemerintah juga akan bekerja sama dengan perusahaan penyelenggara jasa internet (Internet Service Provider atau ISP) untuk memblok trafik terhadap situs-situs negatif.

:-o

Calon penerus kontroversi RUU APP berikutnya?



Hosted in Dracoola Multimedia