Setengah Mateng!

Something about politics, life, indefinite question of values on debatable morals
 
Plane
 
 

Situ Gintung

Mereka yang berlari
Menghindari Mati
Berharap napas kan terpanjang
Walau hanya sedetik, lagi

Mereka lalu terdiam
Tersesak, Tertangis
Dan Mereka ditanya
Aku terdiam menanya
Kenapa

Saat ku duduk
Lalu melihat keatas
Mereka Tersenyum
Minta diri
Untuk hari ini
Dan kita yang masih bernapas
Untuk Esok
Akankah kita belajar dan bernapas demi diri sendiri?

*) Gw menghindar untuk menulis apapun tentang Situ Gintung di sini, karena gw merasa mereka lebih butuh bantuan daripada dijadiin bahan tontonan.

 
 

Garis Tipis Kebenaran

slide_806_14601_large

Dan mereka yang berteriak

Mengingatkan dunia akan perjuangan kaum tertindas

Dalam mimpi memberi sejahtera napas tuk Rakyat

Mereka yang yakin.

Akan kebenaran, ragu akan perbedaan

Lalu saat kata tersapu masa

Saat rangkaian kebenaran ternyata hanya pandangan semata

Mereka takut salah, takut ditelan massa

Karena kebenaran, hanya untuk ketenangan

Satu titik darah yang mengalir deras

Penutup mata dari lampu berbeda

Demi untuk bersama.

——————-

*Sebuah aliran kata yang sedikit liar, kemana-mana, untuk menggambarkan banyaknya macam dan motif perjuangan yang kita lihat dijalan untuk Palestina. Kejinya politisasi rasa kasihan warga, dan tipisnya jarak antara kebenaran bagi kita dan kesalahan bagi mereka.

Btw, keyboard gw rusak, jadi sementara cuma bisa blogwalking tp agak susah untuk comment…maapin yak :(

 
 

Mama….

kadang untuk cinta adalah tak terbaca
untuk selama dan kita bersama
hitam dan putih yang kutempuh
perjuanganmu untuk aku yang terjaga

Seandainya ku bisa hidup abadi selamanya
dan Tuhan gembira melihat mama tertawa
Maka seiring kata temani doa
kutiti, kurenung dan kubawa
Untuk senyum yang selalu kudamba
senyum mama yang selamanya

Selamat hari Ibu, Mama.

Semoga kelak engkau bahagia.

dan semoga ku masih terjaga

untuk melihat itu semua

 
 

1429H

Saat Hati Mulai Luput
Raga perih menyaksikan badai
Keimanan terus disangsikan
Dan Takwa pun jauh di sampiran

Aku Bersujud, dalam pelukanmu
Dalam Awal, Tengah dan Akhir
Aku Berzikir, atas anugerahmu
Untuk Dulu, Kini dan Nanti
Ramadhan, tangisku tidak cukup merindukanmu
Darahku tak cukup kehilanganmu

Lalu kini engkau akan pergi
Hanya maafmu teman, yang dapat menyalamatkanku nanti

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H

Mohon maaf kawan, untuk dulu kini dan nanti.


Gagah Putra Arifianto

gagah.putra@setengahmateng.com

http://setengahmateng.com

 
 

Friend Connect

 

Latest Shout!

  • achmad sholeh: mampir kesini mas .-= achmad sholeh´s last blog ..Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara =-.
  • Budi Ridwin: Tulisan yang bagus!! Saya sangat amat Setuju dengan tulisan diatas. boleh saya sebarkan juga lewat blog...
  • eorllandso: exempt tar ice geological agricultural consensus africa [url=http://www.archive.org]va riations cost...
  • pututik: i still don’t understand how to used mycontextual regarding Amazon affiliates .-= pututik´s last...
  • Pembuat Theme: Wah…..gawat neh….kebeasan berpendapat kita hilang
 
 

Afiliasi

 

Meta

Display Pagerank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Pageboss.com

hits counter

 
 
 
 
Ignaty Nikulin