Posts Tagged ‘ internet ’

Setengah Mateng.com (akhirnya) Menemukan Tema yang Cocok

Hiks…..ini momen yang mengharukan :((

Akhirnya setelah tampilan blog ini ancur bibeh selama berbulan-bulan, pencarian gw akan tema yang cocok untuk blog ini pun selesai. Dan dengan ditemani lagu Naff berjudul “Akhirnya ku Menemukanmu” ditambah secangkir obat batuk benadryl Mochacinno Instan yang kelupaan diminum dan uda disimpen satu bulan, proses ganti tema, edit2 dikit dan bikin header pun selesai. Hasilnya emang masi jelek banget, tapi paling gak ini pertama kalinya gw ngerasa sreg sama tampilan blog ini. :D

Huuuh lega. Sekarang tinggal nyari bahan buat tulisan aja nih. Hehehe. :p

Hoh ya, thanks sebesar-besarnya buat pencipta sejagat alam tema bernama “Refreshed” yang dipake blog ini sekarang, mas Daus dan Jauhari. Semoga tuhan membuka pintu rejeki dan jalan selapang-lapangnya buat anda, alhamdulillah (jalan lemes menjauh sambil pura2 buta). ^:)^

Orde Baru Dalam Ingatan, Telah Kembali

Demonstrasi 1998
10 Tahun Yang Lalu

Indonesia telah sedemikian maju. Bergerak kedepan, meninggalkan memori lama ketakutan-ketakutan publik terhadap ancaman pemerintah yang kadang super-mengerikan, menjamin ketiadaan masa depan atau bahkan hilangnya masa depan karena matinya nyawa-nyawa muda yang seakan tiada henti pada orde Petrus, sebutan terkenal ‘Penembak Misterius’ yang walau pada jamannya saya masih belum bisa berpikir lurus (masi umur 5 th kali gw), tapi tetep ketakutan jaman itu masih bisa terasa lewat cerita-cerita panas yang gw denger dari semua orang yang berani bercerita.

Selepas masa itu, dan kejatuhan maha raja yang juga sekaligus jadi angels of deathnya Orde Baru, tiada lagi yang perlu dikhawatirkan, kata pemerintah. Pemerintah tidak akan pernah lagi memaksa menutup suatu usaha atau kegiatan hanya karena terlihat tidak baik untuk telinga dan mata pemerintah yang terkenal sebaik moral malaikat itu. Pemerintah tidak akan pernah lagi melancarkan ajian-ajian magis yang kadang berakhir dengan hilangnya nama tanpa nasib yang jelas, karena pemerintah menghargai setiap dissenting opinion. Semuanya akan dihitung, akuntabel, dan akan tercatat. Sekotor apapun itu.

Tapi benarkah surga demokrasi di Indonesia akan bertahan? Ternyata tidak. Selepas 10 tahun gaung Demokrasi sebagai kata ‘penguat rasa’ pada setiap kalimat pidato pemerintah, pembuktian keberhasilan sekaligus konsistensi pemerintah pada kata ini jelas tidak terlihat. Terlalu banyak pelanggaran akan sendi-sendi demokrasi yang terlanggar, tanpa pengawasan yang jelas. Kebanyakan, pengawasan justru berakhir pada tindak anarkis dan over-reacting yang membuktikan ketidak-dewasaan pemerintah pada pengartian definisi Demokrasi itu sendiri.

smuanya bisa
Nomor 16 selalu bisa mengatasi krisis

Contoh yang paling aktual saat ini, adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Isi dari Undang-Undang yang ‘katanya’ bisa melindungi setiap orang yang berinternet ria ini seperti mengulang kebodohan lama pemerintah dengan pasal “pencemaran nama baik” dan “anti sara”nya. Oke, niatnya baik. Oke, internet sekarang seperti wild-wild west yang sulit diatur lagi setiap motivasi yang berputar didalamnya.

Namun pertanyaannya, lalu dimana kontrol rakyat sebagai stake-holder demokrasi di Indonesia? Masa semuanya mau dikontrol pemerintah? Katanya Demokrasi? Perasaan saya, yang semuanya dikontrol pemerintah itu komunisme. Ooooh rupanya pemerintah mau bikin ini ya, Demokrasi Pancasila. Ooooh kita rupanya mau mengulang masa-masa saat Soekarno dan Soeharto menggembar-gemborkan Demokrasi ciptaan mereka sendiri, yang tidak lebih dari mengganti bagian kata dari Diktatorisme.

Kita sekarang sudah masuk ke jalan gelap. Keterbelakangan pemerintah dan kecenderungan untuk mengulang sejarah kebodohan sepertinya tidak pernah habis di negeri yang dibangga-banggakan pernah menguasai dunia lewat ‘kejoyoan Majapahit’.
Ini semua seperti quote yang hari ini saya baca dan resapi :

Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.

George Santayana

(Surat Pembaca) Koneksi Internet IndosatM2 Yang Payah

Update :

Respon Dari Surat Kabar Sindo (Seputar Indonesia)

Surat Pembaca anda akan kami muat pada edisi 2 April 2008. Terima kasih
atas kepercayaan anda terhadap koran kami.
Pangeran Ahmad Nurdin
Asisten Redaktur Opini

Hasil Speed Test Indosat M2 Cable Personal

Saya adalah pelanggan internet cable personal IndosatM2 sejak pertengahan 2007 dengan Customer ID 071002670. Awalnya, paket langganan yang diberikan Indosat adalah internet cable dengan kecepatan up to 384 kbps. Selama berlangganan paket tersebut, kecepatan yang saya dapat stabil pada 350-380 kbps, dengan keluhan yang sangat minimal.

Namun sejak akhir 2007, tanpa menginformasikan terlebih dahulu kepada saya maupun customer yang lain, telah mengupgrade layanan tersebut ke kecepatan up to 1mbps atau sekitar 1024 kbps. Saya hanya ‘diberitahu’ melalui iklan internet cable personal di cover belakang majalah Indosat M2 yang saya terima, kalau Indosat telah mengupgrade speed layanan ke up to 1mbps untuk pelanggan yang tadinya mendapat speed up to 384 kbps, dengan harga yang sama.

Saya sebagai customer, tentunya senang dengan kabar gembira ini. Saya anggap ini sebagai niat baik Indosat untuk memperbesar nilai saing Indosat sekaligus memberikan pelayanan lebih baik terhadap pelanggan.

Tapi yang ternyata saya dapat, adalah sebaliknya.

Sejak dua minggu yang lalu, speed internet di rumah saya untuk koneksi ke luar negeri mendadak stabil di kisaran 100an kbps dari pagi hingga malam. Ini berarti saya hanya mendapat 10% dari apa yang harusnya saya dapat. Sementara sebelumnya, speed yang saya dapat selalu sekitar 700-900, baik koneksi lokal maupun luar negeri. Berapa kali saya menghubungi customer service Indosat, namun jawabannya tidak ada masalah pada network mereka, lalu sedang dilakukan investigasi.

Saya mencoba mencari informasi apakah pelanggan lain mengalami apa yang saya alami melalui internet, dan menemukan ternyata tidak hanya saya yang merasakan ketidaknyamanan ini. Banyak laporan yang sama di sekitar Jakarta, bahkan Bandung sudah sebulan menghadapi masalah yang sama.

Jawaban Indosat saat dikonfirmasi hanya “sedang dalam investigasi”, tanpa jawaban spesifik mengenai tindakan apa saja yang sudah diambil Indosat untuk menanggulangi masalah ini, dengan ditambah meminta pelanggan mengirimkan hasil-hasil pengetesan di rumah. Saya anggap ini hanya tindakan mengulur waktu, karena dari apa yang saya baca di sebuah forum majalah yang didalamnya terdapat forum representatif IndosatM2 dengan customer yang memiliki keluhan-keluhan yang sama dengan saya, mereka telah mengirimkan data-data tersebut tanpa tindak lanjut yang jelas oleh Indosat.

Sekarang sudah dua minggu lebih saya menghadapi masalah yang sama dengan IndosatM2 cable personal. Hanya mendapat speed 10% dari apa yang harusnya saya dapat, dengan harga 100%. Karena itu, saya minta tindak lanjut Indosat dan konfirmasi tindakan apa saja yang telah diambil Indosat selama ini, dan berapa lama lagi masalah ini akan berlangsung. Apa IndosatM2 memang mau menghancurkan image IndosatM2 dimata masyarakat? Kalau tidak, saya minta tindak lanjutnya, segera.

Apabila tidak ada tindak lanjut, dalam surat ini saya rekomendasikan terhadap peminat layanan Internet broadband untuk menghindari IndosatM2 karena pengalaman saya dua minggu terakhir yang sangat tidak mengenakkan ini.

Terima Kasih,

Gagah Putra Arifianto

Sampai saat ini, surat pembaca dari gw diatas sudah disubmit online ke Suara Pembaca Detik, Media Konsumen, Konsumen.org, Surat Pembaca Koran Seputar Indonesia dan Kaskus. Semoga IndosatM2 mendengar keluhan ini dan bisa lebih terbuka dengan konsumen dan mau memberikan penyelesaian masalah yang tidak merugikan konsumen.

Hasil Speed Test Cable Internet IndosatM2

Judulnya norak ya…. :mrgreen: tapi ini dia post-an pertama gw tentang koneksi tercinta :P yang baru pertama kali gw rasain dalam hidup gw. IndosatM2 Cable Internet. Sebagai informasi, lokasi gw di Pesona Khayangan, Margonda Raya Depok, dengan Operating System openSUSE 10.3, browser Mozilla Firefox 2.0.0.6.

Mayan….. :D sebuah peningkatan dari koneksi dial-up gw di Tanjung Enim yang cuma bisa dapet 28 kb/s menggunakan speed test yang sama :lol:.



Hosted in Dracoola Multimedia