
klik link untuk versi besarnya
Cuma short update aja, walau gw teteup bukan simpatisan Mega-Bowo, atau Mega-Pro, atau in fact, gw bukan fans berat salah satu dari 3 pasangan Capres-Cawapres yang akan maju dalam Pilpres kali ini, tapi jujur, mungkin ini adalah perkembangan paling menarik dari kampanye kepresidenan kali ini, setidaknya di mata gw.
Megawati, Prabowo, berkomunikasi langsung dengan massa. Lewat Twitter.
Pertama, buat yang belum join twitter, joinlah sekarang. Twitter mungkin, dari semua micro-blogging tool yang tersedia saat ini, yang paling stabil, dan yang paling menarik user-basenya. No offense untuk Plurk user, tapi kalo dari pertumbuhan Plurk dan Twitter sekarang sih, Twitter akan jadi Facebook dan Plurk akan seperti Friendster. Kenapa begitu : Karena Plurk hanya tumbuh di Asia, terutama di Indonesia, sementara Twitter tumbuh di seluruh dunia.
Oke, kembali ke Prabowo dan Twitter, gw sangat-lumayan, hmm, terkaget-kaget dengan perkembangan ini. Kaget karena setelah datangnya email bahwa gw difollow sama @megabowo, gw pun mengecek, dan di Twitter account @megabowo itu ternyata benar-benar terjadi diskusi nyata antara pengguna Twitter dan @megabowo yang mengaku adalah memang Prabowo yang ngetweet dari blackberrynya.
Jujur, gw masih meragukan keaslian account Twitter Mega-Pro, tapi kalau benar ini Prabowo yang ngetweet, menjawab dan berdiskusi dengan massa, dan sepertinya memang begitu, maka mungkin, Prabowo adalah satu-satunya figur politik, dan politisi pertama yang benar-benar mengerti esensi dari social media. Walau Prabowo sekali lagi bukan favorit gw, harapan gw cuma satu, kalau memang ini Prabowo. Kalau anda menang, saya ingin lihat anda terus ngetweet. Karena yang anda lakukan di Twitter adalah pembelajaran politik untuk politisi yang lain, bahwa komunikasi politisi dan massa bisa berlangsung secara horizontal, tidak selalu harus komunikasi vertikal dari atas ke bawah seperti sekarang.
Hanya berselang beberapa jam setelah Boediono dipilih menjadi Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan SBY dengan deklarasi yang megah, dihadiri oleh pemimpin-pemimpin parpol, figur-figur politik beserta massa yang tidak lebih daripada pion politis, Megawati juga ikut mendeklarasikan kesertaannya dalam Pilpres, berpasangan dengan, you guessed it, Prabowo.
Dengan deklarasi yang tidak semegah dan semewah SBY-Boed, atau entah apa nanti singkatan kedua pasangan Presiden incumbent & Gubernur BI itu, deklarasi Megawati-Prabowo cukup menarik perhatian gw. Kenapa, karena kita semua yang mengikuti perkembangan pemilu kali ini tentu akrab dengan Prabowo yang dari awal terus menekankan bahwa ia akan tetap mencalonkan diri sebagai Calon Presiden.
Ternyata akhirnya ia mundur dan memutuskan berpasangan, atau lebih tepatnya, mau turun derajat dan menjadi pasangan seorang Megawati (no offense untuk simpatisan PDI), mungkin masih membutuhkan beberapa tahun lagi untuk bisa dijelaskan, tapi masalah yang lebih besar (atau lebih kecil, tergatung sudut pandang anda
) adalah……gw bertanya-tanya.
Gw bertanya-tanya…..kenapa setiap Cawapres di pemilu kali ini harus KORBAN NAMA?
Pertama….Wiranto namanya mendadak dirubah jadi Win, cuma agar JK punya catchphrase yang garing, JK-Win. Beberapa blogger mengkritik keputusan ini, karena justru membuat orang bertanya-tanya dan merasa JK berpasangan bukan dengan Wiranto tapi dengan either Winarto, Winaryo atau Winanto.
Lalu sekarang, Prabowo berpasangan dengan Megawati. Barusan aja, di Metro TV (yep, sumber yg sama dengan gambar diatas), Mega pun mengambil langkah yang sama dengan JK. Kali ini, Mega dan Prabowo disingkat jadi…..Mega-Pro.
Pelanggaran. Hak. Cipta.
Selain motornya yang gak warna merah, “Motornya Lelaki” juga sepertinya akan membuat Megawati Meletup Kemarahannya
Ya, itu aja sih. Kira-kira ada yang mau kasih saran Catchphrase yang gak rada2 bego buat SBY-Boediono? Yang jelas jangan ada pelanggaran hak cipta, jangan membuat orang berasumsi Boediono adalah orang dari ras lain, dan yang sangat harus & pasti, jangan membuat kesan bahwa kedua pasangan SBY-Boediono adalah Mobilnya Perempuan.
Sebenernya gw mau ngepost tulisan tentang Kedatangan Hillary pagi ini…tapi berhubung tulisannya masi setengahmateng, kita sedikit intermezzo aja dulu ya
Barusan aja liat halaman Detik.com, yang dengan tepat menggambarkan persaingan dan panasnya pemilu 2009. Gak tahu lucu apa gak menurut temen2 pembaca, tp gw tadi sempet ketawa juga ngeliatin ironiknya kemunculan penempatan kedua iklan ini yang bisa barengan :
Ada tiga hal yang patut diperhatikan dalam halaman ini :
1. SBY Kalah posisi iklan ama Prabowo – Selain dua iklan ini,sebelumnya muncul iklan flash pop-up iklan Gerindra yang menutup tampilan iklan SBY. Apa ini berarti dana periklanan Gerindra lebih besar daripada Demokrat?
2. Pose SBY – Prabowo sama-sama ngangkat tangan – Ada apa ya dengan ngangkat tangan
3. Jadi apa maksudnya pasang Hillary di judul artikel? – Gak ada. Karena ini post tentang detik, tahu sendiri, judulnya gaya Detik juga.