Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

5 Poin Mengapa Obama BERBEDA dengan Bush

3020731666_5c5e10dc99_o

Beberapa hari dan minggu terakhir, gw sedikit memperhatikan banyaknya jenis tulisan di blog-blog dan thread di forum yang membawa nada yang hampir sama : Obama itu sebelas-dua belas dengan Bush, maka ya gak perlu diharapkan. Kalaupun pesannya berbeda, biasanya lebih radikal : Obama lebih parah daripada Bush.

Jujur, gw agak males membahas masalah beda atau samanya Obama dan Bush. Kedua orang ini adalah presiden dari sebuah negara yang jauh fisiknya dari Indonesia, dan keputusunnya dalam kasat mata mungkin tidak terasa langsung di Indonesia. Terlebih lagi, menilai seseorang positif-negatif adalah sebuah kebebasan berpendapat yang harus semakin disebarkan di Indonesia : sebuah hak warga negara.

Tapi kembali karena poin terakhir itu tadi, maka gw harus membahas hal ini, demi kepentingan untuk menyuarakan pandangan gw sendiri dan untuk memberikan sekadar perbandingan. Silahkan berikan pandangan anda juga di kolom komentar. :)

Mengapa Obama Berbeda dengan Bush

Alasan mengapa Obama berbeda dengan Bush harus diawali oleh satu pertanyaan : Siapa Bush? Ditambah lagi, Siapa Obama?

George W. Bush, adalah seorang Presiden berumur 62 tahun yang juga sekaligus anak dari seorang mantan Presiden bernama hampir sama, George H.W Bush. Seumur hidupnya ia tinggal di Amerika, besar di lingkungan “cowboy” Houston, Texas dan seperti ayahnya, merupakan anggota Partai Republik.

Obama, disisi lain adalah salah satu Presiden Amerika paling muda dalam sejarah dengan umur 47 tahun, yang seumur hidupnya pernah tinggal di lebih dari 2 negara : Amerika, Indonesia dan Kenya sebagai tempat asal Ayahnya yang beragama Islam. Ia dibesarkan di Indonesia, dan seperti yang ia akui sendiri di bukunya yang ketiga The Audacity of Hope, adalah tempat dimana pendapatnya tentang toleransi beragama dan ras tumbuh dengan cepat.

Lalu dimana perbedaan fundamental Obama dan Bush? Well, selain masing-masing adalah Presiden dari dua partai yang berbeda, yang di Amerika berarti perbedaannya sangat prinsipil, berbeda dengan di Indonesia, mereka berdua berbeda Ras. Berbeda umur, dan berbeda tempat dibesarkannya.

Untuk seorang sosiolog yang senang meneliti dampak perbedaan latar belakang seseorang, 4 perbedaan diatas sudah cukup untuk membuat garis hitam tebal perbedaan antara Obama dan Bush.

Namun empat perbedaan diatas belum cukup untuk membedakan Bush dan Obama di Indonesia. Kita butuh perbedaan yang benar-benar fundamental. Yang berefek terhadap keberadaan negara ini. Saya akan jelaskan.

Click to continue reading “5 Poin Mengapa Obama BERBEDA dengan Bush”

 
 

Berjuang Untuk Negara Teroris

Dua hari yang lalu, ketiga teroris yang mengaku meledakkan dua diskotik di Bali akhirnya dieksekusi. Mereka yang telah divonis mati oleh pengadilan, telah menerima hukumannya, malah meminta untuk dihukum mati dengan cara dipancung, yang menurut mereka adalah hukuman mati cara Islam. Mereka juga mengaku tidak menyesal, dan entah untuk keberapa kalinya, mereka menganggap apa yang mereka lakukan adalah, Jihad.

Namun apa iya yang mereka lakukan Jihad?

Poin apa yang mereka coba buktikan? Jihad, adalah sesuatu yang dalam artinya di agama Islam. Ia membutuhkan keberanian, membutuhkan cinta dan kesetiaan terhadap agama, membutuhkan pengorbanan. Poin dari Jihad adalah memperjuangkan sesuatu atas nama Islam. Mengejar kemaslahatan Umat, demi kebaikan agama.

Namun sekali lagi, dengan pertanyaan yang sedikut diubah, poin apa yang mereka SUDAH buktikan?

Mereka membom dua diskotik di Bali, Indonesia. Salah satu kota paling damai di Indonesia, salah satu kota yang namanya paling terkenal di dunia, kota yang selalu membantu menyebarkan bukti bahwa Indonesia bukan negara “muslim” biasa yang penuh prejudice. Indonesia adalah negara yang ramah, berani menerima perbedaan dan tidak takut menghadapi hal baru. Mereka meletakkan bom di kota ini, di club, menewaskan ratusan nyawa, kebanyakan warga asing dari banyak negara yang sama sekali tidak memiliki masalah dengan Indonesia. Australia, Jepang, Kanada, apa yang mereka sudah lakukan pada Indonesia??? Bahkan walau ada warga negara Amerika yang ikut tewas, yang dalam pengertian beberapa orang adalah “Negara Setan”, mereka tidak pantas mati, hanya karena punya pemerintah yang picik. They’re on vacation in the biggest moslem nation in the world, for god’s sake. Doesn’t that mean they have respect to our religion? Doesn’t that mean they have no prejudice against our beloved, Religion?

Poin yang ingin mereka buktikan? Nihil? Mereka sendiri sepertinya kehabisan alasan yang cukup kuat untuk melakukan pemboman, beralasan bahwa apa yang mereka lakukan adalah “Jihad melawan kaum Kafir”.

Seperti FPI, hanya dengan dosis tambahan nyali dan penyakit jiwa.

Walau menurut beberapa orang bukti belum cukup, toh mereka sudah mengaku melakukan pemboman. Ini membuat pernyataan beberapa orang bahwa mereka tidak pantas mendapatkan hukuman mati menjadi invalid. Tidak sadar mengabaikan fakta terkuat.

Kini mereka sudah dieksekusi, dan yang muncul di tv memunculkan pertanyaan baru yang mengetuk setiap hati. Apa kita sudah berbalik mendukung apa yang mereka lakukan? Apa kita sudah jatuh hati dengan perjuangan mereka, sampai-sampai banyak sekali orang yang bilang mereka sudah pasti “mati sahid” dan “masuk surga”? Sampai-sampai berani mendului Tuhan?

Walau hukuman mati adalah contoh pelanggaran hak asasi manusia terbesar yang sayangnya masih dipraktekkan sampai hari ini, apa yang sudah mereka lakukan dimata saya adalah bukan Jihad. Mereka Teroris, mereka justru adalah musuh Islam, yang memburukkan nama Islam dimata dunia dan dimata para pemeluknya hanya karena pribadi yang bermasalah. Mereka tidak pantas dielu-elukan, ya Allah……mereka yang tewas karena kelaparan, karena diskriminasi kita, Umat Islam yang lupa dengan sesama, mereka yang pantas untuk dielu-elukan! Merekalah yang mengingatkan kita disaat kita lupa, bukan pengecut yang berbuat kriminal dengan berlindung dibawah nama Agama.

Jadi……poin apa yang sudah mereka buktikan?

Ya, mereka sudah berjuang. Mereka berjuang demi mengubah negara ini menjadi negara Teroris.

 
 

Obama Did It

Yes, he did it. He won! The first African-American elected as The President of United States.

Yet, i’m still curiously wonder, how a man elected as US President can create such a hype over here, in a developing asian country, whose name didn’t even included in his overall international policy plan. But hey, this must mean something right? Something big is happening in the world, and we, Indonesian, as a part and citizens of the world, must embracingly welcome, The Next President of USA, Barack Hussein Obama!!!

Btw, Obama CAN speak Indonesian language. :D

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin