Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Manohara dan Sudut Pandang Gosip yang Aneh

mano2

Yah, agak jauh dari topik yang biasa gw bahas disini sih. Tapi melihat banyaknya topik pembicaraan berputar pada satu nama gadis 17 tahun yang dikisahkan diculik dan disekap di Malaysia oleh putra raja Kelantan di Malaysia, gak ada salahnya ngebahas topik ini. Walau mungkin basbang.

Well, kalo mau jujur, awalnya gw gak begitu tertarik dengan kisah ini. Manohara Odelia Pinot, yang berprofesi sebagai (supposedly) model, dan, um……yah profesinya emang cuma model itu tadi sih, dengan kehidupan yang sepertinya lumayan berkecukupan, setidaknya kalo melihat dari foto-foto yang beredar di internet, adalah satu dari ribuan manusia yang memiliki KTP Indonesia, berstatus Warga Negara Indonesia, namun jauh dari perlindungan negara, dan terpaksa harus sendiri menghadapi penyiksaan dan berbagai pelanggaran hukum di negeri orang.

Prinsip gw, kenapa kasus Monohara harus menarik lebih banyak perhatian dari kasus TKI-TKI yang tubuhnya disetrika, disilet dan mati konyol dengan hanya menyisakan jasad dan tangis orang tua?

Tapi ternyata, belakangan ada semacam twist dalam kisah Manohara. Gosip beredar, bahwa Manohara dan Ibunya adalah matre, bahwa sebelumnya, Manohara ini pernah berpacaran dengan salah satu anak konglomerat besar di negeri ini, sebelum akhirnya berpacaran dan menikah dengan “pangeran” Malaysia itu.Bahwa Manohara dari kecil sudah di”equip” oleh ibunya dengan barang-barang bermerk, gaya hidup tinggi, walau rumah dan mobilnya, barang-barang yang prinsipil sifatnya, masih ngontrak.

Seperti kata pepatah lama, memancing ikan besar harus pakai umpan yang besar pula. Itu sebabnya, belakangan, di internet setidaknya, atau di dunia nyata, dimana orang sudah tahu “kisah” Manohara yang sebenarnya, simpati terhadapnya jadi mengecil seketika. Males, orang ngebahas cewek matre.

Yah, wajar sih. Kita masih bebas berpandangan tentunya. Tapi maaf, gw gak setuju, kalau dengan munculnya the supposedly “real” story tentang Manohara, lalu kita dengan gampangnya membenarkan kekerasan, kalau memang terbukti Manohara mengalami kekerasan.

Pertama, kekerasan, dalam rumah tangga, dimanapun, apalagi terhadap perempuan, adalah pelanggaran hukum. Apapun motifnya dari sang Pangeran, kalau memang terbukti ia melakukan kekerasan, maka ia telah melanggar hukum. Walaupun motif Pangeran adalah dendam terhadap sang ibu dan Manohara karena perlahan “menipu pangeran” untuk mendapat hartanya, well, sejak kapan eye for an eye atau nyawa dibayar nyawa adalah legal? Malah ini gak sebanding, dan idiom tadi gak cocok digunakan disini. Manohara dan ibunya gak menyilet dada pangeran, lalu kenapa pangeran menyilet dada Manohara?

Kedua, Manohara adalah warga negara Indonesia. Apapun motif dan kemungkinan “jahat”nya sang ibu dan Manohara, satu yang harus kita tanamkan dalam mindset kita adalah sebuah negara wajib untuk melindungi warga negaranya. Dan jujur, kita semua tahu bahwa perlindungan negara ini terhadap warganya di luar negeri adalah bullshit. Ditengah sulitnya ibu Manohara berkomunikasi dengan Manohara tanpa bantuan yang efektif dari KBRI Malaysia, maka kita harus memberi simpati. Harus memberi support. Karena apapun (mungkin) niat jahat dari sang ibu, sekarang ia telah mendapat pelajaran. Pelajaran hebat malah. Manohara, yang kalau memang benar adalah tambang emas si ibu, sekarang terperangkap di Malaysia. Disekap, oleh calon korbannya sendiri. Jadi apapun, kita harus sadar bahwa apapun motifnya, sang ibu sudah jadi korban. Tugas kita sekarang sebagai saudara sebangsa hanya mensupport.

Ketiga, sedikit membahas lebih dalam tentang an eye for an eye, dengan justifikasi bahwa penipu atau pelaku kejahatan bermotif negatif boleh diberi pelajaran dengan (mungkin) disiksa atau dibunuh, maka bayangkan orang Amerika. Bayangkan negara mereka yang gedungnya ditabrak pesawat yang berisi orang-orang Arab, yang lalu diaku oleh Osama Bin Laden sebagai anak buahnya, bahwa WTC adalah tanggung jawabnya. Bahwa nyawa ribuan warga negaranya mati ditangan “teroris” dari Arab. Dengan sudut pandang orang Indonesia saat ini, maka wajar, Amerika menyiksa orang Arab yang mereka tangkap. Wajar mereka benci orang Islam Setujukah anda dengan sudut pandang semacam ini? Gw yakin anda yang baca gak akan setuju. Makanya, jangan pake sudut pandang salah kayak gini.

Terakhir, gw cuma berharap masalah ini selesai sebentar lagi. Mari kita doa. Kerajaan Kelantan harusnya sadar bahwa eskalasi masalah ini di Indonesia udah makin parah, dan secara politis maupun keamanan, bisa merusak hubungan Indonesia-Malaysia kelevel yang lebih parah lagi dari sekarang.

Yang diuntungkan dari keributan kita dan Malaysia adalah orang-orang yang benci negara-negara berpenduduk Islam. Jadi harusnya mereka sadar bahwa reputasi suatu kerajaan, bahkan Malaysia sebagai negara, tak sebanding dengan reputasi satu pangeran. Jadi lepaskan Manohara.

*)Foto diambil dari AlderinaGracia.Com tanpa permisi (sekalian permisi deh =_= ), postingan ini sendiri muncul gara2 baca postingan Sharon itu. :yay:

 
 

Garis Tipis Kebenaran

slide_806_14601_large

Dan mereka yang berteriak

Mengingatkan dunia akan perjuangan kaum tertindas

Dalam mimpi memberi sejahtera napas tuk Rakyat

Mereka yang yakin.

Akan kebenaran, ragu akan perbedaan

Lalu saat kata tersapu masa

Saat rangkaian kebenaran ternyata hanya pandangan semata

Mereka takut salah, takut ditelan massa

Karena kebenaran, hanya untuk ketenangan

Satu titik darah yang mengalir deras

Penutup mata dari lampu berbeda

Demi untuk bersama.

——————-

*Sebuah aliran kata yang sedikit liar, kemana-mana, untuk menggambarkan banyaknya macam dan motif perjuangan yang kita lihat dijalan untuk Palestina. Kejinya politisasi rasa kasihan warga, dan tipisnya jarak antara kebenaran bagi kita dan kesalahan bagi mereka.

Btw, keyboard gw rusak, jadi sementara cuma bisa blogwalking tp agak susah untuk comment…maapin yak :(

 
 

Free Web Proxy Server Lokal & Internasional

Wih udah lama juga gw gak pernah posting di blog utama gw ini :p

Cuma mau berbagi aja, siapa tahu perlu, kemaren gua iseng-iseng bikin web-proxy di dua server hosting, ada yang Internasional sama IIX. Perbedaan masing-masing ya masalah kecepatan akses. Kalo lagi bener, browsing+download pake web proxy IIX itu speednya jauh lebih mantep daripada gak pake proxy. Ini disebabkan karena lalu lintas data antara kita dan server internasional (rapidshare misalnya) sudah diperantarai oleh server lokal tadi. Jadi ibaratnya kita gak perlu bawa motor sendiri buat ngambil barang di kantor pos yg jaraknya 3 kampung ditumpuk jadi satu, tapi cukup bawa motor sampe pangkalan ojek aja. Sisanya biar si tukang Ojek yang kebingungan gimana caranya ngambil barang di kampung tingkat tiga tadi.

Hayah, daripada kebanyakan ngomong mari langsung dinikmati saja barang gratisan ini ;) ) :

Web Proxy IX (International Connection, Server Dallas, US) :

http://roysuryokan.setengahmateng.com (jangan tanya kenapa gw pake subdomain sepanjang itu dan nama Roy Suryo pula :) ) )

Web Proxy IIX (Indonesia Internet Exchange, Server Telkom, ID) :

http://go.kraze.info (Go Kraze!!!! :D )

Dua-duanya gratis, yang satu (IIX) unlimited bandwith, tapi yg internasional bandwithnya terbatas. :( Maka kalau ada waktu mohon klik-klik iklannya barang satu-dua kali, maklum fakir benwit. :(

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin