Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Pemerintahan Koalisi, Menguatkan atau Melemahkan?

sbycommand(SBY, Pemimpin Partai Demokrat yg hampir pasti memenangi Pemilu Legislatif 2009 – vivanews)

Pemilu legislatif 2009 telah berakhir. Kita kini tinggal menunggu hasil resmi KPU, dengan Partai Demokrat yang hampir pasti menjadi pemenang walau tanpa suara yang terlalu mendominasi. Hanya memenuhi syarat minimum diperbolehkannya pencalonan Presiden dari partai sendiri tanpa kompromi. Sementara Partai lain yang suaranya dibawah 20%, harus melewati jalur Koalisi, dalam artian melobi Demokrat untuk bisa menjadi Cawapres pasangan SBY dalam Pilpres tahun ini.

Itu untuk pemilihan Calon Presiden. Bagaimana dengan nanti, di pemerintahan, di ekosistem asli DPR dimana selalu diperlukan lobi-lobi tanpa henti Presiden agar DPR mau memberikan “jatah” tandatangan agar agenda Presiden dapat bergulir?

Sudah pasti ada koalisi. Dan setelah 2004-2009 dimana agenda SBY banyak ditorpedo di DPR entah karena anggota DPR memang mempunyai kelemahan fisik di titik tertentu sehingga senengnya maen torpedo atau kurangnya aturan main koalisi, tahun ini sepertinya memang dibutuhkan aturan main & perjanjian yang lebih pasti. Terlebih lagi periode kedua pemerintahan adalah periode penting dimana pemimpin negara harusnya sudah bisa menjalankan agenda-agendanya dengan sempurna setelah 5 tahun meletakkan fondasi. Sehingga 2014, Demokrat sudah menjadi partai yang cukup kuat sehingga memberikan jalan untuk penerus SBY tanpa diperlukan kekuatan tokoh SBY secara berlebihan.

Walau koalisi dalam pemerintahan Demokrasi multi partai adalah memang harus dan pasti terjadi, saya sendiri justru memimpikan pemerintahan tanpa koalisi. Bukan berarti pemerintahan tanpa koalisi berarti pemerintahan satu partai yang sifatnya otoriter, namun pemerintahan yang DPR dan Presidennya berasal dari satu partai yang terpilih secara demokratis. Kira-kira seperti Amerika Serikat saat ini yang Senat, Kongres & Gedung Putih sama-sama dipenuhi orang-orang Partai Demokrat.

Bukan apa-apa, dengan begitu, harapan kita akan terwujudnya visi & misi partai yang kita pilih dan berhasil menang akan lebih mudah terwujud. Contoh spesifiknya adalah saat Barack Obama memutuskan menutup Guantanamo & menghentikan diperbolehkannya CIA menculik tertuduh teroris dari negara apapun diseluruh dunia dan menahannya di Penjara Rahasia CIA, yang sempat didebat keras oleh petinggi Partai Republik. Ya, hanya sampai tingkat debat, karena secara politis kekuatan suaranya kalah keras dengan Partai Barack Obama, Partai Demokrat. Otomatis, partai terpilih punya kekuatan yang legitimate dalam menjalankan pemerintahan.

Sementara di Indonesia, tingkat kompromi yang dilakukan antar partai politik kadang terlalu berlebihan hingga sampai ke level dimana noise yang diciptakan oleh Parpol mengalahkan suara rakyat itu sendiri.Rakyat hanya menjadi sapi yang diperbolehkan mengeluarkan suara saat diperah susunya. Ini mengecewakan, dan sangat tidak efisien, karena dalam politik biaya termahal adalah biaya lobi penyatuan suara untuk diluluskannya satu agenda, dan rakyat sepertinya sudah sangat lelah mendengar pendapatan DPR dengan segala tunjangannya naik terus tiap bulan dengan berbagai nama, bahkan mengatasnamakan konstituen padahal sebenarnya uang itu habis untuk biaya hotel bintang lima tenpat lobi biasa dilakukan.

Lalu apa solusinya? Sepertinya tidak ada, setidaknya untuk saat ini. Sistem multi partai yang saya dukung karena mengapresiasi bahkan suara terminoritas sepertinya akan mati tahun 2014 karena dengan electoral treshold yang membuat suara hiper-minoritas mati prematur, Partai kecil hanya akan menghambur-hamburkan uang untuk kampanye. Prediksi saya, 2014 jumlah Partai, terutama partai baru akan jauh mengerucut, sehingga koalisi berlebihan sudah tidak perlu lag dilakukan. Disisi lain, dengan hilangnya partai-partai kecil, sistem pemerintahan akan semakin mengedepankan ideologi dan partisanisme. Sehingga harusnya dalam waktu 20 tahun, kita akan merasakan pemerintahan tanpa koalisi. Itu kalau Indonesia masih satu, dunia belum kiamat, dan kita sebagai bangsa mau bersabar.

 
 

Partisan

Politics, it seems to me, for years, or all too long, has been concerned with right or left instead of right or wrong.

Richard Armour (American Poets, Author)

 
 

Ada Yang Mau Beli Hak Suara?

jualhaksuara

Ini mungkin bentuk ternyata dari apatisme rakyat kita akan pemilu 2009. Tanpa sadar kemarin gw menemukan sebuah thread di Forum Jual Beli Kaskus yang ingin menjual hak suaranya. :mrgreen:

Walau si penjual masih newbie (artinya pengguna baru dalam sistem pangkat per-post Kaskus), namun kelihatannya si Thread Starter (TS) serius mau jual hak suaranya. Yang lebih gila lagi, harga penawaran awal untuk hak suaranya cuma 50ribu saja!!! :P

Bayangin kalo ada 1000 orang yang jualan hak suara dengan harga satuan Rp. 50.000. 1000 x 50.000 = Rp. 50.000.000. Bukan jumlah yang besar untuk partai politik yang rela membayar berapa saja untuk menang. Gak cuma partai politik, caleg pun mungkin siap kalo cuma dana segitu. Malah mungkin mereka dengan sigap akan menyiapkan uang ratusan juta untuk membeli suara kalo emang ada yang mau jual suara dalam jumlah banyak.

Memang wajar dan terdengar gampang untuk menghasilkan uang dari cara ini, yah, yang kita jual  kan cuma hak untuk jalan ke TPS panas-panas, ngantri dan nyontreng tanpa hasil pasti kok. Gaya pemikiran gitu fine-fine aja sih, namanya kita hidup di alam demokrasi. Walau jujur gw sendiri menganggap ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap negara kita sendiri. Dalam pandangan gw lebih baik golput daripada begini. Dengan golput, paling gak masih ada massa yang punya pilihan terhadap pemimpin : pemimpin benar-benar dipilih. Kalo suara diarahkan dengan uang? Lagian pemilu kan Civic Responsibility atau tanggung jawab kewarga-negaraan yang cuma sekali dalam 5 tahun gak begitu ngerepotin amat (setidaknya untuk gw :) ).

Mungkin nanti akan ada yg berkomentar akan postingan ini dengan pertanyaan “buat apa kita ngejalanin tanggung jawab kalo mereka aja ngejalanin tugas tanpa tanggung jawab?“, dan yang nanya adalah orang-orang dewasa ber-KTP, bukan anak kecil umur 10 tahun. Gw akan jawab begini : “Buat apa kita shalat kalo orang tua kita gak shalat?” atau “Buat apa kita mencegah diri jadi pembunuh atau koruptor kalo pembunuh & koruptor masih berkeliaran?”. Jawabannya sesimpel panggilan moral aja. Ya, kembali lagi, moral itu urusan diri sendiri sih. ;)

Jadi, ada yang mau beli hak suara? :mrgreen:


*)Disclaimer : Blog ini (http://setengahmateng.com) tidak dalam niatan atau maksud apapun mengiklankan atau mendorong orang menjual atau membeli hak suara. Blog dan tulisan ini semata adalah penggambaran opini pribadi, dan penulisnya bukan orang yang menjual atau membeli hak suara.

 
 

Kesimpulan, Pemilu 2009 & Demokrasi

Menjadi sebuah pertanyaan yang cukup mendasar, apakah reformasi yang telah kita jalani selama kurang lebih 10 tahun terakhir adalah sesuatu yang telah gagal. Reformasi, yang tadinya dibangga-banggakan sebagai jalan terang dan pintu masuk kepada era baru pemerintahan yang mengutamakan rakyat dan mau mendengar segala keluhannya melalui lonceng pagi parlemen ternyata, menurut banyak orang adalah sistem yang gagal. Demokrasi itu mahal, Demokrasi itu bodoh, Demokrasi itu terlalu bebas, terlalu liar! Kata orang. Kembali menjadi satu pertanyaan, benarkah tuduhan akan keberhasilan Demokrasi di Indonesia ini benar adanya? Tergantung dari sudut pandang dalam memandang permasalahan, jawaban dari pertanyaan diatas bisa benar atau salah. Tapi apa sebenarnya dasar dari kesimpulan bahwa reformasi yang menghasilkan Demokrasi dan membebaskan rakyat dari rezim otoriter Soeharto telah dan hanya menghasilkan kegagalan?

Click to continue reading “Kesimpulan, Pemilu 2009 & Demokrasi”

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin