Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Sampai Jumpa Disqus, Dan (Beberapa) Terima Kasih

disqusSedikit update soal blog ini, lewatin aja kalo gak keliatan menarik. :D

Mulai 2 hari yang lalu, komentar di blog ini gak menggunakan Disqus lagi, tapi balik ke sistem komentar tradisional bawaan Wordpress. Kenapa? Karena Disqus sekitar sebulan lalu mengubah layout UI di commenting systemnya, yang menyebabkan sulitnya berkomentar untuk orang yang gak pernah/jarang berkomentar menggunakan Disqus.

Selain itu ada beberapa komplain dan pertanyaan mengenai gimana sih komentar di blog ini, yang puncaknya saat sampe Khai pun yang uda senior di dunia perbloggingan (halah :yay: ) menjawab komentar gw di blognya dengan pertanyaan yang sama. Alhasil, ah ya sudahlah, ganti aja dulu sistem komennya, sampe disqus bertobat dan memperbaiki diri.

Lalu apa ada korban dari perubahan ini? Yah, korban mungkin adalah komentar di beberapa tulisan yang jadi aneh karena jawaban gw jadi terpecah dari komentar aslinya. Hasilnya mungkin gw kyk orang gila, ngomong ma diri sendiri T_T , tapi ya sudahlah….let’s just go with the flow.

Terus di tulisan ini gw jg ingin mengucapkan terima kasih sama semua pembaca lama, dan yang baru, terutama yang datang dari LintasBerita & Infogue. LintasBerita, karena tulisan Ponari yang gw tulis beberapa waktu lalu ternyata dipilih 927 user LintasBerita dan berhasil masuk ke halaman depan LintasBerita. :shy: Selain itu juga di Infogue, selain kisah Ponari yang masuk ke halaman depan, tulisan mitos penerbangan juga berhasil masuk ke halaman depan.

kumpulan

Gak cuma sampe disitu aja, gak tahu ceritanya gimana ternyata puisi gw dibawah yg berjudul Situ Gintung ternyata muncul di blog lain. Gak cuma blog biasa, tapi masuk ke blog penulis (beneran) M. Shodiq Mustika dalam tulisan berjudul “Kumpulan Puisi Tragedi Situ Gintung“. Dari lima puisi yang muncul disitu, gw salah satunya. Gw bener2 kaget pas ngecek linkback kemaren, dan gw cuma mau bilang terima kasih, dan sekedar disclosure, gw g ngerasa coretan yg gw tulis waktu itu puisi, jadi ya gw ga ngerasa pantes aja disandingkan dengan puisi2 beneran dsitu. :shy: 

 

Yah itu ajalah apdet2 kecil2an (walo mayan panjang) dari penunggu blog ini. Silahkan lanjutan kegiatan anda, dan jangan lupa kunjungin terus blog ini tiap hari (harapan gw itu mah :yay: ). Tulisan baru tunggu hari senen (atau selasa…atau rabu…atau kamis), mengingat ini wiken! Saatnya liburan dan tidur panjang! Weehee >_< 

 

P.S : Selain yg diatas, tulisan gw juga ternyata dibajak di-copy-paste oleh salah satu pembaca ke blog dia sendiri, dengan gambar yang masih berasal dari sini. Alhasil benwit blog ini agak2 kesedot, tp gpplah. Gw cuma mau bilang buat yg ngerasa udah copy-paste, cukup kasih link sumber aja gw udah seneng. Okeh? 

 
 

Masih Tentang Hack Situs Depkominfo dan UU ITE

Masih tentang kelanjutan peristiwa dihacknya situs Depkominfo kemarin malam, Detikinet baru aja memberitakan konfirmasi dari Roy Suryo tentang tampangnya yang nangkring bugil di situs Depkominfo.

roy_suryo_on_hacking_situs_depkominfo.jpg

Siapa ‘mereka’ yang dimaksud Roy? “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,” tegas Roy kepada detikINET, Kamis (27/3/2008).

“Saya gak mau terpancing, hacker dan blogger gak pernah saya anggap. Paling saya akan ada di belakang Kominfo, tunggu saja action saya,” lanjutnya, tanpa menyebut langkah yang bakal diambilnya lebih lanjut.

“Banyak sekali milis (mailing list) dan blog yang menyuarakan tidak setuju, dan (reaksi) itu terjadi,” tukasnya.

Setelah membaca berita diatas, gw terdiam. Gw bener-bener emosi dan rasanya gw pengen terbang ke tempat Roy Suryo berada dan mempertanyakan argumen tololnya. Tapi yah, saatnya kita dewasa. Mari kita review komentarnya. ;;)

Tentang ketidaksetujuan blogger dan hacker (ambiguitas yang sangat jelas disini, membandingkan blogger dengan hacker) akan UU ITE, rasanya sangaat wajar. Karena Indonesia adalah negara demokrasi. Dan demokrasi menyerahkan segala pilihan hidup kepada rakyat dari suatu negara, dan menjadikan hidup sebagai pilihan, bukan paksaan atau larangan. Disini, yang saya permasalahkan adalah bukan diblokirnya situs porno. Saya masih bisa hidup tanpa itu. Dan saya yakin hampir semua orang begitu. Yang jadi masalah adalah saat negara mulai memilih hiburan apa yang cocok atau tidak cocok untuk rakyatnya. Disini sendi-sendi demokrasi mulai terluka, parah. Karena yang saya tahu, hanya pemerintah komunis dan pemerintah negara Islam yang aktif menyeleksi hiburan untuk warganya, apalagi di internet. Sebagai contoh, China, Cuba, Burma, Arab Saudi, Iran, dan Mesir adalah beberapa negara yang menyensor konten internet di negaranya. Tentunya ini menjadi suatu pertanyaan, apakah ideologi negara kita sudah berubah menjadi Komunisme atau Agamisme?

Selanjutnya, argumen bahwa internet adalah ruang publik menjadi lelucon yang sangat garing untuk dibicarakan. Mengapa? Karena internet bukanlah ruang terbuka yang bisa dilihat tanpa menggunakan media perantara. Ia harus melewati jendela kecil bernama monitor, sebagai satu bagian dari komputer. Dan saat komputer berada di kamar-kamar pribadi individu, maka ia tidak lagi menjadi ruang publik. Ia adalah ruang privat. Sementara internet yang disediakan di warnet, baru bisa diklasifikasikan sebagai ruang publik. Dan dengan memblokir salah satu jenis konten di internet kepada semua penggunanya, adalah sama saja pemerintah melanggar ruang privat warganya. Kecuali, Undang-Undang yang berlaku membedakan warnet dan komputer pribadi. Ini tentu lebih beradab dan lebih berasaskan demokrasi.

Ketiga, kembali topik lama yang sebenarnya saya sudah capek membahasnya. Komter Roy Suryo yang sangat ambigu, karena menyamaratakan Blogger dengan Hacker. Jelas sangat berbeda. Dan apa yang dikeluarkan dari mulut Roy Suryo di media massa hanya akan membodohi orang-orang yang tidak mengerti apa itu blogging dan siapa itu blogger. Tentunya kita tidak mau besok-besok rumah kita dibakar FPI karena kita blogger kan? Oke, mari kita bandingkan blogger dengan hacker.

Hacker, dalam definisi terdasarnya, adalah seseorang yang menerobos masuk ke dalam jaringan atau suatu sistem elektronik. Konotasinya bisa negatif atau positif. Ada yang disebut white hacker, yang berarti ia menjadi hacker untuk melindungi jaringan atau sistem elektronik yang lemah pertahanannya dari black hacker. Black hacker, adalah berlawanan dari white hacker. Sementara definisi lainnya dari hacker adalah seorang computer freak, seperti sayah. :p

Sementara Blogger, jelas sangat berbeda dengan hacker. Blogger adalah seseorang yang melakukan aktivitas yang disebut blogging, yang berarti menaruh atau memampang tulisan di Internet. Isi tulisannya, terserah si blogger. Dan ini, kembali lagi adalah salah satu esens dari demokrasi, yang menghormati setiap pilihan individu. Jadi sebuah pertanyaan apabila karena satu blog menampilkan tulisan negatif, lalu semua blog menjadi negatif? Kok seperti orde baru saja. Jadi sebenarnya Roy Suryo yang bilang blogger itu negatif itu sebenarnya berkomentar atas dasar apa?

Jangan tanya saya, tanya dia.

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin